[IDVolunteering] Buka Mata, Memanusiakan Manusia
Ini tentang Buka Mata yang membuka hati siapa pun yang melihatnya. Termasuk aku yang sudah jatuh hati sedalam-dalamnya pada Buka Mata––suatu komunitas sosial––yang ada di Desa Cikerut, Kota Cilegon, Banten.
***
Aku ingat saat pertama kalinya bergabung dengan komunitas Buka Mata. Aku mengetahui adanya komunitas ini dari salah satu teman blogger-ku, Aulia.
Aku bukanlah orang hebat yang sudah memiliki jabatan di pekerjaan. Aku hanyalah mahasiswi biasa yang ingin sedikit saja sebagian dari hidupku dapat bermanfaat bagi orang lain, lalu bahagia bersama. Dan berbagi adalah caraku untuk bahagia. Menurutku, berbagi tidaklah melulu soal uang dan uang. Bercerita, belajar, tertawa, menyanyi, dan menari bersama pun beberapa hal yang bisa dibagikan. Jika kita belum memiliki uang, kita masih memiliki tenaga, pikiran, ketulusan, dan waktu yang dapat kita bagi. Bukankah bahagia itu sederhana? Lalu, dari sinilah aku memutuskan untuk bergabung dengan teman-teman Buka Mata sebagai volunteer. :)
Buka Mata didirikan pada tahun 2014, dan baru diresmikan pada tahun 2015. Aku sendiri baru bergabung tahun 2015 ini. Izinkan aku menceritakan sedikit apa saja yang ada di Buka Mata.
Pertama, tentu ada tujuan dan beberapa kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kedua, ada adik-adik dari berbagai usia––mulai dari balita, TK, SD, dan SMP––namun, yang paling mendominasi adalah usia Sekolah Dasar. Meskipun masih usia dini, rata-rata dari mereka sudah bekerja. Mereka mengumpulkan botol-botol plastik dan sebagainya, lalu ada juga yang mengamen. Itu semua mereka lakukan untuk membantu orangtuanya atau sekadar untuk mendapat uang jajan.
Ketiga, ada kakak-kakak sukarelawan yang bersama-sama membangun Buka Mata.
Suasana panas dan gersangnya Desa Cikerut sangat melekat di ingatanku. Lokasinya dikenal sebagai tempat produksi batu bata. Sehingga, ketika kamu memasuki gang di Desa Cikerut, kamu akan menemukan bertumpuk-tumpuk batu bata. Jika kamu terus berjalan lurus, kamu akan menemukan dua buah pohon seri dan banyak anak-anak yang bermain di bawah atau bahkan di atas pohonnya. Di sanalah Buka Mata berada, duduk beralaskan tikar dan bernaung di bawah dedaunan seri bersama adik-adik Cikerut.
Pertama kalinya aku ikut berpartisipasi dengan teman-teman Buka Mata adalah saat kegiatan EduProject.
Saat itu kami memberikan edukasi kepada adik-adik yang membutuhkan. Nggak ada pelajaran khusus seperti yang sudah terjadwal di sekolah-sekolah. Ini bebas saja. Bisa belajar membaca, menulis, menggambar, membuat prakarya, membantu mengerjakan PR sekolah yang kurang dipahami, ya, apa saja, intinya hal-hal yang positif. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Sabtu atau Minggu.
Kegiatan EduProject hari itu ditutup dengan kreatifitas membuat roket.
Sebelum pulang, kami menerbangkan roketnya bersama-sama. Terasa sekali suasana riang dan gembira di tengah siang bolong hari itu. Semangatnya adik-adik Cikerut pecah sekali. Aku jadi ikutan bersemangat.
Sama sekali tidak ada kata menyesal aku menjadi bagian dari Buka Mata. Rasa bahagia saat bisa berbagi hal-hal sederhana dengan adik-adik Cikerut ini menjadi candu tersendiri untukku. Aku berharap selalu diberikan waktu lebih agar terus bisa hadir di antara mereka. Aku tak peduli akan jarak Serang – Cilegon yang kutempuh. Rasanya itu sama sekali bukan masalah untukku. :)
Selain EduProject, ada juga kegiatan StreetProject atau biasa disebut juga dengan SweepStreet. Kegiatannya yaitu berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan. Kami tidak hanya membagikan makanan untuk pemulung, pengemis, anak jalanan, tapi juga untuk ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan). Kami lebih sering menyebutnya OMG (Orang Mungkin Gila). SweetStreet ini nggak sekadar ngasih makanan ke OMG, kemudian pergi. Nggak. Kami juga mengajak ngobrol OMG. Terkadang ada teman-teman yang sampai dikejar oleh OMG. :D
Di sini Buka Mata punya hashtag #MemanusiakanManusia. Ayo kita memanusiakan manusia! \o/
Dan satu lagi kegiatan di Buka Mata, yaitu VillageProject atau bangun desa. Di sini Buka Mata mengupayakan agar Desa Cikerut bisa berkembang dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap segala bidang. Terutama bidang pendidikan dan kesehatan.
Alhamdulillah, pada tanggal 15 November 2015, Buka Mata mengadakan acara peresmian “Saung Edukasi” di Desa Cikerut. Kami sangat bersyukur sekali, kehadiran Buka Mata dan pembangunan Saung Edukasi didukung keberadaannya. Saung ini dibangun oleh teman-teman Buka Mata sendiri dan tentunya dengan dukungan warga Cikerut. Saung ini dibangun sebagai tempat belajar atau kegiatan EduProject dan sebagai taman baca. Kini adik-adik Buka Mata bisa belajar di tempat yang lebih teduh dan tidak lagi beralaskan tikar. Semoga dengan dibangunnya Saung Edukasi ini bisa menambah semangat belajar adik-adik di Desa Cikerut.
![]() |
| Saung Edukasi |
Aku sempat kaget, kalau di Desa Cikerut dulu belum ada MCK. Untuk buang air besar pun mereka sulit. Namun, Alhamdulillah pembangunan MCK sudah terlaksana. Dan semoga kelak pembangunan untuk tempat kesehatan, seperti Posyandu dapat menyusul. Aamiin.
***
Untuk mendukung kegiatan tersebut di atas, juga untuk beasiswa sekolah, Buka Mata mendapatkan sumber dana dari: mengamen, usaha, menerima sumbangan dari orang-orang yang ingin memberi sebagian rezekinya, dan sebagainya.
Akhir kata,
“Jangan takut untuk berbagi. Karena dengan berbagi, kamu tidak akan pernah kehabisan atas apa yang kamu bagi. Justru malah semakin bertambah, dan bertambah lagi.”Aamiin.
Info lengkap, bisa follow:
IG: BukaMata_org
Twitter: @Banten_BukaMata
Terima kasih. ^^

























