Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Lahirnya Domain Blog Rimiracle

Halo, salam rindu dari aku untuk kamu, pembaca tulisan ini. :)

Oiya, aku mau cerita yang di pilihan postingan ini. Dari 5 pilihan di sana, ternyata banyak yang milih nomer 5, yaitu cerita tentang domain barunya Rimiracle. Yang milih ada...

... tiga orang.

SETDAH, RIM! BANYAK DARI MANANYA COBAA?

Ya udah, sih. Untung-untung ada yang milih, kaan? Btw, terima kasih buat yang udah milih dan terima kasih juga buat yang udah bacaaa. Sayang banget sama kalian. Sini peluk. :')

Sebenernya, nih. Sebenernya ini mah, ya. Blog ini tuh udah lama ganti domainnya, tapi cuma beberapa yang sadar akan itu. Nggak apa-apa, nggak dosa, kok. Yang penting kamu sadar, kalau aku bukan boneka~ BONEKA~ BONEKA~ AAKU BUKAN BONEEKAAA~

Elah, malah nyanyi, ACAR TIMUN!

Ngomongin soal sayang... aku sayang banget sama blog ini. Serius. Meskipun blog ini sering aku telantarkan, tapi blog ini selalu setia sama aku. Nggak pernah tuh blog ini tiba-tiba ngambek nggak mau ditulisin curhatan aku lagi, terus tiba-tiba blog ini tutup akun sendiri.

AUK DAH, RIM. NGETIK APA KALI. NGGAK NGERTI.

Oke. Serius, ya. Ehem.

Tepat tanggal 4 November 2015, blog ini hijrah ke domain www.rimiracle.me.

Wuih, keren, bisa-bisanya blog si Rima pakai domain.
Wuih, domainnya bukan .com.
Wuih, gimana tuh cara ganti domainnya?
Wuih, Rima cakep-cakep jomlo.

HEI! Demi Dewa Neptunus yang lagi keramas sambil makan usus, aku sama sekali nggak tahu cara pasang domain dan jangan tanya harganya berapa... karena yang ganti domain blog Rimiracle ini... bukan aku.
Lalu, siapa, Rim? 
Teman aku yang baik hatinya.
Teman apa, nih?
Teman tapi mesra. 
Ciee.
Ya nggaklaaaah. Gilak. Hahaha. -_-

Biar kukenalkan, ya. Namanya Rahmad Kurniawan, seorang teman dari Medan yang sedang kuliah di Jogja. Aku mengenalnya sewaktu acara Damai dari Jogja tahun lalu.

Karena Mas Rahmad ini orangnya baik dan jomlo, aku mau mempromosikannya sedikit-banyak. Berdasarkan pengakuannya, dia ini berjenis kelamin laki-laki, normal, dan sedang mencari belahan dadanya, eh, jiwanya. Jago banget sama IT-nya. Mas Rahmad ini salah satu anggota dari komunitas IBT. Hacker syariah, ya, mas? Haha. Peace. :p
Yang kepo boleh langsung kunjungi blognya di sini atau follow Twitter-nya @RahmadKrniawan.

Entah Mas Rahmad ini dapat ilham dari mana tiba-tiba nawarin aku domain www.rimiracle.com, dan belum sempat kujawab, domain itu sudah di-register-nya. Saat itu aku hanya bisa ternganga.
INI APA, YA, ALLAH? HAMBA TAKUT, tapi mupeng juga. Huhuhu.
Gimana nggak? Aku sampai udah bikin kaos yang tulisannya rimiracle.com, padahal saat itu belum pakai domain. Pede banget emang. Huh, ya apa salahnya? Anggap saja itu motivasi, kan? :(
Namun, domain rimiracle.com-nya nggak bisa di-setting. Entahlah apa yang salah, dia juga bingung, aku apalagi. Setelah dia berusaha dan tetap nggak bisa, akhirnya aku tetap diberinya domain www.rimiracle.me. Sebenarnya sulit untuk menerima, karena sesungguhnya aku sangat menginginkan domain .com. Apa coba si Rima ini? Udah di-setting-in, gratis pula, masih aja pakai mikir. Nggak bersyukur emang!

Singkat cerita, aku terima domain www.rimiracle.me nya setelah dihibur dengan kalimat, "Sabar ya, mbak... tahun 2020, rimiracle.com nya bisa dipakai, kok". Warbyasak. Keburu udah nikah akunya mas. -_-

Aku pikir-pikir lagi, www.rimiracle.me manis juga. Kemudian username Twitter dan Instagram aku ganti dengan @rimiracleme. Masalah baju yang sudah dipesan dengan tulisan 'rimiracle.com' itu tetap kupakai. Kupakai tanpa rasa malu. Ya, sudahlah. Mau bagaimana lagi. Seperti kata pepatah, "Nasi sudah menjadi bacang". Enak. 
Oh, ini foto aku yang lagi pakai bajunya. Nggak penting, sih, cuma mau narsis aja. :p


Ya, jadi begitulah cerita tentang lahirnya domain www.rimiracle.me. Nggak nyangka, selain aku, ternyata masih banyak orang baik di dunia ini. *songong*

Sekali lagi, terima kasih buat mas Rahmad. Semoga berjodoh sama mantan yang masih disayanginya. Eeaaak. Hahaha. Iya. Dia jomlo, tapi masih sayang mantan. Yah, maaf, yaaa. Mungkin saja ada yang baru mau menanam harap, eh, langsung kandas lagi harapnya. :p

Semoga selalu ada orang baik di bumi ini. Terima kasih sudah membaca! Kamu baik. :)

Ini Pemanasan, Loh!

November. Halo.
Halo. November.
Hai.
Hehe.

Assalamualaikum, yaa, perindu yang agung....

Sedih lihat blog yang sudah aku anggap sebagai anak sendiri ini. Aku membuat, melahirkan, dan mengasuhnya seorang diri. Keren, kan? Iya, keren. Tapi beberapa bulan setelah kehilangnya laptop, blog ini sudah jarang produktif lagi. Maafkan. Ini semua salah aku yang tidak bisa mengurus anak sendiri dengan baik dan benar.

Tidak punya laptop bukanlah sebuah alasan. "Dasar manja. Pake hape kan bisa," kata seseorang yang namanya dirahasiakan. Iya, aku bisa saja  pakai aplikasi di smartphone, pinjam laptop teman, atau ke warnet. Cuma... ya... iya, aku yang manja. Huft. Jadi, aku harus minta maaf ke siapa dulu, nih? Banyak sekali. Pokoknya aku mau minta maaf ke pembaca blog aku. Siapa pun yang merasa rindu akan tiap tulisan baru di blog ini. Adakah? Oh, nggak ada, ya? Iya. Nggak apa-apa, kok. Rima udah biasa diginiin. :')

Lama nggak posting, jujur saja aku jadi agak kaku. Bingung harus mulai dari mana. Akhirnya jadi beginian. Melihat blogger-blogger yang pernah menulis tentang cara memulai untuk membuat tulisan. Tuliskan saja apa yang ada di pikiran. Menuangkan yang ada di pikiran secara spontan. Asyik juga ternyata. Walaupun yang aku tulis ini isinya jadi nggak berbobot dan ngelantur ke mana-mana. Maaf lagi? Nggak, ah. Males. :p

Banyak yang mau aku ceritain. Ceritanya menyusul saja di postingan selanjutnya, ya. Untuk sekarang mau ngetik random saja. Hitung-hitung pemanasan.

Pemanasan. Ngomong-ngomong tentang pemanasan, panas, jadi pengin curhat tentang Kota rantauan aku yang panasnya tiada tara. Yang panasnya hanya bisa dikalahkan dengan perasaan yang panas ketika melihat gebetan jalan sama mantan gebetannya. Kota Serang.

Di Kota Serang, kalau kamu jemur baju jam 1 siang, nanti jam 2-nya jemuran kamu itu akan kering sebenar-benarnya. Hanya dalam waktu satu jam. Luar biasa, bukan?  Jangankan jemur di siang hari, deh. Jemur di malam hari juga nanti paginya udah kering. Itu sangking panasnya udara di Serang, sekalipun malam hari. Tapi, ada untungnya juga, sih. Kalau misalkan, nih, ya. Misalkan, loh. Kalau misalkan aku kehabisan dalaman, aku bisa langsung cuci, jemur, lalu tunggu sebentar, dan... kering, deh! Dalaman bisa langsung dipakai dan terhindar dari berangkat ke kampus tanpa mengenakan dalaman. Eh, GIMANA?! Nggak. Aku nggak gitu, kok. Serius. Percayalah. Kan aku udah bilang "Misalkan". Hanya contoh. Ya udah, intinya Serang bakal bikin ketek kamu memproduksi keringat 100 kali lebih cepat dan banyak. Hmm. Lumayan buat anak kostan yang kekurangan air minum, dia bisa minum air keringat. Intinya nggak nyambung, ya? Ahak. Ahak. Bodo. :p

Oiya, air. Selain panas, Serang juga jarang hujan manteman. Jarang hujan yang artinya jarang basah. ._.
Jangankan basah, becek juga nggak. Hmm.
Dan beberapa bulan ini, kostan aku jadi sering susah air. Air di kostan sering nggak mengalir. Kostan yang lain juga. Kadang, kalau kostan yang di depan kostan aku airnya mengalir, aku numpang mandi atau boker di sana. Anak kostan depan pun begitu. Gantian. Namun, kalau air di antara kostan kami nggak ada yang mengalir, kami semua ngungsi ke WC masjid di komplek kostan. Ya, gitu, deh. Aku juga pernah numpang boker di WC masjid. Ya, gimana. Daripada aku pasrahkan saja di celana. Kan gak lucu, kalau becek-becek di celana. Astagfirullah. Apaan ini? -__-

Curhat tentang air belum selesai. Masih banyak. Air itu sumber kehidupan, loh. Orang bisa menahan lapar, nggak makan beberapa hari juga masih kuat. Orang juga bisa menahan rindu, nggak bertemu beberapa bulan juga masih bertahan. Lah, kalau haus? Orang susah menahan haus. Kalau haus ditahan, nanti bisa bikin orang dehidrasi, lalu mati. Ahak. Ahak. Serem.

Jadi, air itu penting buat kebutuhan hidup sehari-hari kita, guys. Iya, penting buat minum, makan, mandi, nyuci baju, nyuci kendaraan, nyiram tanaman, bersihin kandang,  cebok, dan sebagainya. Bayangkan saja gimana kalau air di bumi ini habis? Kamu mau minum pakai apa? Kamu mau cebok pakai apa? Pakai keringat? Ingus? Mana cukuuup.

Berhubung bumi kita tercinta ini sedang mengalami pemanasan global. Cuaca juga sudah nggak menentu lagi. Panas terus, tapi nggak hujan-hujan. Sekalinya hujan deras banget, tapi cuma sebentar. Ya gitu, deh. Tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan. Sama kayak perasaan kamu ke dia yang tiba-tiba sayang, tiba-tiba nggak. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi. Tiba-tiba meninggal. Innalillahi....

Untuk menghindari krisis air yang makin parah, ayo usahakan dari diri sendiri dulu untuk menghemat air. Bisa dengan hal kecil seperti mandi dengan air secukupnya. Nggak perlulah sok-sokan berendam di bak, mandi susu. Susu kuda. Kuda mana pula yang susunya mau dipakai buat mandi? Apa, sih, Rim?! :|

Terus yang muslim, kalau wudhu hemat juga pakai airnya. Jangan menyalakan keran air besar-besar. Percuma. Masih besaran sayang aku ke Dia. Ke Allah maksudnya.

Terus yang suka beli minum, tapi airnya suka dibuang-buangin. Siapa, tuh? Daripada airnya dibuang sia-sia, mending dibuang ke tanaman terdekat saja. Sekalian nyiram tanaman, gitu. Iya, kan? Iya aja, sih. Biar Rima senang~

Hahahaha.
Ya udah. Gitu aja. Pegel ngetik di henpon, Mas-Mbak. :'D
Jadi, apa inti dari postingan aku ini? Nggak tau?
Dasar. Sini aku kasih tau.
Ehm.
Intinya, aku sayang kamu. Hehe. :)

SUT 3 THN BE



Namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

Sepotong lirik lagu dari HiVi! – Siapkah Kau Jatuh Cinta Lagi. Lagunya bagus. Lagu-lagu HiVi! memang enak buat didengar. Aku juga nggak tau kenapa lirik lagunya bisa jadi kalimat pembuka di postingan ini. Habisnya waktu mau nulis, yang terputar lagu ini, sih. Padahal bakal nggak ada nyambung-nyambungnya sama isi postingan. Biarkan saja. Biarkan tulisan ini mengalir apa adanya.

Tulisan kali ini bukan cerpen kecoa atau kacang rebus lagi. Tulisan kali ini spesial buat komunitas terkece sepanjang masa; Blogger Energy! Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 3, Blogger Energy mengadakan berbagai lomba. sebagai anggota yang baik, aku nggak boleh melewatkan moment ini. Sudah ada setahun aku bergabung dalam Blogger Energy, tapi belum pernah melakukan apa-apa untuk komunitas yang berjasa mengajariku untuk blogwalking dan jadi seorang blogger yang baik. Untuk menebus dosa, setidaknya aku ikut berpartisipasi meramaikan ulang tahunnya Blogger Energy. Meskipun telat dan udah mepet-mepet deadline. Ehehe.

Aku nggak mengharapkan apa-apa dari tulisan ini. Sungguh. Dengan menuliskannya saja sudah membuatku bahagia. Hahaha~ Gombal ae, Rim.

Di bulan yang berbahagia ini, izinkanlah seorang Rima menyampaikan apa yang ia rasakan selama di Blogger Energy.

Blogger Energy (BE). Sejauh ini aku baru menemukan komunitas blogger – yang syarat untuk bergabungnya – menuliskan sebuah postingan perkenalan. Saat itu aku menulis ini; "Salam Sapa Blogger Personal". Di situ jelas banget aku menceritakan bagaimana menemukan dan memutuskan untuk menjadi bagian dari BE. Aku ingat saat pertama kali gabung BE pada tanggal 12 Agustus 2014. Oke, aku ralat. Aku nggak ingat. Sebenarnya itu tanggal postingan prasyarat jadi anggota. Hhh. Aku mah pelupa.

Sejak aku menjadi bagian dari Blogger Energy, semuanya berubah…. Viewers aku bertambah setiap harinya, yang komentar banyak dan panjang-panjang, aku pun jadi agak rajin dan konsisten dalam ngeblog, dapet semangat baru dari setiap komentar, dapat kenalan baru, dan makin akrab karena sesekali kopdar sama Gyerz. Selain itu henpon aku pun jadi tidak sepi lagi, karena notification dari grup WhatsApp BE. Luar biasa. Meskipun akhir-akhir ini chat di grup WhatsApp BE jadi sepi. Hanya sesekali rame, kemudian sepi lagi. Pasang surut kayak air laut. Meskipun pasang surut, semoga Blogger Energy nggak akan pernah kering, ya. Selalu menghasilkan karya-karya hebat.

Sejauh ini, aku belum pernah lama-lama dalam sebuah hubungan. Setahun bersama BE, itu udah termasuk prestasi buat aku. Andai saja BE ini makhluk hidup… Hahaha. Maaf, kelepasan.

Apa kira-kira yang membuatku sebagai anggota BE bisa bertahan lama? Kenyamanan? Iya, di Blogger Energy ini aku mendapatkan kenyamanan yang belum aku dapatkan di komunitas blogger yang lain. Meskipun anggotanya sedikit, tapi solid. Semoga makin lama anggota BE semakin banyak dan makin yahuuud.

Aku tahu, setiap komunitas pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti halnya Blogger Energy pun ada kekurangannya.

Ngg… sebentar… emang apa kekurangannya? -___-

Kayaknya nggak ada, deh. Aku nggak lihat. Hahahahaha.

Mungkin, ramein lagi aja grupnya. Biar henpon aku nggak sepi. Nanti aku bantu ngerusuhin, deh. Hehe.

Ini postingan apa, sih? Kebanyakan ketawa sendirinya. Maaf, ya. -_-

Seperti halnya seorang anggota kepada komunitasnya, ia memiliki harapan-harapan yang menganga. Sebagai seorang Gyerz yang nggak pernah memberikan apa-apa ke BE, aku berharap BE makin rame lagi, makin kompak, mengadakan kopdar akbar, buat buku lagi, dan sering bagi-bagi pulsa gratis. Hehehe.

Untuk Rangernya Blogger Energy, semangaaaat teruuuuus. Aje kendooooor. Taariiiiik maaang!


Terakhir... kayak lirik lagunya HiVi! di atas tadi, siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?
Lagi dan lagi bersama Blogger Energy…. Asyik.


SELAMAT ULANG TAHUN YANG KETIGA, BLOGGER ENERGY!

PEACE, LOVE, AND GAWL! \m/


Genre Tulisan



Postingan aku kali ini bukan tentang fiksi, aku mau curhat. Jadi, kamu nggak perlu berpikir keras untuk menelaah apa yang aku tulis. Songong emang. Hahaha. :p

Aku mau bahas tentang genre. Bukan genre musik atau genre-genre yang lain. Ini tentang genre tulisan.

Akhir-akhir ini aku sering kepikiran sama tulisan di blog aku. Kadang isinya puisi, curhatan, cerpen, Flash Fiction, sama cerita nggak jelas. Tapi, akhir-akhir ini aku lebih sering nulis cerita fiksi gitu. Nggak tau kenapa, lagi suka aja. Tuh kan, kelihatan banget labilnya.. :(

Sedih. Blog aku terkesan kayak nggak punya arah dan tujuan. Kalau diibaratkan manusia, blog aku ini belum punya tujuan hidup. Berantakan. Gembel. Blog jelata.

Waktu aku lagi blog walking, dan mampir ke blog yang keren-keren kayak punya kalian, itu aku sering banget merasa minder. Ah, blog aku nggak ada apa-apanya. Cupu banget. Hufft. Aku sering membatin gitu. Rima lemah.

Terus, akhirnya aku berpikir, blog aku nggak bisa begini-begini aja, blog ini harus berubah. Aku pun menimbang-nimbang, genre tulisan seperti apa yang cocok untuk blog ini.

Setelah ribuan detik aku bersemedi, aku masih belum juga menemukan jawabannya. AAAAAAAAH!

Oke. Akhirnya aku pasang muka tembok untuk tanya sama si Pacar. Sebenarnya aku malu tanya-tanya hal kayak begini. Cupu abis. Haha. -_-“ Tapi mau bagaimana lagi, menurut aku dia lebih paham hal beginian. Aku pun bertanya tulisan seperti apa yang cocok untuk aku tulis. Dan si Pacar bilang, “Kayaknya kamu nulis fiksi aja deh. Kalo kamu nulis komedi gitu, nggak cocok. Kamu itu garing. Nggak lucu.”

(((((GARING)))))

Si Tae.

Kalo ngomong suka bener. Hahahaha. -_____-“

Pedes, sih. Tapi emang gitu kenyataannya. Jujur lebih baik daripada tidak jujur. Iya, nggak? :))

Aku memang garing kalo bercanda. Nggak cuma dia yang bilang gitu, temen-temen aku juga bilang gitu. Sedih? Nggak. Biasa aja tuh. :p

Mereka emang gitu. Kalo misalkan aku lagi bercanda, mereka nggak ketawa. Kalo aku lagi serius, lagi nggak bercanda, mereka malah ketawa. Sialan, kan? -_-

Makanya, itu alasan aku ngasih tagline di blog ini, “Nggak absurd, tapi diabsurd-absurd-in, biar absurd”. Nggak nyambung, ya? Tapi ngerti kan sama maksudnya? Ya udah, intinya gitu, sih. Blognya nggak lucu. :))

Balik lagi tentang genre tulisan yang akan dipakai untuk blog ini. Kalau boleh jujur, tadinya aku mau pake genre komedi gitu. Pfffttt~ Tapi, apa daya memang nggak cocok. Huwahaha. Terus, karena beberapa bulan yang lalu ada yang bikin kegiatan seru-seruan gitu, namanya #memfiksikan. Jadi, di situ setiap hari Jumat kita menulis fiksi dalam jenis apa saja sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Siapa saja boleh ikutan. Kamu pun boleh, jika berkenan. Hahaha. Kalo penasaran, follow aja twitternya di @memfiksikan. :)

Dan ketika aku menulis fiksi, entah kenapa lebih banyak yang ngasih komentar. Sebagian kecil bilang bagus, keren, dan sebagainya. Sebagian besarnya bilang nggak ngerti sama maksud dari ceritanya apa.

“YA TUHAAAN, INI APAAAA? KENAPA NGGAK ADA YANG COCOK DI AKU? KENAPAAAA?” – Rima, Tulang rusukmu yang tersakiti.

Lebay.

Sebenarnya, tulisan aku lebih rame yang komentar di fiksi daripada komedi. Kalo fiksi, aku masih belajar, belum jago, masih amatir, tapi aku suka berpuitis gitu. Kalo komedi, aku buruk di situ, garing, tapi sesekali aku pengin curhat tentang hal absurd yang aku alami. Jadi, gimana? Hahaha. Dilema banget ini. Tolongin Princess, dong. :(

Nggg…

Setelah aku pikir-pikir lagi...

Ini kan blog aku. Bebas dong mau aku isi dengan apa aja. Aku tetap mau menulis cerita fiksi dan sesekali menulis curhatan absurd yang garing. Menulis cerita fiksi, aku memang suka. Dari dulu aku suka bikin cerpen di note facebook. Wakaka. Mengenai menulis curhatan absurd, nggak apa-apa deh garing, toh emang blog ini tagline-nya sudah begitu. Terserah ada yang mau baca atau nggak, yang penting aku tetap menulis. :))

Yaelaah, tapi masa kalian tega, sih, nggak mau baca tulisan aku? Baca, ya? Ya? Love you. :*

Yap. Karena dari sekian banyak genre, tulisan aku nggak ada yang cocok untuk masuk ke genre tulisan yang mana. Jadi, aku tetapkan kalo blog ini akan membuat genre tulisan sendiri, yaitu “Garing-garing romantis”. Kenapa? Aneh, ya? Nggak apa. Udah banyak, kok, yang bilang aku aneh. Hahaha.

Kenapa harus garing-garing romantis? Karena, aku bakal menulis curhatan dan cerita yang garing, namun tetap romantis. Ya, meskipun tulisan aku ini garing, nggak bisa bikin kamu tertawa, setidaknya tulisan aku ini bisa bikin hati kamu tersentuh, kemudian jatuh… padaku. Hahaha. Daripada romantis-romantis garing, itu sama aja kayak kamu lagi gombal-gombalin seseorang, tapi si doi nggak ngerti dan jatuhnya jadi “krik”. 

Ya udah. Jadi, intinya blog aku sekarang udah punya tujuan hidup. Yang Insya Allah nggak berantakan, nggak gembel, dan nggak jadi blog jelata lagi. Huahahaha.

Oh, iya, gimana sama kamu? Pernah bingung sama genre tulisan kamu nggak? Atau kamu sudah punya genre tulisan sendiri? Cerita-cerita, yuk, di kolom komentar. :3

Demi kedamaian dunia, aku mohon dukungan, kritik, dan sarannya untuk blog ini.


Terima kasih.

Sekian.