#FourMTM

03.27 Rizka Ilma Amalia 32 Comments


Ada yang punya sahabat? Pasti punya dong? Kalau nggak punya, sini sahabatan sama aku aja. Aku siap kok jadi sahabat kamu, 24 jam. Hahaha~

Tapi, ada tarifnya. Seribu rupiah per menit.

Aku punya sahabat. Banyak. Tapi, entahlah mereka menganggap aku sahabatnya atau bukan. Itu nggak penting, yang penting aku sayang sama mereka. Keren. kan?

Di postingan ini aku mau cerita tentang sahabat-sahabat aku di #FourMTM. Sekalian mau bayar hutang. Aku udah janji di sini untuk cerita tentang #FourMTM. Karena janji adalah hutang, dan hutang itu harus dibayar, kalo nggak dibayar nanti dosa. Berhubung dosa aku udah banyak, aku nggak mau nambah-nambahin lagi, jadi aku bayar janjinya dengan posting cerita ini.

Oke langsung dimulai aja ceritanya.

Semua bermula di awal semester baru, tepatnya di kelas 11 IPA 2. Aku yang masih cupu-cupunya dan sering bengong di kelas karena masih shock masuk di jurusan IPA. Sebenarnya aku nggak terlalu bisa di pelajaran IPA, tapi aku juga nggak terlalu bisa di pelajaran IPS. Ya terus bisanya apa, Rim? Bisanya move on dari kamu. Eaak.

Awal semester baru, nggak asing lagi sama yang namanya suasana baru. Baik itu kelas baru, tas baru, sepatu  baru, kaos kaki baru, teman-teman baru, atau gebetan baru. Untuk terbiasa dengan itu semua, tentunya harus beradaptasi lagi.

Sebelumnya waktu di kelas 10, aku udah punya semacam sekelompok teman yang sering main dan berantem bareng. Tapi, karena penjurusan ini, kami pisah-pisah (ada beberapa yang masih sekelas). Jadi, aku yang belum punya teman dekat di kelas 11 ini asal duduk dengan siapa saja. Dan kebetulan waktu itu yang khilaf duduk dengan aku adalah Pradnya Rizky Amelia, dipanggilnya Amel. Anaknya nggak banyak ngomong, cool, tapi asik diajak bercanda.

Suatu ketika pada jam istirahat, aku menyimak Amel yang bercerita tentang Raditya Dika. Waktu itu lagi booming Stand Up Comedy-nya Raditya Dika. Amel bercerita dengan penuh semangat. Nggak beberapa lama, ada satu orang yang nimbrung, namanya Siti Pratiwi, dipanggilnya Tiwi. Kami bercerita selayaknya orang yang udah kenal lama.

“Eh, nanti pulang sekolah ke warnet yuk! Kita nonton Stand Up Comedy-nya Radit,” ujar Amel bersemangat.
“Hayuuuk!” Aku dan Tiwi menjawab dengan antusias.

Saat di warnet, kita hanya mengambil 1 bilik. Iya, 1 bilik bertiga. Mana biliknya kecil. Kami berebut oksigen di dalam sana. Ini semua demi pengiritan. Ya, namanya juga anak sekolahan, uang jajan nggak seberapa. Pffft.

Ketika video pertama diputar, kesan pertama aku melihat Raditya Dika, “Wah, cakep juga”. Baru kata pembuka, kami bertiga langsung tertawa. Makin lama, bilik kami makin rusuh. Sampai orang yang dibilik sebelah menengok ke bilik kami. Untungnya kami tidak digrebek. Aku takut dikira sedang berbuat mesum. Yaa, dulu kan lagi rame-ramenya berita mesum di warnet gitu. Hahak~ Sejak nonton video itu kami jadi akrab. Terima kasih, Bang Radit.

Selain sama Amel dan Tiwi, aku juga sering main sama Sakinah Candra Dewi, dipanggilnya Kinah. Aku sudah dekat dengannya sejak kelas 10. Karena itu, lama-lama Kinah jadi sering main bareng Amel dan Tiwi juga.

Setiap jam istirahat, kami ke kantin bareng. Saat pulang sekolah, seringkali kami mampir dulu ke rumah salah satu dari kami, tapi yang paling sering adalah rumahnya Amel. Itu karena posisi rumahnya yang strategis. Entah itu hanya sekedar ngerjain tugas bareng, belajar bareng, curhat-curhatan, karaokean, masak, numpang tidur, numpang makan, atau numpang wifi-an. Kalau tidak mampir ke rumah salah satu dari kami, paling kami main ke luar. Entah itu ke taman, ke pantai, ke pasar kemudian berujung dengan, “Makan mi ayam belakang, yuuk!” begitu kami menyebutnya.

Yang namanya hubungan, apalagi sering bertemu, itu nggak selalu berjalan mulus. Pasti ada saja masalah kecil yang bikin salah paham dan berantem. Kami pernah mengalami itu dan akhirnya juga baik lagi, tertawa kembali.

Ketika kelas 12. Aku, Tiwi, dan Kinah satu kelas lagi di kelas 12 IPA 1. Sedangkan Amel di kelas 12 IPA 2. Amel beda sendiri. Ini karena Aku dan Amel terkena konflik dengan guru saat di kelas 11. Konfliknya memang agak keterlaluan dan membuat kami dipisah. Hahaha. Ah, padahal nggak sefatal itu, sih. Tapi, ya sudahlah. Meskipun kami pisah kelas, kami masih sering main bareng dan setiap jam istirahat kami sering saling menghampiri. Lebih seringnya Aku, Tiwi, dan Kinah yang ke kelas Amel. Ini sekalian aku yang mau lihat gebetan. Modus dikit. Hahaha~

Tiba pengumuman SNMPTN. Tiwi dan Kinah lolos SNMPTN. Amel tidak lolos SNMPTN, tapi diterima salah satu Universitas di Bandung lewat jalur pengiriman nilai raport. Aku tidak lolos SNMPTN, dan tidak ikut mengirim nilai ke salah satu Universitas seperti Amel. Sedih? Jelas. Tapi, aku tidak ingin terlalu lama terpuruk. Untuk siap-siap menghadapi SBMPTN dan diterima di Universitas yang aku impikan, aku sampai bela-belain ikut bimbel di pulau seberang. Dari sana, Aku, Amel, Tiwi, dan Kinah mulai berhubungan jarak jauh. LDR. Cieee~

Untuk tetap menjaga komunikasi, akhirnya kami membuat sebuah group chat di Line. Sebelumnya, kami sempat merundingkan nama apa yang cocok untuk group chat ini. Karena kami berempat ini merupakan segerombolan makhluk nocturnal, suka melek tengah malam, akhirnya tercetuslah nama #FourMTM. Four yang menunjukkan bahwa ada empat anggotanya. MTM merupakan singkatan dari Makhluk Tengah Malam. Tanda ‘pagar’ (#) ini karena waktu itu kami main hestek-hestekan di Twitter, dan terbawa sampai sekarang.

Hingga suatu hari kami dapat tempat kuliah masing-masing, dengan Kota yang berbeda-beda. Amel di Bandung, Kinah di Solo, Aku di Serang, dan Tiwi tetap di Lampung. Meskipun berjauhan, hati kami selalu dekat. Asik. Kami masih bersahabat baik hingga detik ini. Kami bertemu hanya pada saat liburan. Dan saling curhat itu udah pasti, meskipun hanya lewat media sosial, yang penting tetap saling komunikasi. Sip.

Oke. Ini dia penampakan dari #FourMTM. 

Nora (dia sahabat aku juga) - Princess - Kinah - Tiwi - Amel

HAI!

Tiwi - Amel - Juminten

Kinah - Tiwi - Maemunah - Amel

Tiwi - Kinah - Saprol




Teruntuk para bidadari #FourMTM, terima kasih sudah menjadi sahabat terbaik selama ini. Banyak kisah yang sudah kita ukir. Semoga kita tetap menjadi sahabat sampai tua nanti. Kita harus menjadi anak yang sukses dan membanggakan orangtua. Kita harus menjadi istri dan Ibu yang hebat. Kita harus menjadi orangtua yang berjiwa anak muda. HAHAHA.

Sebelum makin ngaco, mending aku akhiri saja tulisan ini.

Eh, ntar dulu.. Kamu punya cerita tentang sahabat? Boleh, loh, cerita-cerita di kolom komentar. Tuangkan saja apa yang kamu pikirkan setelah membaca tulisan ini. :)

Terima kasih yang sudah membaca! I love you~ \o/


Sekian.


You Might Also Like

32 komentar:

  1. Premium! Hahahak :D

    semoga sahabatannya awet sampe salamanya ya kak, lebih dari pengawet makanan! Wkwkw :p

    BalasHapus
  2. pengalamannya menarik, saya jadi inget masa-masa di mts, sering ke warnet bareng sahabat, bedanya kami main game :)

    BalasHapus
  3. Sahabatan kayak gini yang mungkin jarang ditemui sekarang ini. Tetep sahabatan, kak, sampe anakmu juga sahabatan dengan anak mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Iya. Semoga, yaa.. Aamiin. Makasih. :)

      Hapus
  4. Ku takjub deh ma kisah persahabatan yg tak lekang ole waktu
    enak yaaa...punya sifat terbuka dg teman dekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak lagu, ya.. ._.
      Iya.. Lebih enak begitu, kan, Mbak? Hehe..

      Hapus
  5. oh itu yang paling kiri namanya amel? bisa kali rim umpan lambung gitu hoho

    Btw katanya kalo udah sahabatan selama 7 tahun, bakal langgeng ampe meninggal nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Umpanin ke aku juga ya bang :o

      Hapus
    2. Bang Dijeh: Ikan kali diumpan. :/
      Udah taken ituu. Tapi silahkan, sih, kalau mau nikung. Huaha. Selamat berjuang!
      Oh, ya? Aamiin. :)))

      Tur: WOI! -_-

      Hapus
  6. Alhamdulillah sudah move on. Good job!

    Wakakakakak. Gue kira MTM itu Mesum Tiap Malem. :))

    Itu si Amel lucu juga. Tapi masih lucuan gue, sih. *pede banget*

    BalasHapus
    Balasan
    1. (((Mesum Tiap Malem))) xD


      ini pada ngeliatin Amel semua. Aku ikutan ah.... O_o gak keliatan. liat Tiwi-nya aja deh.

      Hapus
    2. Yoga wah parah lo, malah ngelirik amel. Gagal move on deh

      Hapus
    3. Yoga : Doakan saja. Haha.
      Iya. Dulu itu sempet jadi rutinitas juga, sih. Tapi semua berubah sejak lulus SMA~
      Yoi. Lucu, ya? Ketawa, dong.. :))

      Haw : Pawai obor kali dilihatin. -_-

      Aziz : *nyimak*

      Hapus
  7. Oh, yang namanya Amel itu yang paling kiri kan ya, cakep ya :))

    Kalau aku sih ada punya sahabat, dari TK sampai SMP satu sekolah mulu, rumah kami juga deket, jadi juga sering main bareng. Seringnya aku sih yang ke rumahnya, soalnya dia punya lebih banyak mainan xD. Pas SD kami sering main mobil-mobilan atau apapun di dalam maupun luar rumahnya. Pas SMP main bola depan rumah, terus juga SMP, setiap pulang sekolah selalu bareng, karena kami sama-sama pakai sepeda, dan tadi, kami tetangga. Itu satu-satunya sahabatku yang akrabnya paling lama. SMA kelas XI kami beda kelas, setelah tahun lalu sekelas, dan ayah dia meninggal waktu kelas XI, akhirnya dia pindah rumah dan sekolah, kami pun terpisah. Sempet sedih sih, walaupun sejak SMA kami kagak ngobrol sesering dulu, tapi tetep komunikasi, masih sering main juga, setelah pindah rumah, jarang ketemu deh, rumahnya jauh juga, beda kabupaten :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Kenalan, gih. :))

      Hahaha. Masih kecil aja udah modus. Kereeeen! Aku juga ada temen deket dari SD gitu. Ada yang udah pindah, ada yang masih tetanggaan tapi kuliahnya beda kota. Sedih. Jarang ketemu. Gapapa. Yang penting tetap komunikasi, ya. :D
      Semoga awet sahabatannya. :)

      Hapus
  8. Disatukan gara2 liat stand up di warnet . .??
    Awal mula persahabatan yang aneh . .!!

    Nggak ada niatan nambah personil lagi . .?? Yang cowok mungkin . . :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Yang aneh itu yang seru.

      Boleh. Ide bagus. Sini gabung. Hahahah. :D

      Hapus
  9. Emang enak kalo punya sahabat cewe. bisa ngerti luar dalem yak kaka. ;)
    betewe, punya sahabat cowo juga ga rima :p *uppss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. :)
      Punya dong. Justru sama sahabat cowok lebih enak. :)

      Hapus
  10. Punya temen deket itu emang enak ya.. apalagi kalo omongannya nyambung

    Gue punya temen-temen gokil di kampus. Namanya Supremasi Tirani :)) Entah kenapa gue ngerasa cocok sama mereka walaupun sering hina-hinaan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Hehehe.

      Hahaha. Sahabat itu harus gitu. Hina-hinaan. Biar afdol. XD

      Hapus
  11. Aku kira itu ada hubungannya sama bisnis yang merekrut orang gitu, habisnya banyakan dan namanya juga mirip cuman beda tengahnya doang tuh :v haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apaan? MLM? Huahaha. Ketahuan, korban MLM, ya? XD
      Kasihan kau, Tur~~ Tur~~~ Wakaka.

      Hapus
  12. Aku kira itu ada hubungannya sama bisnis yang merekrut orang gitu, habisnya banyakan dan namanya juga mirip cuman beda tengahnya doang tuh :v haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee dua kali. Sekali lagi dong. Nanti dapet pacar, loh. :))

      Hapus
  13. Aku ada sahabat nih dari SMP ampek sekarang. Waktu SMP akrab gara2 suka ngomongin game ( Playastation 2 ), film, dan sepak bola serta serial di TV. Meski pas SMA beda sekolahan tapi kita tetep aja masih sering main bareng. Malah aku dapet pacar dari teman sekelasnya pas SMA dulu. Dia nikah pas umur 20th, soalnya selulus SMA dia langsung kerja, sedangkan aku kuliah. Pas itu aku jadi saksinya saat Ijab. Lumayan toh dapat pengalaman nikah :) Sampai saat ini juga masih berhubungan dekat, terakhir ketemu baru minggu kemarin sih saat dia kerumahku minta diisiin game Android Modern Combat di smartphonenya dan minta film aksi Taken 3 serta Naruto. Pas itu aku sengaja ngasih game anak kayak Angry Bird dan Zuma, dll, eh taunya dia malah bilang " Anakku gak suka game kayak gini, dia sukanya game kaya GTA yang rampok mobil dan nembakin orang!" Hah, buset dah padahal anaknya cewek umur 2 tahunan. Rencana hari ini sih udah janjian mau Sholat Jum'at bareng di Masjid Raya, sehabis itu makan es sop buah sambil ngomongin Clash of Clan, karena kita berdua lagi demen memainkannya, tapi sayangnya batal karena Om-nya dari Makassar datang, Oke deh Maybe Next Weeks :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih. Lumayan juga, ya. Lebih lama dari ini. Hahaha. Untung nggak rebutan cewek sama dia, ya. ._.v
      Wah! 20 tahun?! Muda sekali... Udah biasa mungkin, ya. Di luar sana banyak yang nikah muda.. Gimana rasanya jadi saksi sahabat pas nikahnya? :')
      Njir. Udah punya anak jugaa? Cepet banget. Haha. Calon anak tomboy tuh. ._.
      Sesekali ceritain di blog, seru tuh. Atau udah pernah, ya? Hehe..
      Yap. Semoga lain hari bisa ketemu. :)

      Hapus
  14. Aku kalok sahabat SMA yang ikrib binggo malah cowok semua, Rim. Trus pacal mereka langsung baper kalok aku mulai deket-deket sama sahabat lagi. Huvt. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah. Padahal kan enak ya, Kak, punya sahabat cowok. :(
      Emang suka gituuu. Malah ada yang ceweknya sampe ngelarang-larang untuk deket lagi. Sulit.

      Hapus
  15. Wah keren masih berhubungan aja... Emang mesti ada satu atau dua pihak (eaela) yang jadi pemersatunya, ya. Komunikasi luntur, ikatan batin juga ikut kabur. Hoho~

    BalasHapus

Sudah selesai membaca? Terima kasih! :)
Komentar, yuk!
Sesungguhnya, sedikit komentar dari kalian akan berpengaruh besar untukku.

Rima bersabda:
"Barang siapa yang memberikan komentarnya dengan tulus dan ikhlas, maka akan dilipatgandakan jumlah viewers blognya."