Back To School! (Part I)

08.52 Rizka Ilma Amalia 34 Comments



Sebelum cerita, aku mau tanya dulu deh.

Kamu pernah nggak merasa jenuh atau bosan saat liburan sekolah/kuliah/kerja yang waktunya lumayan panjang?

Pasti pernah doong. Pernah kaaan?

Aku rasa semuanya pasti pernah merasakan hal yang sama. Bisa jadi karena liburannya yang terlalu panjang, belum bikin rencana liburan, atau sudah ada rencananya tapi nggak berjalan, atau bisa juga sudah ada rencananya dan sudah berjalan tapi hanya itu-itu saja. Semuanya punya alasan tersendiri. Aku pun begitu.


~oOo~

Saat ini aku sedang menempuh liburan semester ganjil, yang dimulai dari tanggal 12 Januari 2015 sampai dengan 3 Maret 2015. Lumayan lama, kan? Iya, lumayan banget waktunya buat fokus moveon dari Dijjah Yellow yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Dia nggak ngerti perasaan aku! :(

Sebagai Mahasiswi yang sangat tidak ingin melewatkan kesempatan itu, aku pun mengambil keputusan untuk liburan di Bangsri, Jawa Tengah. Padahal aku lagi ada banyak kegiatan organisasi, tapi kali ini di kesampingkan dulu. (Anjir sok penting banget Rim! *kemudian ditombak massa*) Aku pikir tidak ada salahnya kalau sekali-sekali absen, hitung-hitung refreshing dari kegiatan kuliah dan organisasi selama 6 bulan ini. #PembelaanDiri Maapin aku ya manteman~ Jangan pecat aku~ I love you~

Waktu di jalan menuju Bangsri..
Emang dasarnya kualat atau apa, aku juga nggak ngerti. Tapi dari kejadian ini aku dapat pelajaran. Satu hal yang perlu kamu ingat teman, bahwa; waktu liburan anak kuliah itu berbanding terbalik dengan waktu liburannya anak sekolah. Dan FYI aja sih, sepupu-sepupu aku itu rata-rata masih sekolah, Paud, TK, SD, SMP, SMA. Sebagiannya lagi udah lulus, kerja. Ya begitu. Aku mulai gelisah, pasti nanti aku bakal sering ditinggal sendirian dan kesepian. Perlahan hujan mulai membasahi kaca bus yang aku tumpangi. Dingin mulai kemari, perasaan gelisahku makin menjadi, ternyata aku datang bulan lagi.

Singkat cerita, akhirnya aku sampai di Bangsri, tepat pada waktu Magrib. Sampai di sana aku langsung salam-salaman, temu kangen. Kalau diingat-ingat sudah lama aku tidak kesini. Tidak banyak yang berubah, hanya foto-foto yang dipajang itu bertambah, foto-foto anaknya yang sudah wisuda. Terlihat sekali wajah-wajah bahagia di foto itu. Dalam hati aku berdoa semoga aku segera lulus kuliah, kerja dan membuat orang tuaku bangga.

"Dek Rima saiki sek putih yo.. Ayu'e saiki og.." Bude memecahkan lamunanku. Aku hanya tersipu. "Tapi masih putihan Mbak Brima sama Mbak Damba, Bude.. Hehe.." Iya, anak-anaknya Budeku ini semuanya putih-putih. Aku dulu memang hitam, hitam manis, tapi sekarang sudah tidak terlalu hitam dan makin manis. Makanya mereka berkomentar seperti itu. Oke, silahkan muntah dulu. Bhahaha~ :p

Setelah adegan saling muji-memuji itu, Bude mempersilahkan aku untuk mandi, solat magrib, dan istirahat. Aku pun mengiyakan.


~oOo~

Hari-hari liburanku di sini menyenangkan, meskipun tidak pergi kemana-mana. Tapi suasana di sini bikin pikiranku kembali fresh. Sambil menunggu sepupuku pulang dari sekolah, setiap waktu kuhabiskan untuk menonton televisi dan blogging sepuasnya tanpa gangguan tugas kuliah. Kalau sepupuku sudah pulang, kami ngobrol bersama, bergurau, dan bermain. Setelah itu kami makan, tidur, dan mandi sehari sekali. Oke, yang terakhir cuma aku yang melakukannya. Menyenangkan.

Seperti yang kubilang tadi di awal, setiap orang pasti pernah merasakan bosan. Aku pun mulai merasakan bosan dengan aktivitasku di sini yang begitu-begitu saja. Padahal ini baru hari ke sembilan. Aku tidak bisa begini terus. Aku harus melakukan sesuatu supaya bosan ini hilang. Harus!

Kamis, 22 Januari 2015. Tepat pada siang hari yang sedang mendung, ide nista nan cemerlang itu datang bersamaan dengan sepupuku yang baru saja pulang dari sekolah.

"Dek Khris, Punya seragam berapa?", tanyaku pelan-pelan.
"Punya dua Mbak, tapi cuma rok nya aja", jawabnya dengan polos.
Aku bergumam sebentar.
"Kalau sepatu punya berapa, Dek?"
"Cuma satu, Mbak.. Emang kenapa sih?", jawabnya kesal. Dia mulai curiga.
Aku tertawa. Dengan santai aku menjawab;
"Mbak Rima ikut sekolah ya besok"
"Hah? Ahahahaha" Dia tertawa terpingkal-pingkal hingga 2 menit kemudian baru berhenti.
"Lha kok ketawa? Emang kenapa? Nggak boleh ya?"
"Mbak Rima serius?"
"Iya serius."
"AHAHAHAHA" Dia tertawa kembali. Kali ini kayak orang kerasukan.

Sial. Aku diketawain. Batinku.

"Ayah, masa katanya Mbak Rima besok mau ikut Adek ke sekolah! Hahaha!" Teriaknya kepada Om Is yang kebetulan lewat depan kamar. Tak ada tanggapan yang ku dengar, hanya suara Om Is yang ikut tertawa.

Anjir sekarang dua orang yang menertawaiku. Aku hampir putus asa.

"Udah doong ketawanya. Mbak Rima seriusan ini. Besok mau ikut Dek Khris ke sekolah. Boleh yaa?" Aku coba meyakinkan dan membujuknya agar diperbolehkan.
"Emangnya kenapa sih Mbak kok pengen ikut ke sekolah?" Tawanya mulai mereda dan dia kembali normal.
"Mbak bosen di rumah terus. Gimana? Boleh ya?" Aku mulai merajuk seperti anak-anak. Ini kenapa jadi aku yang kayak bocah? -__-
"Yaudah nggak apa-apa.." Saut Om Is dari depan kamar.
"Tuh kaan dibolehin sama Om Is.." Ujarku dengan senang.
"Iya deh boleeh" Akhirnya dia menyerah juga. Aku tersenyum penuh kemenangan. "Kebetulan besok ada kerja bakti, jadi paling belajarnya cuma sebentar. Tapi Baju sama sepatunya gimana?"  
"Oh itu, yaudah ntar deh gampang, tenang aja.." Jawabku santai.

Setelah itu, aku mencari baju dan sepatu yang bisa dipinjam untuk besok. Tentu saja aku meminjamnya dari sepupuku yang lain, Mbak Brima. Mana ada tempat untuk merental baju sekolah dan rental sepatu. Setelah dicari-cari akhirnya ketemu juga bajunya. Soal sepatu, Mbak Brima punya dua. Malam itu juga aku mempersiapkan yang akan dibawa buat besok seperti, tas, buku, pulpen, sepatu, baju seragamnya, dan tidur jam 22.00 WIB.

Yang terakhir itu tentu cuma wacana saja. Pada kenyataannya malam itu aku tidur jam 02.00 WIB.


~oOo~

Jumat, 23 Januari 2015. Suatu keajaiban telah terjadi di Jumat pagi ini. Keajaiban yang sampai-sampai membuat langit mendung. Kamu mau tahu apa? Ada seorang mahasiswi nan cantik jelita yang bangun pagi, tepatnya subuh. Ini baru pertama kali terjadi selama hari liburan semester ganjilnya. Iya, se'seorang' itu akuu~

Biasanya aku 'baru' tidur setelah waktu subuh. Sekarang aku 'bangun' tidur pada waktu subuh. Ini suatu keajaiban bagiku, juga bagi sepupuku, bagi sepupunya sepupuku, bagi sepupunya sepupu sepupuku, dan bagi sepupunya sepupu sepupu sepupunya sepupuku.

Satu-satunya alasan kenapa keajaiban ini bisa terjadi; tentu saja karna hari ini aku akan bersekolah kembali~ Ahahahaha~ \o/

Kulihat jam menunjukkan angka 06.15 WIB. Aku sudah siap. Begitu bersemangatnya aku untuk kembali bersekolah. Sudah lama sekali aku tidak memakai seragam sekolah. Entahlah rasanya begitu campur aduk, yang jelas aku senang sekali. Ini akan menjadi hari yang hebat, batinku.
Aku penasaran dengan penampilanku. Aku ingin lihat seperti apakah aku mengenakan seragam ini, masih pantaskah? Kemudian aku berlalu menghampiri cermin... "AAAAAAAAAAAAAK ADA NABILAH JEKATE EMPAT LAPAAN!!", dan teriakan pun berlangsung selama 6 harakat. Untung Dek Khris langsung datang ke sumber suara, kemudian menyiramiku dengan kuah lodeh. Aku pun sadar.

Tidak ingin terlambat ke sekolah, ritual bercermin pun aku sudahi. Sebenarnya aku tidak takut terlambat, toh aku sudah terlatih dari dulu. Hanya saja Dek Khris yang terlalu khawatir. Dia khawatir kalau berangkatnya terlalu siang, nanti di depan gerbang akan bertemu PKS (Polisi Keamanan Sekolah), yang konon katanya PKS ini tugasnya merazia anak-anak yang tidak memakai atribut sekolah dengan lengkap. Jelas saja posisi aku di sini sangat rentan. Masalahnya baju seragam yang kukenakan ini tidak ada nama dan 'badge' atau 'emblem'nya (semoga kamu paham apa yang kumaksud -_-). Jadi, anak yang seragamnya tidak ada nama dan 'badge', maka akan dikenakan sanksi. Kamu mau tahu sanksinya apa? Seragamnya akan di gambar membentuk 'bet' dengan spidol! *zoom in*zoom out*

HOROR KAN?? Hiiii.

Aku pun memakai jaket untuk melindungi diri. 

Sekarang jam sudah menunjukkan angka 06.40 WIB. Langsung kusantap sarapan yang sudah disediakan oleh Bude. Kemudian aku pamit berangkat.
Jangan tanya bagaimana aku berangkatnya. Aku tidak akan menceritakannya ke kamu. Karna akan semakin lama lagi kalau aku cerita ke kamu. Aku tidak akan bilang kalau aku berangkat ke sekolah diantar dengan Om Is, naik motor, bertiga sama Dek Khris. Kami ibarat cabe-cabean yang berkeliaran di pagi hari. Iya. Aku tidak akan menceritakan bagian itu. 

Tapi ya, sumpaah deeh demii demiaaan, dari mukanya Dek Khris aja udah kelihatan kalau dia malu. Dia takut dilihat temannya. Aku sih woles. Toh nggak ada yang kenal aku ini. Kira-kira beginilah ekspresinya:
KAMPRET! SEMOGA NGGAK DILIAT TEMEN!
Sampai di sekolah, ternyata di depan gerbang sudah ada PKS! Meskipun aku sudah pakai jaket, aku belum aman. Kenapa? Karena, untuk memasuki gerbang dan melewati para PKS itu tidak boleh mengenakan jaket. Oke diperjelas; JAKET HARUS DI LEPAS!
Bahiiiklah ini tantangan pertama buat seorang Rima!
  

Penasaran nggak gimana cara aku bisa melewati para PKS itu? Dan apa saja yang akan aku lakukan selama di sekolah?
Bagi kamu yang penasaran sama kelanjutannya gimana, tenang saja, semuanya akan aku ceritakan di Back To School! (Part II). Khusus buat kamu. :*

Bagi kamu yang nggak penasaran sama kelanjutannya, yaudeeh nggak usah baca bagian part II nyaa. Ribet amat. Hahaha. :p
See ya.



(to be continued)



You Might Also Like

34 komentar:

  1. Libur terlalu panjang waktu sekolah/kuliah emang nggak enak banget, jenuh, bosen, suka disuruh2 dan dimarah2in bo-nyok . . Pun begitu kalo waktu sekolah, pasti ngarepnya jamkos atau libur . yahhh namanya manusia. .

    (ask) btw bangsri itu semacam kota atau apa . .?? kira2 deket nggak sama klaten . .??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, namanya juga manusia...

      Bangsri itu semacam nama daerah, kabupaten, mungkin ya. Jauh dong.. -_-

      Hapus
  2. Lu sehat, Rim? -___-
    Sekolah lagi. Yakaliiiii.
    Kalo libur kebanyakan orang pasti mandi sekali doang. Hahaha, gue juga soalnya. Libur 3 bulan, bukan jenuh lagi. Berasa gilaaaaaaaa, aktivitas gitu-gitu aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sakit.. sakit bisul. -_-
      Lah, emang iyaa. :))
      Jadi, sekarang masih "gila", Yog? *mundur perlahan*

      Hapus
  3. GOKIL! oke gue tunggu kelanjutan ceritanya :))

    BalasHapus
  4. hahaha, memang ngeselin kalau liburan nya udahan.
    penasaran nggak ya....
    gue penasaran deh sama pks nya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati-hati mati penasaran.. *eh ._.

      Hapus
  5. Labuset.. ikut sekolah :))

    bosen sih bosen, tapi gak segitunya juga kali... hahaha
    oh iya, itu "badge" bukan "bet"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe :))

      Hahaha udah akut, kak.
      Oh iya, makasih kaak. Segera diperbaiki. :D

      Hapus
  6. Si anjir itu ngapain sekolah lagi? haha
    gue tebak ini kelanjutannya bakal fail banget, bakal ketangkep pks pks gtu, terus di gantung di tiang bendera (Spoiler sok tau)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngapain? Ngilangin jenuh aja, sih. Haha
      Yaampun udah kayak mbah dukun, nebak-nebaknya~ :))

      Hapus
  7. gue jg pernah punya ide kaya gini tapi bingung mau ngelakuin dimana wkwkwk..

    jadi kepo cerita lanjutannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukanlah di sekolahmu dulu atau di sekolah sepupu-sepupumu.

      Asik dikepo-in~ :3

      Hapus
  8. Kembali sekolah emang banyak ceritanya :)

    BalasHapus
  9. Btw, roknya bukan warna merah kan rim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan. Kan, nggak pake rok, kak. ._.

      Hapus
  10. liburnya kumayan juga tuh hahaha. Back to school, jadi inget jaman2 sekolah. ditunggu part 2 nya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lumayan banget. :D
      Iyaa, tunggu yaa hehe.

      Hapus
  11. Itu libur semester ganjil lama banget, kampus gue biasanya cuma 2 minggu. Kalo selama itu, gue bisa membalas dendam dengan puas-puasin tidur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2 minggu? Bentar banget, kayak anak SMA. ._.
      Hahaha hibernasi gitu, ya. :))

      Hapus
  12. Ngga papa. Itung-itung pengalaman, Rim :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pengalaman.. ini termasuk pengalaman "mengesankan", nggak? ._.

      Hapus
  13. Pelajar emang gitu. Kalo masuk terus, bosen. Maunya libur yang lamaaaaaa banget. Tapi giliran dapat liburan yang lama banget, malah jadi mau buru-buru selesai liburan. Saya juga gitu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, gituu. Manusia emang nggak ada puasnya. :D

      Hapus
  14. To be continued ya? Nanti lanjutannya bisa di beli dimana rim? :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh btw itu sekolahnya SMA??

      Hapus
    2. Di supermarket terdekat. Tidak dijual terpisah, ya. :3

      Iya, SMA. :))

      Hapus
  15. Ini saking bingungnya mau ngapain apa gimana? Lagian libur lama amat sampe 3 Maret. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak, iseng aja kak biar nggak bosen. :))
      Iya kan, lamaa~ :3

      Hapus
  16. kalau saya liburan sampai kapan pun terserah saya,
    asalkan skripsi sudah beres
    revisi dan revisi di liburan kali ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah. Semoga lancar yaa kak skripsinyaa! Biar bisa liburan~ ^^

      Hapus

Sudah selesai membaca? Terima kasih! :)
Komentar, yuk!
Sesungguhnya, sedikit komentar dari kalian akan berpengaruh besar untukku.

Rima bersabda:
"Barang siapa yang memberikan komentarnya dengan tulus dan ikhlas, maka akan dilipatgandakan jumlah viewers blognya."