Manis

10.01 Rizka Ilma Amalia 41 Comments



Manis

Ketika mata bersua
Kutemukan sinis
Hatimu yang mulai mendua
Membuatku teriris

Manis

Kunikmati irisan pertama
Kupejamkan mata
Manis yang kurasa
Tak akan sirna

Manis

Senyummu..
Yang meleburkan luka
Kutahu itu bukan untukku
Tapi untuknya

Manis

Yang tak kau rasa lagi
Boleh kumenangis?
Melihat kau yang mulai pergi
Dengan bengis

Manis

Ini telah larut
Bersama hati yang tak terpaut
Teriakku dalam laut
Menanti maut

***

#Memfiksikan ke-12. Temanya "Manis". Sesekali posting puisi di sini. Pendek banget, ya? Biarin. Kalian seneng, kaaan? Blogwalking-nya jadi lebih ringan. Nggak perlu kasih komentar kok. Nggak apa-apa. :)

Tapi, kalian taulaah "Nggak apa-apa"-nya cewek itu gimana... :p

Oh iya, puisi ini dibikinnya waktu sambil nunggu dosen datang. Nggak penting, sih. Hahaha. Yang paling penting dan perlu kalian ketahui adalah puisi ini hanya FIKSI. Camkan itu!

Terima kasih. \o/

You Might Also Like

41 komentar:

  1. Mendua? Yoga mulai mendua?

    Engg.. Maksudnya membelah diri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. BHAHAHAAHAK ANJIR SUMPAH NGAKAK SAMA KOMENANNYA MAS RENGGO. MEMBELAH DIRI NJIR =))

      Hapus
    2. Renggo: Iyaa daaaaah. Terserah si Masnya ajaaa, yaaaa. Huahahaha. XD

      Deva: Dia memang tukang rusuh, ya. Bhahahaha. :p

      Hapus
  2. Wah udah memfiksikan ke 12 aja. Kirain manis disini Rima mau ngomongin manis kayak.. aku. Gitu.
    *diusir*

    BalasHapus
  3. Manis

    Kunikmati irisan pertama
    Kupejamkan mata
    Manis yang kurasa
    Tak akan sirna

    Fix. Ini tentang buah semangka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yak benaaar! Selamat anda mendapatkan dua juta rupiaaaah! \o/

      Dalam mimpi.

      Hapus
  4. keren puisinya, meskipun kata-katanya ada yang gimana gitu, hehe...

    BalasHapus
  5. Legit banget puisinya rim..walo pun makna tersirat sebenarnya pasti lawan katanya
    pahit,,,,,

    BalasHapus
  6. Iya, saya ngerti kok "nggak pa-pa"-nya cewek. Nggak pa-pa, tau-tau bersuami. Nggak pa-pa, tau-tau melahirkan. Ini bitnya Bintang Bete ya. Saya hanya menyampaikan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Kagak gitu jugaa kaliiii Kaaaak. XD

      Hapus
  7. Manis sekali tulisannya. Sedikit mengobati hati ini yang meringis sambil mengemis cintanya kembali di hari yang gerimis *jadi ikutan gini*

    BalasHapus
  8. Hahaha bagus walaupun gue nggak ngerti dan kenapa banyak kata "manis" di tengah2nya. Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dingertiin, dipahami saja~ Itu sebenernya nyambung. Cuma dipisah. Yaaa gitu deh, Kak. Huaha.

      Hapus
  9. Keren sambil nunggu dosen sampat bikin puisi. Kalau aku paling tidur siang di kantin, hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi kesambet aja, Kak. Jadi begitu deh. Hahaha. Tidur kok di kantin. -____-
      Tihati mukanya ketiban mangkok sambel. ._.

      Hapus
  10. Manis.

    Tuh kaaan, tau aja kalo aku manis! :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manisnya buatan aja sok-sokan. :p

      Nggak baik buat kesehatan!

      Hapus
    2. Manisnya buatan aja sok-sokan. :p

      Nggak baik buat kesehatan!

      Hapus
  11. Ini bikin puisi apa sekalian muji diri sendiri, Rim? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, Kak Beby. Hehehe. Bikin puisilah... Hehehehe. ._.

      Hapus
    2. Soalnya aku mengendus bau kenarsisan dalam prosa ini. Hahah! :P

      Hapus
  12. tadiny mau gak komentar, tapi baca tahu kan gak papanya cewek jadi gak berani gak ninggalin jejak.. xD...

    Manis itu siapa hayo ? *sambil ngaca*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha. Yey! Manjur juga~ ._.

      *pecahin kacanya*

      Hapus
  13. RIMANIS = Rizka Ilma Amalia Maniz :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waparaaah ganti-ganti nama orang. :((

      Hapus
  14. bentar, ini emang lebih enak dibacanya sih.
    tapi yg dimaksud manis disini si yoga?

    lu buruan ambil wudu, sholat, bnyak istigfar, ye rim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoga? Yoga mana, ya? :/

      Hahahaha. Iyeee, Pak Ustad. *sungkem*

      Hapus
  15. Puisinya AB AB gitu. Bisa jadi pantun, nih. Coba, ah.

    Senyummu..
    Yang meleburkan luka
    Hey kamu..
    Iya, kamu, yang ku suka.

    Buahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieeee. Kodein siapeee, Mas? Semoga yang dikodein peka, ya. :))

      Hapus
  16. Kayaknya lu ngasih dua kode di sini, "Fiksi" sama "Enggak apa-apa", untuk kode "enggak apa-apa" gue udah coba mecahin dan lakuin yang mungkin lu mau dengan komentar di sini. Untuk "Fiksi", mungkin maksud lu dosennya yang sangat manis di luar, tapi setelah itu ternyata dia lebih bengis dan sadis daripada dugaan lu. Ah, lupakan yang gue bilang tadi, ini cuma FIKSI :P

    Oh iya, kalau Yoga membelah diri kata bang Renggo, artinya badannya jadi kecil dong ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf. Masnya komentar apa, ya? -___-

      Hahaha. Udah kecil. Membelah diri pula. Mau jadi apaaa? ._.

      Hapus
  17. Sumpah, gue dari pertama nge-blog sampe sekarang, enggak pernah nulis postingan tentang memfiksikan. Sedih gue.

    Btw, kebaca kata manis, jadi keinget lagu Maroon 5 - Sugar :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulis doong. Sesekali terlihat puitis. Nggak dosa kok. Hahaha.

      Ciee. Sok-sok inget Maroon 5, padahal mah inget mantan. Eh. ._.v

      Hapus
  18. Manis

    Ini telah larut
    Bersama hati yang tak terpaut
    Teriakku dalam laut
    Menanti maut

    abis putus yah mba :D

    BalasHapus

Sudah selesai membaca? Terima kasih! :)
Komentar, yuk!
Sesungguhnya, sedikit komentar dari kalian akan berpengaruh besar untukku.

Rima bersabda:
"Barang siapa yang memberikan komentarnya dengan tulus dan ikhlas, maka akan dilipatgandakan jumlah viewers blognya."