Tampilkan postingan dengan label give away. Tampilkan semua postingan

Metamorfosis Tulisan Wortel



Alkisah ada sebuah keluarga kecil di tengah hutan. Sangking terpencilnya, tak pernah ada yang tahu bahwa ada kehidupan di sana, kecuali hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalam hutan.

Keluarga kecil ini membentuk kerajaan sendiri. Kerajaan Wortel. Begitu mereka dan penghuni hutan lain menamainya. Sebab, istana mereka yang sederhana itu dikelilingi oleh tanaman wortel yang tumbuh subur.

Di sana tinggallah seorang Raja bernama Kusmiran, beserta Ratunya bernama Susiah. Raja dan Ratu tersebut dikaruniai 2 orang anak. Anak pertama bernama Hesti Aprina sebagai Putri Wortel, dan anak kedua bernama Heru Arya sebagai Pangeran Wortel.

Sebelum mereka membentuk kerajaan di dalam hutan, sebenarnya mereka berasal dari kerajaan yang berbeda. Kusmiran dari Kerajaan Terong, dan Susiah dari Kerajaan Cabe.  Dua kerajaan yang selalu berselisih dan tidak jarang saling berperang, hanya untuk menunjukkan siapa yang paling hebat. Oleh karena itu, Kusmiran dan Susiah tahu kalau orangtua mereka tidak akan pernah berdamai. Akhirnya, Kusmiran dan Susiah yang sudah terlanjur saling jatuh cinta itu memutuskan untuk kawin lari dan menikah di dalam hutan. Dengan kudanil sebagai penghulunya dan alam yang menjadi saksinya.

Sejak saat itu, keluarga wortel akrab dengan harimau, macan tutul, kelinci, komodo, dan penghuni hutan lainnya. Raja dan Ratu sangat bersyukur karena bisa tinggal dengan damai di dalam hutan, namun tak jarang mereka juga merindukan kerajaannya masing-masing.
"Yang mulia, aku rindu Ayah dan Ibu," ucap sang Ratu dengan sendu.
"Aku pun begitu, sayang. Namun, kau tahu sendiri, tidak akan pernah ada yang bisa membuat Kerajaan Terong dan Kerajaan Cabe berdamai. Kecuali.. Kecuali keajaiban." ujar sang Raja sembari merangkul istrinya. Berusaha menenangkan.

Raja dan Ratu duduk di balkon sambil menatap lurus ke arah luar hutan. Menerawang. Berharap ada keajaiban datang. Tanpa menyadari, bahwa dari tadi ada yang menyimak pembicaraan mereka. Heru Arya sang Pangeran Wortel.

Pangeran paling tidak bisa melihat orangtuanya bersedih. Pangeran pun pergi ke hutan bagian selatan dengan menunggangi elang kesayangannya. Dia sudah biasa pergi ke sana, sekedar untuk menghilangkan keluh kesahnya.

"Meong, tunggu sini, ya. Nanti aku balik lagi," ucap Pangeran sembari mengikat elangnya di pohon.
"Iya Pangeran," jawab si Meong. Semua hewan di hutan ini memang bisa berbicara. Namun, tentu saja hanya keluarga wortel yang bisa berbicara dengan mereka.

Seluruh Kerajaan Wortel tahu kalau Pangeran sangat suka menulis. Di hutan bagian selatan ini ada rumah pohon yang dibangun oleh Raja, Ratu, dan Putri tahun lalu sebagai hadiah ulang tahun Pangeran. Pangeran senang sekali, karena rumah pohon itu sangat sejuk dan nyaman, cocok buat tempat untuk menulis.

Ketika di atas rumah pohon, Pangeran mulai mengeluarkan daun wortel dan bulu ayam dari karungnya. Lalu, ia pun mulai menulis...

Dear diare diary..
Hari ini aku sedih sekali..
Aku ingin memberi keajaiban untuk Raja dan Ratu..

30 menit berlalu... Pangeran sudah selesai menumpahkan keluh kesahnya pada 30 lembar daun wortel. Sekarang Pangeran sudah merasa lebih baik.

Sebelum pulang, ia menaruh 30 lembar daun wortel yang bertuliskan curhatannya itu ke dalam peti. Ia selalu menaruhnya di sana. Peti itu aman, karena selalu digembok dan dikunci. Pada penutup peti itu diberi ukiran nama: Harian Arya. 

Pangeran menatap petinya sejenak, tersenyum. Lalu Pangeran mencium.... keteknya. Ternyata bau. Karena Pangeran bau, dan merasa harus mandi, Pangeran pun pulang bersama elangnya.

***

"Aryaaaa, dari mana saja kamu naak?" teriak sang Ratu sambil membawa bambu runcing.
"Da.. dar.. dari rumah pohon Nyaak," Arya tergagap.
"HAPAAAH?! Sudah berapa kali Mami bilang, jangan panggil Nyak! Panggil MAMI! MA-MI!"
"...."

Setelah diberi ceramah selama 3.600 detik, Arya bergegas mandi, solat, makan, pup, lalu tidur.

***

Keesokan paginya, terjadi kegaduhan di Kerajaan Wortel. Pangeran Wortel menangis meraung-raung dan mencakar-cakar jamban, "HUAAAA KEMBALIKAN KUNCI PETIKUUUU! KEMBALIKAAAN! HUUAAAA DASAR JAMBAN SIALAAAN! HIKS HIKS." Namun, apa daya kunci peti tersebut telah hilang, sirna, musnah, lenyap tanpa jejak. Sejak kejadian itu, Pangeran mengalami depresi selama 1 abad.

Hingga pada abad berikutnya, Pangeran merasa rindu akan menulis. Seperti ada yang berteriak di dalam hatinya, "AKU INGIN MENULIS! INGIN! AKU SANGAT INGIN MENULIS! AKU HARUS MENULIS! OY OY OY! OOOOOYYY OY!" Ternyata hatinya Pangeran wota.

Sebagai kakak yang baik, Putri Wortel dapat mendengar suara hatinya Pangeran yang berteriak. Putri Wortel sedih dan merasa harus membantu adiknya. Ternyata Putri memiliki kebiasaan curhat dengan si Meong. Diam-diam ia pergi ke kandang Meong dan bercerita keluh kesahnya di sana. Meong menanggapinya dengan bijak.

"Jangan sedih lagi Putri.. Pangeran pasti akan segera melupakan kesedihannya. Karena, kesedihan dan kebahagiaan itu datang silih berganti."
"Iya, Meong.. Terima kasih sudah mendengarkan aku curhat."
"Iya, sama-sama, Putri."

Kemudian, mereka pun berpelukan. 

***

Tepat pada saat hari besar panen wortel, yang juga merupakan hari lahirnya Pangeran, Putri Wortel menemukan sebuah telur raksasa di kandang Meong. Kerajaan Wortel kembali gempar. 

"Maaamiii! Paaapiii! Aryaaa! Cepaaaat ke siniiii," sang Putri berteriak tak terkendali.
"Ada apa sayaang?" tanya sang Ratu.
"Kebiasaan deh kakak teriak pagi-pagi," omel sang Pangeran sambil membersihkan beleknya.
"Hoaaaam," sang Raja menguap.
"Coba lihat ini! Si Meong, elang kesayangan kita berteluuuur!"
"HAPAAAAAH?!" teriak ketiganya.
"MEONG! KATAKAN PADA KAMI SEKARANG JUGA, SIAPA YANG MELAKUKAN INI SAMA KAMU?! SIAPA, MENG? JAWAB!" Raja berteriak sambil mengguncang-guncangkan bahu Meong.

Sambil mendekati elangnya, Pangeran berkata, "Meong... Kamu tahu, kan, kalau aku dan keluargaku sangat menyayangi kamu?" tangan Pangeran memegang wajah Meong. "Kamu juga tahu, kan, banyak hal yang sudah kita lalui? tapi Meong, kenapa kamu tidak pernah bilang kalau selama ini kamu itu... wanita tulen?" 

Tidak ingin membuat Meong makin terpuruk, akhirnya keluarga wortel dapat menerima kehadiran sang telur yang tanpa bapak. Mereka pun mengurus, menjaga, dan mengeraminya bergantian. Hingga 224.5 hari kemudian, sang telur menetas.

Tak diduga-duga, yang keluar dari telur tersebut bukanlah seekor elang, tetapi 1 unit komputer beserta perangkat-perangkatnya dan 1 buah modem!

Keluarga wortel hanya melongo, karena tidak mengerti itu jenis spesies apa. Bentuknya sangat berbeda dengan induknya. Sang Meong pun mendekat dan berusaha menjelaskan, bahwa telur itu sebenarnya hadiah untuk Pangeran. Suatu keajaiban. Pangeran sangat senang, dan mencium Meong. Raja, Ratu, dan Putri hanya menatapnya terharu. Kini Pangerannya sudah kembali seperti dulu.

Tentu saja Pangeran belum mengerti cara penggunaannya. Tetapi, karena Pangeran adalah anak yang jenius. Pangeran mempelajarinya secara otodidak, berdasarkan buku panduan yang ada. Dan dari sanalah Pangeran mulai mengenal "blog".

Sementara itu, di dunia lain...
"Loh? Kenapa tiba-tiba jadi canggih gitu?"
"Ya, kan, rentang waktunya 1 abad. Wajar dong."
"Mana bisa begitu!"
"Yaelaah, lontong sayur! Terserah narator, dong!"
"Nnggg..."
"Apa lagi?!"
"Lontong sayurnya berapaan, ya?"
***

Sejak memiliki blog, Pangeran tidak pernah lagi menulis di daun wortel. Tulisan-tulisan di daun wortel itu, Pangeran tidak membuangnya. Biarlah itu menjadi bukti sejarah..

Kini, Pangeran tumbuh menjadi anak yang pandai, cerdas, lincah, luwes, dan bergairah... dalam hal menulis tentunya. Itu terbukti dari beberapa kali Pangeran mengubah nama blognya.

Metamorfosis Blog Tulisan Wortel

Pertama, Harian Arya. Pangeran memberi nama tersebut untuk mengenang curhatan di atas daun wortel yang ia simpan di dalam peti. Peti yang ditinggalkan sang kunci. Sang kunci yang bunuh diri ke jamban. 
Pada akhirnya,  blog yang Pangeran buat ini pun sama nasibnya dengan peti Harian Arya-nya. Pangeran lupa password-nya.

Tidak ingin bersedih lama-lama, Pangeran meneruskan lagi kelanjutan hidup blognya. Kali ini Pangeran menggunakan nama yang berbeda, sebab takut terulang dengan kejadian yang lalu. Dan nama blognya adalah Ocehan Arya. Entah apa yang dipikirkan oleh Pangeran pada saat itu, hatinya sendiri yang bergerak menuliskan nama itu. 
Namun, blog ini pun akhirnya menjadi usang, sebab Pangeran harus belajar dengan tekun untuk menghadapi UNMK (Ujian Nasional Memanah Komodo).

Pangeran Wortel kini sudah makin dewasa, kecintaannya akan menulis kian erat dan keinginannya untuk menjadi seorang penulis terkenal semakin melekat. Ia merasa nama Ocehan Arya ini sudah tidak cocok lagi sama pribadinya, akhirnya ia pun menggantinya dengan Sudut Lain Seorang Penulis. 

Sejak menggunakan nama ini, blognya makin dikenal oleh orang-orang di luar hutan sana, yaitu Kerajaan Terong dan Kerajaan Cabe. Tetapi, tiga bulan kemudian Pangeran merubahnya lagi dengan Tuwor (Tulisan Wortel). Kali ini dengan alasan kepanjangan dan susah diingat.

Lalu, karena Pangeran merasa nama Tuwor itu asing di telinga, dan yang lebih parah, pernah ada yang menyangkanya Tumor. Maka dari itu, Tuwor berubah menjadi Wortel Hidup. 

Dari Wortel Hidup berubah menjadi Tulisan Wortel. Pangeran Wortel tidak ingin melupakan sejarah pertama kali ia menulis di atas daun wortel, selain itu Pangeran beranggapan bahwa wortel memiliki sisi yang ia rasa cocok dengan kepribadiannya. Oleh karena itu, Pangeran memberi nama blognya Tulisan WortelDan pada akhirnya, inilah puncak dari metamorfosis blog Pangeran.

***

"Rajaaaaa! Ratuuuuu!" Pangeran lari tergopoh-gopoh ke balkon.
"Ada apa anakku? Mengapa kamu lari-lari seperti anak kecil?" tanya sang Raja dengan heran.
"A.. A..."
"Apa, Arya?" tanya sang Ratu bingung melihat anaknya tiba-tiba gagap. 
"A.. A... Ada.."
"ADA SETAN?? ADA APA?! Kamu mau jawab, atau Mami kutuk jadi gantugan kunci?!"

Pangeran yang sangat tidak menginginkan untuk berubah wujud menjadi gantungan kunci pun langsung hilang gagapnya.
XAZSSSSSSSS
"Ada Terong-terongan sama Cabe-cabean berkelahi di halaman depaan!"
"Hah??" Raja dan Ratu teriak berbarengan. "Maksud kamu, Terong sama Cabenya lagi tarung tinju?!" teriak sang Ratu.
"BUKAN MIIII. Coba deh lihat ke sana!"

Raja, Ratu, dan Pangeran pun secepat mungkin pergi ke halaman depan. Biar lebih cepat, mereka naik elang. Sampai di depan, Raja dan Ratu tercengang melihat apa yang ada di hadapannya. 

"AYAH... IBU..." ucap Raja dan Ratu berbarengan. Seketika perkelahian antara Raja-Ratu Terong dan Raja-Ratu Cabe berhenti. Tak bisa berkata-kata lagi, ratusan detik mereka habiskan dengan menangis sambil berpelukan. Pangeran dan Putri hanya menatap haru dalam diam.

"Susiah, ini anak-anak kamu?" tanya sang Ratu Cabe.
"Iya, Bu."
"Yaampuuun lucu bangeeet. Gimana buatnya? Eh, ikut Ibu aja yuk, pulang ke Kerajaan Cabe. Ajak anak-anak kamu juga," ucap Ratu Cabe sambil menyubit pipi Pangeran.
"Nnggg gimana ya, Bu.."
"Eh! Enak aja si cabe-cabean ini! Tentu saja anak-anak Kusmiran ini akan ikut pulang ke Kerajaan Terong! Iya kan, Kusmiran?" ujar Ratu Terong.
"Nnggg tunggu dulu, Bu.." 
"Heh! Dasar kurang hajar si terong-terongan!" Ratu Cabe murka dan hendak merusak alis Ratu Terong yang sudah dibuat susah payah.
"BERHENTIIIIIII!" Kali ini Pangeran Wortel yang murka. Ia sudah tidak tahan lagi.

Pangeran Wortel harus menengahi mereka, sebelum terjadi adegan berdarah di sana. Pangeran meminta penjelasan; bagaimana mereka bisa sampai di Kerajaan Wortel, dan apa tujuannya.

Menurut keterangan pelaku, ternyata mereka bisa sampai di Kerajaan Wortel karena membaca blog Tulisan Wortel milik Pangeran. Tulisan Pangeran kini sudah menyebar luas, terkenal, dan banyak yang membacanya. Mereka mendapatkan informasi tersebut dari penduduknya. 

Berdasarkan alamat kerajaan wortel yang dituliskan pangeran pada blognya Tulisan Wortel, mereka pun menyusulnya ke tengah hutan. Dan mereka tidak menyangka kalau anak mereka masih hidup. Raja dan Ratu dari Kerajaan Terong dan Cabe tidak sengaja dateng berbarengan ke Kerajaan Wortel. Namun, mereka ke sini karena memiliki tujuan yang sama yaitu; mengajak pulang anak-anaknya, Kusmiran dari kerajaan Terong dan Susiah dari kerajaan Cabe.

Setelah mendengar penjelasan mereka. Raja Wortel memutuskan untuk tetap tinggal di Kerajaan Wortel. Namun, Raja Wortel memberi kebijakan; Raja dan Ratu dari Kerajaan Terong dan Cabe tetap dapat menemui cucu-cucunya. Dengan syarat; Kerajaan Terong dan Kerajaan Cabe harus berdamai.

Sejak saat itu, Kerajaan Terong dan Kerajaan Cabe pun berdamai. Kemudian, ketiga Kerajaan itu bergabung membentuk Kerajaan Wortel dan Terong Dicabein. Semua ini berkat tulisan Pangeran. Mulai dari tulisan di atas daun wortel, hingga menjadi tulisan di blog, yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Merupakan suatu proses yang harus dilalui untuk mencapai keajaiban. Pangeran pun berjanji untuk tidak pernah berhenti menulis hingga sampai akhir hayatnya. Ia akan terus menulis, menyebar keajaiban. Dengan melalui Tulisan Wortel, Pangeran akan membuat tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. 

Akhirnya, Pangeran bersama Kerajaan Wortel dan Terong Dicabein hidup bahagia selamanya...


"Keajaiban tak selalu datang, namun kita dapat membuatnya. Jika keajaibanmu telah datang, berarti metamorfosismu telah sempurna." – @rimatakatta


Judulnya Labil


Postingan ini Judulnya Labil. Isi tulisannya pun sudah pasti tentang labil. Tidak terkecuali penulisnya, labil itu sendiri sudah menjadi nama tengahku.

Jangan senang dulu deh, jangan pernah berpikir bahwa kamulah manusia satu-satunya paling normal yang nggak pernah terjangkit virus labil. Wahai kecebong hanyut, perlu kalian ketahui bahwa setiap umat manusia di muka bumi ini pasti pernah terjangkit virus labil. Rima bersabda;
Apabila diantara kalian benar-benar tidak pernah mengalami kelabilan, berarti (yang) diantara kalian itu bukanlah manusia. - HR. Rima bin Abu-abu
Sebab, sebelum memasuki proses dewasa tiap manusia mengalami kelabilan. Apalagi tentang cinta. Cintanya ABG (Anak Baru Genderuwo) yang paling random. Baru juga bilang jatuh cinta ke Genderuwo yang chubby, tapi 0,001 detik kemudian bilang jatuh cinta ke Genderuwo yang berlesung pipi. Itu jatuh cinta apa kecepatan cahaya?

Mengenai 'labil', tersangkanya tidak melulu ABG kok, seringkali anak bayi, orang sok dewasa, orang agak dewasa, orang dewasa aja, orang dewasa banget, dan orang sok agak dewasa banget.
Perihalnya pun bukan hanya tentang cinta. Hal-hal yang sepele sekalipun bisa menjadi permasalahan labil. Misalnya tentang (maaf) boker . Iya, yang biasanya setiap pagi (maaf) BOKER pasti tapi waktu pelaksanaannya entah kenapa nggak jadi. Namun, pas udah mandi, udah pakai baju rapih tinggal berangkat sekolah/kuliah/kerja eh hasrat ingin BOKER pun muncul kembali. Yeah~ Organ dalam tubuh pun bisa labil~

Jadi, dapat disimpulkan bahwa; labil adalah kondisi di mana seseorang/sesuatu mudah berubah tanpa alasan yang jelas. Namun, untuk kondisi yang susah berubah dengan alasan yang jelas itu adalah perasaanku padamu.

Sebagai manusia yang berstatus 'orang agak dewasa', aku akan sedikit berbagi cerita mengenai kelabilanku selama menjadi blogger sejak tahun 2010 namun baru-baru ini aktif di akhir tahun 2014. Simak baik-baik ya...


Satu: Alamat Blog
Dari awal tahun 2010 hingga 2015, blog ini sudah beberapa kali mengalami pergantian nama untuk alamat blog dan sudah beberapa kali pula memotong kambing untuk syukuran karna ganti nama.

Awalnya alamat blog ini ryms-deangelo.blogspot.com. Kenapa 'deangelo'? Karena waktu itu aku lagi ngefans-ngefansnya sama Brandon De Angelo. Siapa itu Rim? Brandon adalah dancer cilik yang dulu jadi kontestan di acara IMB (Indonesia Mencari Bakat). Enngg yang mana itu sih Rim? YAELAH MARBOT MESJID! YAUDAHLAH YA NGGAK PENTING. LUPAKAN!

Terus karena merasa sudah tidak ngefans lagi sama Brandon (fans karbitan -_-) dan sadar kalau nama itu alay banget, akhirnya aku memutuskan untuk mengganti nama alamat blog yang lebih keren. Lalu blog ini pun berganti nama menjadi.... sesuap-cuapan.blogspot.com. INI APA?? "SESUAP". HAH?! SIAPA YANG MAU DISUAP?? YA TUHAAAAN! -___-

Karena gagal keren, aku pun berkelana mendaki lembah lewati gunung bertapa mencari kitab suci demi mendapatkan sebuah nama yang lebih berperikebloggeran. Singkat cerita (karena kalau nggak disingkat ceritanya pedih gaes, hahabohonghaha) blog ini pun mendapatkan sebuah nama yang Insyaa Allah lebih bermakna dari sebelumnya rimiracle.blogspot.com. Maknanya apa, Rim? Maknanya, rimiracle adalah gabungan dari kata rim dan miracle. Rim yang berarti Rima (nama pemiliknya), dan miracle yang berarti keajaiban. Jadi, penulis berharap blog ini dapat memberikan keajaiban dan manfaat dari tulisan-tulisannya yang aneh bin ajaib buat pembacanya. Bilang "aamiin" dong. :p

Terhitung sudah 2 kali ganti nama. Labil banget kan? Mungkin ini labil yang paling hina. -_- Tapi sejak memakai nama rimiracle, blog ini jadi banyak pengunjungnya. Mungkin benar kalau nama adalah sebuah doa. Insya Allah blog ini nggak berganti alamat lagi. Paling ganti domain saja. Semoga. :))


Dua: Template Blog
Nyang enih mah nggak usah dijabarin panjang lebar ye. Rata-rata para blogger pernah ngalaminnya; labil dalam template blog. Suka ganti-ganti template. Awal-awal ngeblog, aku dalam sehari bisa tiga kali ganti template. Ini ganti template apa minum obat? Mulai dari template yang cute; bunga-bunga unyu gitu,  template yang gothic; bernuansa hitam merah darah-darah, template yang pakai background foto sendiri, template yang full colour; warna pelangi dimana-mana, dan template yang full yellow; bertebaran eek dimana-mana. Yang terakhir bohong. Yaudahlah ya maapin aja, masih mending ganti-ganti template blog dari pada ganti-ganti pacar. Hvt. :')


Tiga: Jumlah Postingan per Hari
Waktu zaman spongebob berburu ubur-uburnya masih memakai jaring yang terbuat dari koteka, blog ini pernah mengapdet 3-6 postingan per hari. 


Jangan liaat yang komentarnya ada berapa. Please. -_-

Lalu habis itu aku sempat vacum, vacum cleaner selama beberapa bulan. Baru deh apdet lagi. Itu juga jarang-jarang, sebulan bisa cuma 1 kali atau bahkan gaada sama sekali. Blog ini kayak rindunya pasangan LDR, pasang-surut.
Ini termasuk labil nggak?


Empat: Kandungan Postingan
Berkat kolaborasi antara otak dengan jemari yang dianugerahi Tuhan untuk menciptakan keajaiban. Blog ini menghasilkan postingan yang mengandung tulisan-tulisan aneh bin ajaib.
Ajaib kadang berupa puisi dari hati, cerpen hasil imajinasi sendiri, tentang band yang saat itu digemari namun sekarang udah punah, curhatan seorang siswi SMA yang lagi rentan-rentannya galau, ramalan zodiak, atau sekedar curhatan absurd tentang mimpi... mimpi kalajengking.
Nggak jelas arah dan tujuannya kemana. Labil. Meskipun sampai sekarang pun tulisan di blog ini masih aneh bin ajaib, anggaplah sang penulis sedang belajar. Setidaknya blog ini sudah memiliki tujuan dengan memilih genre Personal, Personal Blog.
Karna blog personal, milik sendiri, boleh dong isinya tentang apa aja. *masih aja* :p


Lima: ......
Labil yang ke lima, nggak tau mau ngisi apaan lagi. Tadinya bagian ini udah dihapus, cukup empat aja. Tapi ujung-ujungnya ditulis juga. Yaa aku sih cuma mau nambahin aja biar ganjil. Karna sesungguhnya Allah menyukai angka-angka yang ganjil. Udah gitu aja. :p

"YAELAAAH CETAKAN KUE PANCONG NGESELIN YE!"

"BERISIK BANGET DAH KUAH OPOR! EMANG SITU SIAPEE??"

"YA ALLAAH, INI IBUMU NAK, IBU YANG MELAHIRKANMU!"

"......"

*brb sungkem*ambil baskom isi aer*celupin kaki ibu*minum aernya*diare satu minggu*


(Bukan) Pesan Terakhir:
Sama halnya seperti cinta. Labil dapat datang pada siapa, dimana, dan kapan saja. Bagaimana pun caranya dan apa pun bentuknya, labil itu pasti akan hadir. Pada akhirnya, semua tergantung pada kita yang menyikapinya. Sebagai insan yang paling mulia di muka bumi ini, sebisa mungkin konsisten itu ada pada diri masing-masing. Apalagi para pria, karna pria yang dipegang adalah ucapannya. Hahaha.


"Kadang Senang, Kadang Sedih,Seringkali Gila,Namun Tetap Berkarya"- Mahfud Ridwan
Ciee~



WARNING!
LABIL STADIUM AKHIR

Liburan Impian

      


      Langit soreku abu-abu. Diikuti angin yang perlahan menyentuh keningku malu-malu saat aku mengupil dengan jempol kakiku tanpa malu. Membuat suasana sore semakin sendu, tapi tidak denganku. Aku masih berusaha dengan jiwa ragaku untuk menggali 'emas' dengan jempol kakiku sendiri. Tidak, maksudku 'emas' yang sedang digali ini ibarat impian yang harus diraih, tentunya dengan usaha sendiri. Tahukah kau? Impian yang begitu kuat akan terhubung kedalam mimpi. Aku memiliki impian dan ia begitu kuat, kemudian mimpi itu pun dimulai...


         Bruk! Bokongku berhasil mendarat di jalan yang... hey! Cepat-cepat aku bangun. Ini dimana? aku berada ditengah-tengah orang berlalu-lalang. Terdengar deru kereta api, aku tak mengenal tempat ini namun seperti pernah melihatnya. Udara lembut melintas, tercium aroma yang sudah amat kukenal ditempat yang tidak kukenal. Seperti aroma bangkai tapir. Baru kusadari bahwa ini bau kentut. Milikku. Ukh~ -_-
Kulihat sekeliling, dan seperti "your dreams come true" aku melihat patung Hachiko! UWAAAAAH!!


http://r.search.yahoo.com/_ylt=A2oKiHG6O5lUlB0Ax47WQwx.;_ylu=X3oDMTBxNG1oMmE2BHNlYwNmcC1hdHRyaWIEc2xrA3J1cmwEaXQD/RV=2/RE=1419357243/RO=11/RU=http%3a%2f%2fsc4you.blogspot.com%2f2010%2f05%2fkisah-hachiko-si-patung-anjing-di.html/RK=0/RS=cXq0t_12ETfj0jNx5eD3wKSwjBE-
Source




        Aku memang berangan-angan untuk liburan kesini, ke Jepang! Kenapa Jepang? Karna banyak hal yang aku suka dan aku kagumi disini. Patung hachiko ini salah satunya. Bukan, bukan karna patung ini akan berubah menjadi pangeran yang tampan jika dicium wanita, tapi aku kagum karena kisahnya yang menyentuh tentang kesetiaan tiada akhir... Pernahkah kau mendengarnya? Cerita tentang seekor anjing yang mengantar dan menunggu tuannya di Stasiun Shibuya, tak menyadari bahwa suatu ketika tuannya meninggal. Meski tuannya tak pernah ada lagi di stasiun tersebut, Hachiko dengan setia menunggu tuannya di tempat yang sama selama 9 tahun sampai akhirnya ia mati. Aaaaah cukup! Aku tak mau membuang-buang waktu lagi. Langsung saja kuambil handphone-ku dan selfie dengan patung hachiko sampai 100 kali. Tak peduli atas tatapan mereka yang menatapku bagai serpihan kutil yang bertebaran dipipi, abaikan saja.


       Baru saja sampai selfie yang ke-99,9 tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan kau tahu siapa? Shinichi Kudo!

Calon Imamku
Anjiiiiiir Shinichi Kudo, girls! Boleh pingsan? Oke terimakasih. *pingsan*
2 jam 5 menit 1462 detik kemudian.... aku sadar sudah dipangkuan Shinichi. Ini mungkin impianku yang paling liar. Bagaimana mungkin didunia nyata, aku bisa bertemu Shinichi Kudo yang ada di Anime? Namun, sungguh saat ini Shinichi berada tepat didekatku.
"Rim? Sudah sadar?" ucap Shinichi, sembari memegang pipiku.
"Sudah" Kataku tersipu malu.
"Lama sekali pingsannya, kukira kamu sudah mati. Hahaha" 
"....."
Kampfretos sekalienos. Untung saja dia ganteng, kalau tidak pasti akan kucabuti rambut alisnya sampai botak hingga dia bisa melihat yang namanya tuyul. HAH!
"Rim, coba bangun, lihat apa yang ada disebelah disana.."
Kuredam emosiku tadi. Tak ingin merusak suasana yang ada, langsung aku bangun dari pangkuannya. Dan....

Source

Subhanallah... Indahnya... Sangking indahnya, air mataku keluar dari hidung. Ini namanya Ueno Park! Wisata di Jepang tepatnya di Taito, Tokyo yang sangat terkenal dengan bunga sakuranya yang sangat indah. Meskipun indah, bunganya sangat tidak enak. Iya, aku sempat memakannya satu, satu ranting. Itu karna Shinichi yang memintaku untuk memakannya. Untung aja cinta. Errrrgh~


        Baru saja bertemu beberapa jam yang lalu, namun kami sudah merasa nyaman. Tibalah puncak dimana Shinichi akan memberikan sesuatu padaku. Di bawah pohon sakura nan elok, Shinichi menggenggam tanganku perlahan, dan mengambil sesuatu di sakunya. Sembari menyuguhkannya padaku dia berkata dengan romantisnya "Will you marry me?"
Astagaaaa rasanya sebentar lagi perutku akan meledak, sanking bahagianya! Baru saja aku mau menjawabnya, tiba-tiba ranting pohon sakura yang berada tepat diatasku jatuh menimpaku. "Yes, I... I... Aaaaaaaaaa!!" ---------"Aaaaaaaaaak!!"  Bruk! Kali ini aku terjerembab dikolong tempat tidur dengan posisi jempol kaki yang masih di hidung, ternyata hanya mimpi, ini efek dari impianku yang begitu kuat. Kecewa? Tidak. Setidaknya aku sudah merancang liburan yang kuimpi-impikan dengan matang, dan membayangkannya membuatku bahagia. Karna aku percaya bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan. Tentunya dengan usaha dan berdoa. Semoga terwujud. O:)

Hitam (Tak) Bersyarat


Hitam tak bersyarat. Ini tentang hitam dan tentang syarat tetapi tidak pula ini tentang aku ataupun kamu. Bingung ya? sama.
Aku hanya ingin menulis tentang hitam yang (tak) bersyarat, seperti tulisan ini yang berwarna hitam begitu saja disetiap hurufnya. Entah kenapa tulisan ini berwarna hitam, padahal biasanya memang berwarna hitam. Alhamdulillah, aku beruntung background blog ini bukan berwarna hitam, kalau iya tentu saja tulisan ini tidak bisa dibaca oleh kalian, fans. 

Sekarang aku sedang menulis tentang hitam (tak) bersyarat untuk mengikuti giveaway tentang hitam yang bersyarat. Kenapa bersyarat? Karna tulisan "hitam" ini jika menang akan mendapatkan hadiah. Yuhuuu ~~~\o/

Jadi, hitam tak bersyarat ini seperti Aku yang dilahirkan begitu saja tanpa syarat. Aku yang begitu saja hitam tanpa syarat. Dan aku yang dilahirkan hitam tanpa syarat begitu saja. Jangan bingung, ini hanya permainan kata, biarlah... daripada aku mempermainkan hati. Hei, tapi sungguh aku benar dilahirkan hitam. Kalau kata tetangga tetangganya tetanggaku, ini karna rasa sayangnya ayahku lebih besar, dan mereka biasa memanggilku dengan "hitam manis". Eits, jangan dulu meludahi tulisanku, aku beneran manis tau! Karna aku sudah pernah mencicipi, kulitku...

Baiklah, aku pun memiliki dua titik hitam yang tak bersyarat. Dua titik hitam yang selalu mencari sosok ksatrianya. Ksatria yang membuatnya hingga penjadi perindu yang setia. Dua titik hitam ini yang akhirnya membawaku padamu, begitu saja, tanpa syarat.
Kamu pun memilikinya, hanya saja kedua titik hitammu itu belum berhasil menemukanku. Entahlah, hanya karna ia sedang kelelahan dan beristirahat sebentar, atau ia memutuskan untuk menyerah lebih awal, atau memang ia tidak ada niatan untuk mencari. Jadi, bagaimana aku harus menyebutnya? Entahlah, barbie yang kepalanya hampir potel pun tidak tahu harus bagaimana..

Tanpa pernah kau sadari, masalalu aku telah hitam begitu saja, tanpa kuminta, tanpa syarat. Kau yang melakukannya, ksatriaku. Begitu hitam dan pekat hingga tak terlihat olehku. Pada akhirnya yang terlihat hanya masa-masa dimana kedua titik hitam milikku menemukanmu meskipun tidak ada 'saling' disana. Aku tidak sedih, sudah kubilang aku sekarang menjadi perindu yang setia. Setia pada dua titik hitam yang sampai sekarang belum diketahui akan, sedang, atau tidak mencarinya. Aku tidak memaksakannya untuk 'akan', tetapi sungguh aku samasekali tidak menginginkan 'tidak', aku hanya berharap 'sedang' denganmu. Kedua titik hitamku menyiratkan banyak doa.

Aku memutuskan untuk menjadi pengagum kedua titik hitam milikmu, yang berarti aku harus siap menanggung segala resiko yang ada. Walaupun hitam sering disangkut pautkan dengan hal-hal yang mistis, negatif, sesat, dan sebagainya, tetap saja tidak dapat menghentikan aku untuk berhenti mengagumi dua titik hitammu. Justru bagi aku, kedua titik hitammu itu yang selalu memberikan warna ditiap hariku (warna hitam, hahaha), memberiku kekuatan, entah kenapa seperti ada energi disana.

Matamu, yang kusebut dengan dua titik hitam selalu berhasil membuatku tenggelam didalamnya. Terlalu dalam hingga kau tak bisa melihatku. Aku sedang tenggelam, loh, kamu tidak mau menolongku? Kumohon selamatkan aku.. :(

Hei! Sebenarnya apa yang aku tulis? Aku mulai pusing, kepala barbie sebentar lagi mau potel :(


Hitam tak bersyarat yang aku tulis ini tentang hitam. Hitam yang berarti sesat. Tulisan ini tidak jelas kemana arah dan tujuannya hingga membuat kalian tersesat. Pada akhirnya tulisan ini berujung pada curhat colongan semata. Tidak apa-apa, kan? Maapin princess ya :(

Setelah aku pikir-pikir, aku timbang-timbang, dan aku timang-timang, daripada tulisan ini menyesatkan kalian lebih jauh lagi dan membuat kalian jatuh cinta padaku terlalu dalam, princess memutuskan untuk meludahi menyudahi tulisan tentang hitam tak bersyarat yang sarat menyesatkan ini. Oke. Byebye mumumumu~ :'3

"Artikel ini diikutsertakan pada #BlackGiveaway"



Tak Ada Rotan, Telur pun Jadi

Pada hari minggu kuturut ayah kekota yang cerah, didunia tabi matahari tersenyum manis...




eh? aku nulis apaan sih? -_-"
Ehem. Oke mari kita ulangi lagi dari awal. Supaya yang menulis ini mendapat pahala, yang membaca mendapat berkah, sehingga tulisan ini pun bermanfaat untuk teletubbies kita semua, maka marilah bersama-sama kita ucapkan lafadz basmallah "bismillahirrahmannirrahiim". 

Melihat judul diatas, postingan kali ini bukan membahas tentang pembuatan rotan, mengkonsumsi rotan, ataupun tentang rotan yang tertukar. Bukan. Tapi ini tentang telur yang naik haji. Bukan juga ding, oke serius.. ini hanya tentang telur dan kita (anak kosan). Tetapi bukan telur kita, karena kita tidak punya telur..... *krik krik krik*

Baiklah ini true story kawan, terjadi pada tanggal 8 juni 2014, simak baik-baik ya....

Menurut kalian, apa yang dilakukan anak kosan di hari minggu?
Mandi? Menurut aku, mandi di hari minggu itu hukumnya haram, apalagi mandi pagi-pagi haramnya mutlak ._.
Nyapu? Bersih-bersih? Kalau ini sih hukumnya sunnah. Iya kami pasti melakukan itu, tapi tidak jarang pula malas merasuki diri anak kosan~ haha .-.
Nonton doraemon? Hyaaaakk! Bentooool syekaliii! Yang satu ini hukumnya wajiiib! Aku suka banget nonton doraemon, soalnya doraemon lucu banget siiih kayak jenglot dibotakin :3
Tetapi, meskipun wajib, seringkali kita sebagai insan dimuka bumi ini melupakan kewajiban-kewajibannya. Astagfirullah... Begitupun aku, seringkali bangun kesiangan dan ketinggalan nonton doraemonnya. Kemudian aku akan menyesal, depresi, lalu bergayung dan ujung-ujungnya.... mandi. Oh My God, mandi... maafkan aku karena telah melakukan hal yang Engkau haramkan Yaa Allah.. :((

Kebetulan weekend ini aku nggak ada kegiatan apa-apa, padahal biasanya kalau weekend aku memang nggak pernah ada kegiatan apa-apa.
Jadi, aku sebagai anak kosan yang solehah dan rajin sikat gigi dimalam hari, akan memulai weekend ini dengan duduk didepan laptop kemudian online sepanjang hari. Iya, seperti ini..



Saat sedang asik-asiknya bercumbu dengan laptop, aku mendengar salah satu suara teman kosan aku (sebut saja namanya Mawar) berteriak kegirangan seakan baru saja memenangkan undian pergi kebulan naik onta gratiiiis! Waw! Langsung saja aku menghampiri dia yang sedang berteriak kegirangan diluar, siapa tahu aku bisa kecipratan diajak pergi kebulan naik onta. Lumayan kaan, dari pada lumanyun. 

Ketika jemari kakiku menginjak bagian teras kosan, aku menemukan sosok Mawar didepan pot bunga yang sudah tak terpakai. Mawar menoleh padaku, aku terkesima, kemudian mata kita saling bertemu. Aku berjalan kearahnya dengan perlahan namun pasti.., Mawar tersenyum padaku. Mata kami masih bertatapan. Ketika aku sudah tepat dihadapannya, aku berteriak "ADAAAAWW!!" damn! ternyata aku menginjak kerikil, aku lupa pakai sandal :(

Langsung saja aku bertanya pada Mawar;
"Hai kawanku yang super dan baik hatinya, apa yang terjadi? mengapa engkau berteriak heboh seperti tadi?" (oke ini lebay -_-)
Kemudian Mawar menjawab;
"hHaAhAha LiHaT iNi Rim, LiHaaTt! AdA tigA TeLur AyaM di DaLam PoT!!??!!" (baiklah yang ini alay -_-)


Aku terkejut! Mulutku ternganga, mataku bersinar cerah, jidatku melebar, jantungku berdebar, resletingku terbuka. *tutup resleting*
Ini lebih dari yang kubayangkan, lebih membahagiakan daripada menang undian pergi kebulan naik onta gratis! Bagi kami kaum anak kosan menemukan sesuatu yang bisa dimakan dengan gratis diakhir bulan itu lebih membahagiakan dan merupakan suatu anugerah, mukzizat, keajaiban, berkah, whatever apapun itu yang pasti telur ayam ini penyelamat hidup kami!


gambar diambil dari sini
Tetapi, sebelum kami bawa calon anak ayam ini, kami memeriksa, mencari, dan meninjau(?) apakah sang induknya ada disini atau tidak. Tentu saja, karena kami tidak mau memakan hak hewan lain.
Setelah ratusan detik kami menunggu dan mencari, namun tidak ada satupun yang mencari telur ini. Aku berpikir, mungkin ibu ayam ini sedang mencari suaminya yang sudah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran tak pulang-pulang. Bisa jadi... Aku gak nyangka ibu ayam bisa melakukan hal setega ini dengan anak-anaknya yang bahkan menetas saja pun belum. Asli ini sinetron banget..
Aku sedih ternyata tidak ada yang mencari telur ayam ini. Padahal  dalam hati.....

SENENG (PAKE) BANGET

Dengan sangat berbaik hati kami menyelamatkan ketiga telur yang yatim piatu ini. "Aku akan memberikan tempat yang lebih baik dan nyaman untuk kalian wahai para telur" , ujarku. *cium kening telur*

Agar telur ini tetap utuh dan terhindar dari gangguan apapun, aku akan menaruhnya ditempat yang aman, nyaman, dan bebas polusi. Yap, di kulkas. "Nah.. kamu yang tenang ya disini, baik-baik sama yang lain, tenang tempe, tahu, buncis dan mereka yang lainnya tidak akan menggigit kok", kataku kepada telur dengan lembut.

Setelah telur merasa aman, aku kembali melanjutkan aktivitasku yang tertunda tadi.
Entah kenapa aku merasa ada yang aneh, tiba-tiba angin berhembus, bulu kudukku berdiri. Sekilas kudengar suara anjing mengeong dan kucing menggonggong.  Kulirik jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi. Gila! Ini bukan malam jumat apalagi malam minggu, tapi suasananya horor banget. Aku mulai ketakutan.


gambar dari sini

Detik demi detik terlewati, saat-saat bercumbu dengan laptop pun masih dijalani sembari ditemani dengan lagu-lagunya Avril Lavigne yang nangkring di playlist, kuputar dengan keras untuk menghilangkan suasana yang horor tadi...dan berhasil.
Tiba-tiba kepalaku pusing. Kulirik jarum jam menunjukkan angka 12 dan menitnya menunjukkan angka 6. Sepertinya aku melewatkan sesuatu. Sesuatu yang sangat penting. Seperti memasukkan sesuatu kedalam mulut lalu mengunyahnya. Iya, makan. Aku lupa belum sarapan... Pantas saja, jadi tadi bukan suara gonggongan kucing dan ngeongan anjing, tapi cacing-cacing diperut aku. Mereka ganas dan liar. Huft. :(

Bahiklah, aku menyerah.. Aku akan memberikan kalian asupan wahai cacing-cacing yang liar! Bola mataku memutar perlahan, mencoba mengingat makanan apa yang masih aku punya di akhir bulan ini. Iya bisa kalian tebak, makanan penyelamat hidup anak kosan sepanjang masa... Mie Instan! Dan dalam waktu yang bersamaan aku ingat akan telur yang baru tadi pagi ditemukan oleh Mawar. Otakku mulai memanas. Sepertinya ini akan menjadi kolaborasi yang sangat hebat untuk mengalahkan cacing-cacing liar itu! *evil laugh*
Aku pun langsung meraciknya. Dan melahapnya dengan ganas.



Sekarang aku kekenyangan. Seperti separuh hidupku yang kosong ini terisi penuh. Perut yang penuh ini membuat otakku malas untuk bekerja. Jadi aku dipaksa oleh sang otak untuk tidak melakukan apa-apa. Baiklah...



Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa. Hanya duduk, bernafas, dan menatap tembok. Tatapanku kosong, pikiranku kosong, dan dompetku pun kosong.
Tiba-tiba aku merasakan aura-aura yang aneh. Ini seperti aura negatif, aku merasakan hal yang mistis (lagi!)..
Hembusan angin-angin halus menyentuh bagian tengkuk-ku, bulu ketiakku mulai berdiri. Aku merinding.
Ini berbeda dengan aura mistis yang pertama tadi, ini pasti aura kasih..
Sekarang mulai terdengar suara ayam berkokok. Bukan, kali ini bukan suara cacing diperutku lagi. Ini beneran suara ayam berkokok! Iya A-Y-A-M! Ritme nada berkokoknya dari yang rendah ke nada yang tinggi; "petok... petok..! petok.!! PETOK!!! petok... petok..! petok.!! PETOK!!!". Gila! teratur banget. Ini ayam pasti lulusan sekolah musiknya purwacaraka. Aku takut, aku mulai panik.
Aku mengintip lewat jendela, masih dengan ritme suara yang tadi si ayam sudah dengan posisi berdiri di atas pager kosan! 



Oh My God.... Tuh kan bener itu-ayam-beneraaan. Itu pasti ibu dari telur-telur ayam tadi, keliatan dari perutnya ada luka jait bekas sesar gitu. 
Ibu ayam itu mulai mengobrak-abrik pot bunga tempat dia bertelur. Melihat telurnya tidak ada, ibu ayam berkokok semakin keras. Otakku berpikir keras, tapi gak menghasilkan apa-apa, aku hanya bisa memanggil Mawar.

"MAWAAAR! MAWAAAR! KESINI BURUAAAN!"  
Mawar datang dengan tergopoh-gopoh; "ADA APA RIIM? ADA APAA?". 
"ITU TELUR TERNYATA MASIH PUNYA IBU! ITU IBUNYA BALIK LAGI NYARI TELURNYA! GIMANA NIH??" 
"HAH?! Yaudah balikin lagi aja Rim, balikiin buruaan!" 
"BALIKIN GIMANAAA? TELURNYA UDAH AKU MAKAN SATU" 
"........."
*kemudian hening yang sangat panjang*

Pada akhirnya, karena nasi sudah menjadi bubur, telur sudah menjadi ee*, aku mengambil jalan damai saja. Dengan nyali mental rambo dan wajah pinkan mambo, aku menghampiri sang ibu ayam tersebut untuk minta maaf kemudian sungkem. Indonesia pun kembali damai... Alhamdulillah...

Pesan moral:
Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ketepian
Sebelum mengambil sesuatu yang bukan milikmu dicek dahulu
Siapa tahu itu punya kang maman





“Postingan ini diikutsertakan dalam 1ST Anniversary Giveaway : Tunjukkan Keabsurdanmu”
Yuk ikutan disini. :)