Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan

Kisah Kasih Nyata (KKN)



Semester enam yang lalu aku habis KKN.

KKN : Kuliah Kerja Nyata. Udah gitu aja. Hhh~

KKN ini ada banyak jenisnya. Ada KKN Mandiri, KKN PPM Dosen, KKN Tematik, KKN Kebangsaan, KKN Revolusi Mental, dan lainnya. Meskipun banyak jenisnya, tapi kita tidak perlu mengikuti semuanya, cukup salah satunya saja. Toh, intinya sama-sama pengabdian kepada masyarakat. Dan aku sendiri kemarin memilih untuk ikut KKN PPM Dosen.

Bedanya KKN PPM Dosen ini dari KKN yang lain adalah kami tidak perlu repot-repot cari dana ke luar, karena dana yang digunakan untuk menjalankan program kerja KKN ini diberikan langsung oleh DIKTI. YAP! Sebagai seorang mahasiswi pecinta gratisan seperti aku tentu tidak boleh melewatkan hal yang satu ini. HHH~

Lalu, program kerja pun sudah ada. Jadi, kami hanya perlu menjalankan program kerja yang beliau (dosen) tentukan untuk diterapkan di suatu desa. Meskipun begitu, kami tetap membuat program kerja tambahan lainnya.

Kemudian, yang membedakan lagi, KKN PPM Dosen ini dilaksanakan pada saat kuliah, bukan pada saat libur semester. Jadi, hari Senin sampai Jumat kami kuliah seperti biasa, dan hari Sabtu sampai Minggu kami KKN. Ini semua berlangsung dari akhir bulan April 2016 sampai dengan akhir bulan Mei 2016, yaa kurang lebih selama 16 hari.
Kebayang, dong, serunya kayak apa?

YHA. SERU.

Yang biasanya kalau weekend bisa nyempetin pulang ke kampung halaman, ini enggak bisa. Tapi untungnya, pas waktu libur semester panjang, kami tidak perlu KKN lagi seperti teman-teman lainnya. Kami bisa mengisi waktu liburan dengan kegiatan lain. Dengan tidur berhari-hari, misalnya.

Hmm, segitu aja gambaran umum tentang KKN-nya. Sekarang aku mau bahas tentang kelompok KKN aku. Kelompok yang diberi nama : “KKN PPM BOKASHI”.

Nama Bokashi diambil dari nama pupuk yang dijadikan program kerja utama sang dosen, yaitu : Pelatihan Membuat Pupuk Bokashi. 

Kelompok kami berjumlah 36 orang, dan 1 malaikat tak bersayap yaitu; aku, jadi totalnya ada 37. Anggotanya dari berbagai macam fakultas. Ada yang dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan kayaknya udah, deh. ._.
Rame banget, kan? Biasanya, paling satu kelompok cuma 11 – 15 orang. Ini malah dua kali lipatnya. Yang perlu kalian ketahui, selama KKN berlangsung, kelompok kami tidak pernah utuh. Kadang ada yang tangan sama kakinya lepas, kepalanya lupa dibawa, hidungnya potel… eh, bukan, maksudku pasti ada saja yang tidak bisa hadir. Gitu. APA, SIH, RIM?! -_-

Perlu aku kenalin satu-satu teman sekelompok aku, enggak? Perlu aja, sih. Please… soalnya aku udah nyiapin foto mereka, nih. Bhaha. Aku kenalin, yaaa. Siapa tahu mereka yang jomblo, jadi tidak jomblo lagi setelah foto mereka aku pajang di blog yang suci ini. Yaa, siapa tahu gitu, kaan, kalian yang baca postingan ini dan kebetulan lagi jomblo juga, jadi kepincut sama salah satu dari mereka~

  
Bima Mulia : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan baru saja (maaf) putus. Di kelompok KKN jadi wakil ketua. Wakil yang lebih rajin dari ketua, nih. Soalnya ketuanya sibuk ngurusin Negara.

Agnessia Christine : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan sudah taken. Kebetulan takennya dengan salah satu teman KKN Bokashi. Cieee dapet oleh-oleh dari KKN. HAHAHA.

Tuti Andriyani : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, dan masih single. Orangnya gelian banget. Paling sensitif kalau disentuh. Iya, disentuh.... Tapi aku suka meluk Andri. Andriiih, sini aku peluuuk!

Annesa Nestiana Agustina : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan belum diketahui statusnya. Annesa sempat terkena musibah kecelakaan, jadi hanya bisa datang di awal dan di akhir. Tapi jago, deh, masih bisa sempatin buat datang. Oiya, si Barbie cantik ini sering bawa donat ke tempat KKN, loh~ :3 

Siti Aliasih : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, dan sepertinya sudah taken. Soalnya pernah bikin tulisan HBD gitu buat seseorangnya. Loh, kok, jadi ngegosip? Wqwq~

Brilliant Pratama : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, dan masih single. Orangnya diam-diam suka lawak. Lihat aja mukanyaaa. Lucu! HAHA. Seringnya dipanggil, "Bep". Berasa kayak lagi manggil pacar gitu. Ya, kan, Bep? ._.


El-Hadi Nashrullah : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan sudah taken. Waktu di awal aku pernah berantem sama dia. Lucu aja kalau diingat. Hahaha. Tapi sebentar doang, kok. Sekarang mah udah baikan banget. Ini makhluk paling muda di kelompok KKN Bokashi. Jiyee. Usia boleh muda, tapi wajah udah tua, ye. :p

Elsa Shulha : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan sudah taken. Kalau mau balik dari tempat KKN, sering dijemput pacarnya. Banyak yang menyayangkan si Elsa sudah punya pacar. Jadi, kapan nikah, Els?

Bintang : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Metalurgi, dan sudah taken. Pacarnya sering ikut ke tempat KKN. Uwuwuw~

Cikeu N Medina : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Metalurgi, dan sudah taken. Udah. Gitu. Aja. :p

Ade Cucum : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Perikanan, dan statusnya dirahasiakan. Sok misterius emang orangnya. Satu-satunya anak perikanan di kelompok, nih. BAHARI JAYA!

Dinar Puspita A : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, dan masih single. Sekretaris 1 di KKN Bokashi, nih. Asisten Lab. Dan anaknya sibuk bangeeet. Lihat aja kantung matanya. Eh? Bercanda, Nar. Hahaha. Peluk Dinaaar. Jaga kesehatan, ya, Dinaar. Jangan kecapean. :*


Hanum Dzakiyyah Ridha : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan masih single banget. Anaknya multi talent, nih. Udah lah buru, halalin.

Hendi Afriyan : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan masih single. Ketua Untirta Robotic Club, nih. Cocoklah. Cocok sama robot maksudnya hahaha. Habisnya kaku banget, siiiiiih. Peace, Hen! Tapi Henday baik, kok. Pernah traktir es krim soalnya. Satu pesan buat Henday : Jangan lupa belajar berekspresi, ya. Ha. Ha. Ha.

Siti Suwansih : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Metalurgi, dan masih single. MasyaAllah… adem aja bawaannya kalau lihat Ichi mah hehe. Assalamualalikum, ukhti~
Faqih : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agroekoteknologi, dan masih single. MasyaAllah… kesel aja bawaannya kalau lihat Faqih mah hehe. Assalamualalikum, akhi~

Faza Fauzan : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan masih single. Aku manggilnya Panjul. Sesungguhnya Panjul adalah dancer professional di KKN.

Fiqi : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agroekoteknologi, dan sudah taken. Kalau ngomong, logat sundanya masih kentel bangeeet. Terus kalau lagi diomelin, pasraah.


Putri : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Metalurgi, dan masih single. Put, jangan lupa makan, ya.

Siti Kharismayanti : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan baru-baru ini single. Sekretaris 2 di KKN. Anaknya strong. Sedikit agak gila, sih, tapi cocoklah dijadiin istri.

Lisa : Dari FKIP, jurusan Pendidikan Matematika, dan masih single. Jago desain. Kalem. Kalem. Dan kalem.

Khoirunnisa : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan sudah taken. Cantik dan doyan ketawa. Tawanya bisa mengguncang dunia.

Nopiyanti : Dari FKIP, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dan masih single. Aku manggilnya Teh Opi. Orangnya jauh dari kata pendiam. Punya bakat terpendam : jadi stand up comedy-an.

Ponco Windianto : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro. Anak paling rajin di kelompok KKN. Doyan bersih-bersih tanpa disuruh. Sahabat karibnya pak Lurah. Anak peralatan forever. Cinta banget sama Gombong.



Rima : Malaikat tak bersayap dan sudah bahagia dengan kekasihnya muahaha (bodo amat :p). Orangnya yang bikin tulisan ini.

Rian : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan masih single. Pura-pura kalem. Fansnya banyak, nih. Ciee. -_-

Fitri : Dari FKIP, jurusan PG PAUD, dan sudah taken. Bendahara 1 di KKN. Aku bendahara 2-nya. Wkwk. Tehpit jago silaaat. Pandai memikat hati anak keciil. Keibuan. Jago masak. Terbaiklah pokoknya. Semoga segera dipinang sama Aa-nya. Aamiin!

Tessa : Dari FKIP, jurusan PG PAUD, dan sudah taken. Yang aku ingat tentang Tessa : senyumnya manis. Sehat selalu ya, Tessa. :)
                                         
Tika : Dari FISIP, jurusan Administrasi Negara, dan masih single. Anak Cilegon bangeet. Paling enggak bisa nahan ketawa. Suka lepas kontrol. Ahaha.

Tiwi : Dari FISIP, jurusan Administrasi Negara, dan sudah taken. Cantik. Jago masak.



Arda Yolanda : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan sudah taken dengan Agnessia Christine. Partner dance-nya si Faza. Batak bermuka Jawa.

Yuana Candra Canely : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agroekoteknologi, dan masih single-lillah. Sangat keibuan. Sudah siap menikah (?)

Ahmad Bustomi : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia, dan sudah taken. Pernah ngejanjiin beliin es krim karena udah dipijitin, tapi sampai sekarang belum dibeli-beliin. Tom, mana es krimnyaaa? :(

Ulvy : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan sudah taken. Pas KKN perabotannya paling lengkap. Bawa selimut, kipas angin, boneka, bantal, dan lain sebagainya. Haha. Btw, suaranya bagus. Mantan vokalis band, ya, Vy?

Wawan Setiawan : Dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Elektro, dan masih single. Ini, nih, ketua KKN yang datangnya cuma 2 kali. Pas pembukaan sama penutupan KKN doang. Orangnya sering sarkas. Sering dibully. Sangat sabar. Rajin shalat. Rajin mengaji. Rajin pencitraan. Rajin foto. Murah senyum… senyum licik. HAHAHA. :p

Yanti : Dari FKIP, jurusan PG PAUD, dan masih single. Ibu konsumsi terbaik! Cepet akrab sama anak kecil. Keibuan.  Penyabar. Murah senyum. Suara tawanya renyah. Sukak!

Yayah : Dari Fakultas Pertanian, jurusan Agribisnis, dan belum diketahui statusnya. Maunya dipanggil “Aya”. Aya-aya wae~


Ampun! Panjang banget postingan kali ini. Maaf, yak. Aku hanya ingin mengabadikannya di blog tercinta ini. Lanjut, ya? Hehe.

Ini ada foto-foto kegiatan selama KKN di desa Tamiang, kecamatan Gunung Sari, Serang – Banten.



Pembekalan dan pelepasan peserta KKN-PPM Untirta 2016


PRA KKN. Survey tempat.
Yang pake baju biru namanya Rima (juga).
Habis survey, pulangnya langsung ke Anyer buat ngerayain ulang tahun Wawan.
Yap. Ini malem-malem.


Minggu pertama:
Potong pitaaa. Eh, sobek pita, ding.
Iya, jadi gara-gara guntingnya tumpul, pitanya disobek, deh. -_-


Minggu pertama:
Pertama kalinya makan bareng.
Ya, diinget-inget aja, sih, siapa yang makannya paling garang? Hhh.
Rima, mah, udah jelas paling sedikit.

Minggu kedua:
Kerja bakti

Minggu kedua:
Sosialisasi ke sekolah

Minggu kedua:
DUH, ITU SI PANJUL GAYANYA GAK KONTROL LAGI

Minggu kedua:
Mampir ke Curug Tamiang

Minggu kedua:
Ceritanya lagi makrab gitu. Terus si Kharis dikerjain sampe nangis.
(Padahal lagi gak ulang tahun ._.)


Minggu ketiga:
Rapat. Rapat. Dan rapat.

Minggu ketiga:
Sosialisasi dan Pelatihan Pupuk Bokashi

Minggu ketiga:
Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi
(Yang baju oranye itu Dosen aku, yang kemeja kotak-kotak merah itu pak Lurah)

Minggu keempat:
Rumah Ibu Diah
Selama KKN kami tinggal di rumah beliau


Minggu keempat:
Membuat pupuk Bokashi untuk dibagikan ke warga
(Eh, ya, itu yang buat tulisan "Rima" siapa, ya? Aku gak tau ._.)

Minggu keempat:
Ulang tahun Yolanda sama Rima di bulan Mei
Yolanda tanggal 18, Rima tanggal 20
Ngerayainnya digabung, tapi disiksanya terpisah
Pelaku penyiksaan : sudah sangat jelas "PONCO" 

Minggu keempat:
Mengajar anak-anak PAUD dan sekitar

Minggu keempat:
Menanam
Entah, aku lupa itu menanam apa -_-

Minggu keempat:
Latihan Silat dan Karate
Pelatih Silat: Tehpit alias Fitri
Pelatih Karate: Auk-ah-siapa-kali 


Minggu kelima:
NOBAR

Minggu kelima:
Banten Science Trick
Seru, nih, belajar sains dengan anak-anak di desa Tamiang


Minggu keenam:
Pawai obor
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan,
kami keliling desa Tamiang sambil membawa obor.
Ini malam terakhir kami di desa Tamiang. :')


Minggu keenam:
Membagikan pupuk Bokashi ke warga
Sekaligus berpamitan untuk pulang

Minggu keenam:
Di hari terakhir, Dinar ulang tahuun!


Minggu keenam:
Penarikan peserta KKN-PPM Untirta 2016


Minggu keenam:
Sebelum pulang, kami foto bersama dengan bu Diah. :')
Pake jaket baluuu. Wqwq.


Adik-adik lucuu~ :3


Itu tadi gambaran dari kegiatan KKN aku. Kelihatannya sibuk, ya. Padahal, mah... SSS.
Sangat Santai Sekali. KKN rasa liburan. Haha. Seru, deh. Tapi enggak mau lagi. :p

Senang bisa satu kelompok dengan 36 orang di KKN PPM Bokashi. Semoga tali silahturrahim kita tidak putus di sini, ya. Sampai pada saatnya nanti kalian sudah sukses dan punya anak, jangan lupa sama aku. Semoga kita semua bisa mencapai apa yang dicita-citakan, dan memperoleh kesuksessannya masing-masing. Semangat skripsi, ya, teman-teman. Tahun ini pokoknya harus lulus. Semoga kita lulus bareng di tahun 2017 ini. Aamiin. Semangaaat! \o/

Um, terima kasih, ya, sudah mau membaca postingan aku yang amat panjang ini. Semoga setelah ini kalian enggak berniat membakar blog aku. Sebagai bonus. Ini aku ada foto lagi.


TARAAAA! Yuk, bangunin yang lagi tiduur! Hahaha~ *kabur*



Keresahan Semester Ini


Aku Rima, sudah semester 7, dan sekarang lagi migrain. Sejak menginjak semester akhir, si migrain sering bertamu ke kepalaku. Padahal semester ini aku cuma ngontrak 2 mata kuliah dan Usulan Penelitian yang nantinya berujung pada seminar proposal. Katanya, sih, si Usulan Penelitian (UP) yang mengundang si migrain.

Setdah. Ribet. Intinya mah UP yang bikin aku migrain. Parahnya, aku juga jadi sering nangis tiba-tiba gara-gara mikirin UP. Galau parah. Rima lemah. Rima butuh obat kuat. EH?

Iya, gimana enggak? Yang lain udah pada menyusun BAB 1 sampai 3, sedangkan aku? Bimbingan aja baru sekali. Itu juga langsung ngajuin judul, dan ditolak. Yaiyalah, Rim. Harusnya kamu ngajuin konsep dulu, baru judul.

Aku tahu aku salah, tapi masalahnya sekarang aku belum kepikiran lagi untuk konsep penilitian yang mau aku ajukan. Aku nge-blank banget. Seketika aku merasa bodoh. Bukannya baca jurnal banyak-banyak, aku malah blogwalking dan balesin komentar di postingan blog. Sungguh terpuji sekali.

Aku pengin lulus tepat waktu. Ya, lebih cepat lebih baik. Kalau ada yang nanya: “Buat apa, sih, lulus cepat-cepat? Selow aja.”
Bukannya apa-apa… aku cuma pengin kedua orangtuaku bisa lihat aku, anaknya yang terakhir ini, diwisuda. Semakin bertambahnya umur kita, ingatlah, orangtua kita juga semakin menua. Bukankah umur tidak ada yang tahu? Yak. Malah jadi mellow.

Untuk siapa pun yang membaca postingan ini, aku mohon doanya agar aku, kamu, dan mereka yang merasa sedang berjuang seperti aku dipermudah dan dilancarkan dalam menempuh semester akhir ini, khususnya dalam mengerjakan Usulan Penelitian dan skripsi. Aamiin. Terima kasih. :’)

Mungkin ada yang sudah pernah melewati masa skripsi-an ini? Boleh banget, dong, sharing pengalamannya di kolom komentar. Siapa tahu bisa memotivasi dan membantu aku sedikit banyak. Atau yang lainnya sekedar kasih kalimat semangat pun sangat boleeh. Ditunggu, yaaa. :')


Udahan, ah. Segini dulu, ya. InsyaAllah nanti cerita lagi yang lebih panjang dari ini. Dadah~

Desember Hari Ini

Desember adalah bulan ke dua belas, bulan terakhir di akhir tahun. Dan semua individu di dunia ini tahu itu. Di bulan terakhir ini, semoga perasaanku padamu pun turut berakhir. Eeaaak. Kamuflase~

Hari ini masih suasana UAS, tapi tidak ada mata kuliah yang sedang di-UAS-kan. Lumayan, ada kesempatan buat tidur lebih lama. Tapi tetap aja masih kepikiran sama UAS. UAS kali ini harus dapat hasil yang memuaskan. Kalau sampai IP turun lagi, habislah sudah~ Bisa dinikahi nanti aku~ Bohong deng. :|

Hari ini ada Pemira di kampus aku. Iya, semacam pemilihan Presiden Mahasiswa dan sebagainya. Malas sekali datang ke kampus untuk memilih. Lagi pula syaratnya harus bawa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Kan aku nggak punya. Biasa... hilang bersamaan dengan dompet saat itu. Hahaha. Ya sudah, nikmati waktu di kostan saja. Kalau dipikir-pikir, aku ini lebih banyak waktu di luarnya dari pada di kostan. Kostan cuma jadi tempat singgah aja. Kamu boleh percaya dan boleh tidak tentang aku yang beberapa hari yang lalu baru pulang ke kostan jam empat subuh. Rekor baru yang aku capai di akhir tahun. Huh~ Jangan tanya kenapa aku bisa sampai pulang subuh begitu. Kalau aku mau, pasti kuceritakan. Kalau aku tidak mau, ya, tidak kuceritakan.

Hari ini aku kembali mengenang sesuatu. Sepertinya ada yang salah dengan sistem di otak aku yang harus segera ditangani lebih lanjut oleh pihak yang bersangkutan. Atau biarkan saja otak ini terus-menerus memutar film dengan akhir yang sama sampai waktu yang menghentikannya. Tuan waktu, kapan berhenti?

Lalu, hari ini adalah Hari Ibu. Memang setiap hari adalah istimewa untuk Ibu. Sebab, Ibulah keistimewaan itu. Tak perlu menunggu Hari Ibu untuk bilang sayang ke Ibu. Namun, anggap saja hari ini, 22 Desember adalah puncaknya. "Selamat Hari Ibu. Sehat selalu, Bu. Maapin Rima yang sering nakal. Terima kasih untuk semuanya, Ibu."
Biasanya aku membantu pekerjaan Ibu di rumah, memasakkan sesuatu buat Ibu, dan terakhir memberi jasa pijat sepuasnya untuk Ibu. Namun, berhubung aku dan Ibu sedang LDR-an, jasa pijat sepuasnya di-pending dulu, ya. InsyaAllah, kalau ada kesempatan, hari Rabu besok Rima pulang ke rumah. Dan semoga Rima nggak pura-pura lupa sama hal-hal yang disebutkan di atas. Ahahahaaa~
Ada oleh-oleh dari postingan pertamaku di akhir tahun ini, fotoku bersama Ibu. Ibu paling hitz seduniaaaaa. Yoi, broooo~ Ini beliaaaau.
Mirip nggak? Mirip kaaaan? Awas aja kalo ada yang bilang nggak mirip. Aku sumpahin kamu bahagia selamanya. Aamiin.

Terakhir, tapi bukan berarti menjadi tulisan yang terakhir. Karena aku masih dan akan terus menulis sampai bang Izroil menjemput. Ihiiiik~
Sebenarnya banyak yang mau aku tulis, tapi aku bingung. Untuk kamu yang membaca postingan ini, boleh banget memilih ingin membaca cerita aku selanjutnya tentang apa. Aku kasih pilihan, ya:
1. Cerita Damai dari Jogja
2. Cerita Baduy Luar yang luar biasa bikin betis membengkak
3. Cerita main ke UNJ naik Gojek
4. Cerita jualan untuk dana kegiatan sampai digrebek SATPOL PP
5. Cerita hijrah ke domain baru
6. Cerita mantan. Nggak deng. Nomer enam dicoret. Lima aja. Hahahaha. \o/

Silahkan dipilih dan tuliskan di kolom komentar, nanti nomer yang terbanyak, aku akan menuliskan cerita tersebut. Bahahaha. Sok-sokan banget kali si Rima, palingan juga nggak ada yang peduli. Yaa, ini salah satu cara aku buat motivasi posting blog lagi aja, sih. Serah kamu, Rim. Hahahaha. 

Terima kasih yang sudah peduli. Terima kasih juga yang sudah membaca tulisan di blog ini.
Terima kasih banyak. Blog ini tidak ada apa-apanya tanpa pembaca seperti kamu. Aku akan berusaha balik mampir ke blog kamu. Maafkan kalau agak lama, karena aku blogwalking lewat henpon. Sini sun dulu. Mwah~ :*

UAS (Ujian Agak Serius)


Apa pun yang terjadi, kamu jangan baca postingan ini. Cukup sampai pada kalimat ini saja. Sekian. Jangan dilanjutkan. Serius. Ini bukan postingan penting. Nggak berguna sama sekali. Tulisan ini dibuat supaya tetap kosisten pada resolusi, minimal 4 postingan per bulan. Hina, ya? Biarin. Entah ini nulis apa, yang penting menulis. Hahaha.

Udah aku bilang, jangan dilanjutkan membacanya. Langsung ke kolom komentar aja. Entah kamu mau nulis apa di sana, kalau nggak mau juga nggak apa-apa. Nggak maksa. Bagi kamu yang tetap mau membaca tulisan ini, aku kasih sedikit cerita saja tentang UAS-ku.

Dua minggu ini aku dilanda UAS. Bahkan sampai hari ini pun aku masih menghadapi UAS.

UAS pasti berlalu~
UAS pasti berlalu~
UAS pasti berlalu~

Tulisan ini pun dibuat sambil nyolong waktu disela-sela lagi merangkum materi Pembangunan Pertanian. Aku berniat nggak tidur. Aku lebih milih nggak tidur daripada nggak bisa mengerjakan soal-soal nanti. Cukup di mata kuliah Ekonomi Makro. Mata kuliah satu itu sudah dua kali membuatku pulang ke kostan dengan titik air di ujung mata. Menyebalkan. Lebih menyebalkan daripada mata kuliah Ekonometrika.

UAS Ekonometrika hari Senin yang lalu, aku tidak belajar banyak. Serius. Aku hanya membaca beberapa menit, kemudian tertidur. Aku kelelahan, karena habis pulang pergi dari Serang – Kemang. Lain kali aku ceritakan.

Sebenarnya aku pergi sambil membawa catatan. Namun apa daya, mata kuliah itu memang sulit, membacanya sebentar membuatku mengantuk dan tidak ada yang kumengerti sama sekali. :(

Sampai di kostan, jam menunjukkan pukul 12 malam. Aku tidak sanggup membaca materi lagi. Kuputuskan untuk belajar sehabis sahur dan salat subuh. Namun, mata berkehendak lain. Mata ini tidak sanggup terjaga lebih lama lagi, entah di menit keberapa mata ini pulas tertidur. Aku tak berdaya. Satu jam sebelum UAS Ekonometrika dimulai, aku terbangun. Anehnya aku tidak panik dan tidak deg-degan sama sekali. Biasanya, kalau perasaanku nggak enak, pasti akan terjadi sesuatu hal yang buruk sama UAS-nya, begitu pun sebaliknya. Firasatku seringkali benar.

Sampai di ruang ujian. Seperti biasa, aku datang terlambat. Semua sudah dibagikan soal serta kertas jawaban. Aku pun dipersilahkan masuk. Pengawas memberikanku soal serta kertas jawabannya. Pengawas membacakan peraturannya. Dan saat di poin ‘Tidak boleh membuka buku atau catatan dalam bentuk apa pun’ anak-anak langsung heboh. Soalnya, setahu anak-anak, UAS mata kuliah ini diperbolehkan open book. Terjadi perdebatan sebentar, namun perdebatan itu dimenangkan oleh pengawas.

Aku berdoa, dilanjutkan dengan membaca soal. Allahuakbar. Allah Maha Besar. Tiga soal yang sangat mudah sekali… mudah untuk dibaca. Kalau untuk dijawab, InsyaAllah… Jika Allah menghendaki…

Hah. Bilang aja nggak bisa, Rim!

IYAAAA. AKU NGGAK BISA JAWAB SAMA SEKALI. PUAS?! :(

Menit pertama, aku menulis nama, NIM, dan sebagainya.
Menit kedua, aku menulis arab Bismillaahirrahmaannirrahiim di ujung atas. Sebagai jimat. Sekaligus biar kertas jawabanku tidak terlihat kosong sama sekali. Hehe.
Menit ketiga, pengawas keliling membawa absen. Saat di mejaku, terjadi percakapan antara aku dan bapak pengawas yang terhormat.

“Masih kosong? Mana jawabannya?”
“Ini, Pak,” kataku sambil menunjuk tulisan arab itu.
“Itu bukan jawaban..”
“Jawabannya ada, kok, Pak. Tapi, hanya orang-orang beriman yang dapat melihatnya.”

Setelah percakapan itu, bapak pengawas itu terus-terusan melihat ke arah mejaku. Entahlah, mungkin itu karena aku manis dan menggemaskan. Tapi, hal itu bikin aku kesal, aku jadi tidak bisa berkutik sama sekali. Sial. Aku pun sok-sok mencoret-coret kertas dan memencet-mencet kalkulator. Alhasil, kertas jawabanku dihiasi dengan arsiran-arsiran yang tidak ada seninya sama sekali, dan gambar yang tidak ada hubungannya dengan mata kuliah hitung-hitungan. Rima kreatifnya memang keterlaluan. Eh? Emang itu bisa disebut kreatif? :/

Waktu UAS 90 menit. Baru menit ke 30, seorang temanku ada yang menyerah. Ia meninggalkan kertas jawabannya di meja dan pamit keluar. Waktu pengawas mengambil kertas jawaban temanku itu, ternyata tidak ada isinya. Hanya beberapa kalimat saja. Ppffft.

Pikiran-pikiran hina pun bermunculan.
Apa aku kosongkan saja kertas jawaban ini, ya? Dan pergi keluar kayak Beben tadi?
Tapi, kalau aku kumpulkan kertas kosong begini, nanti dapet nilai apa, ya?
Kira-kira bakal ngulang tahun depan nggak?
Kalau ngulang, nanti lulusnya makin lama, dong?
Terus, kalau lulusnya makin lama, kapan aku menikahnya?

Pikiranku makin ngaco. Akhirnya aku memilih untuk tetap bertahan. Bertahan untuk menjawab soal. Saat itu aku berpikir, aku tidak boleh menyerah sebelum berperang. Aku harus berusaha terlebih dahulu. Setidaknya aku sudah berusaha dan mencoba menjawab soal sebisaku.

Hingga saat 10 menit lagi kertas jawaban harus dikumpulkan, sang bapak pengawas yang terhormat itu mengumumkan sesuatu yang mengejutkan.

“Bapak minta maaf, ini ada informasi baru, bahwa UAS Ekonometrika diperbolehkan membuka buku catatan…”

Belum selesai pengawas itu berbicara, aku dan teman-teman yang lain langsung ke depan mengambil catatan di tas masing-masing. Waktu yang mepet dan masih banyak yang belum terjawab, memaksaku untuk menulis dengan lebih cepat. Tulisanku yang jelek, makin terlihat jelek. Bersyukur masih bisa dibaca. Di tengah-tengah mengejar waktu, sang bapak pengawas yang terhormat itu berkata lagi dengan lantangnya.

“Yang mukanya lemes, sekarang pada seger lagi, ya..” Kami semua tertawa.
“Itu si enengnya semangat banget nulisnya. Lancar, ya.. Tadi, gambar-gambar apa di kertas?” Jelas sekali kalimat itu ditujukan padaku. Aku hanya meringis.

Wahai bapak pengawas yang terhormat… Sudah pernahkah anda disunat pakai gunting kuku?

Menyebalkan.

Waktu pun sudah habis, tetapi aku belum menjawab pertanyaan nomer 3 sampai selesai. Mau tidak mau, aku harus mengumpulkannya. Menyesakkan.

Aku pun keluar kelas dengan wajah ceria. Iya. Aku sudah janji dengan diriku sendiri; apa pun yang terjadi nggak boleh baper, nggak boleh emosi, karena nggak belajar dan nggak bisa mengerjakan soal itu pilihan aku.

Ya, begitulah sedikit cerita mengenai UAS-ku. Banyak cerita absurd lainnya tentang UAS, belum lagi yang aku harus bolak-balik memasuki tiap ruang kelas, karena aku tidak tahu ruang ujianku dimana. Entahlah. Aku juga bingung, pasti ada aja hal-hal aneh yang aku alami. Apakah ini sebuah kutukan? Ataukah ini yang dinamakan cinta? Teucing.

Bagaimana dengan UAS-mu? Pernah mengalami hal yang serupa? Atau punya pengalaman mengesankan lainnya mengenai UAS? Coba diingat-ingat lagi.. Kalau sudah ingat, cerita, yuk, di kolom komentar. :)

Ya udah. Sekian dulu, ya. Aku mau lanjut merangkum. Jam 8 pagi aku harus UAS lagi. HUWAAAAA~ Doakan aku, yaa. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran. Aamiin!


BHAY~

Menjelang UTS dan Kejurnas



Satu hal bodoh yang aku lakukan di Kamis pagi ini.

Teman kosan aku, Lisa, bertanya, “Rim, ada kuliah jam berapa?” Lisa ini emang anaknya perhatian banget. Ciee. Bayar aku dong Lisaaa, kan, udah aku puji. :p

Aku yang sudah mandi, sudah rapi dari jam setengah 7 pun menjawab, “Jam setengah 8.”

“Ooh, masih lama.”

Berhubung masih ada waktu setengah jam, aku pun menyempatkan diri buat menulis tulisan ini. Belajar nulis cepat. Tapi tetap aja, LAMAAAA.

Jam di laptop menunjukkan angka 07.28 WIB. Anjir, sebentar lagi masuk. Batinku. Aku dengan santainya memakai jilbab dan menunggu Kharis. Kharis ini kosannya tepat di depan kosan aku, berseberangan. Kita biasa berangkat bareng gitu deh. Aku lihat Kharis keluar dari pagar kosan, melompatinya. Kemudian salto-salto begitu saja tanpa mampir ke kosan aku. Aku yang melihatnya merasa dikhianati.

“KHAAAY! KENAPA KAMU NINGGALIN AKUU?! KEJAM BANGET, SIH! DUNIA INI NGGAK ADIIIL!”

Oke. Pagi-pagi Rima udah drama aja.

Aku pun ngambil buku kuliah. Bersamaan dengan itu, aku melihat jadwal kuliah yang aku tempel di lemari. Aku baru sadar, kalo ternyata aku masuk kuliahnya jam 10.00 WIB. ANJEEER.

Singkat cerita. Aku tertawa sendiri tanpa henti. Menertawakan kebodohan diri. Pfft.

Oke. Skip. Sekarang aku mau bahas UTS.

Nggak terasa sebentar lagi UTS. Ujian Tidak Serius. Ngg, maaf. Maksudku Ujian Tengah Semester.  Aku nggak tau tanggal berapa UTS-nya, yang jelas sebentar lagi. Yang menjadi pertanyaan aku, dua bulan ini aku udah dapet apa aja? Materi mata kuliah apa aja yang udah dikuasai? Pertanyaan yang sulit dijawab.

Jujur aja. Aku mah nggak ngerti apa-apa sama mata kuliah semester 4 ini. Sulit dipahami. Kenapa, ya? Apa karena mata kuliahnya yang semakin menjurus dan sulit? Atau karena akunya aja yang terlalu jenius sampai nggak ngerti lagi apa yang disampaikan dosen?

Entahlah.

Padahal dari semenjak liburan kuliah dan dibentuknya resolusi 2015, aku berniat untuk memperbaiki pola belajar aku demi seonggok IP yang enak dipandang mata. Namun apa daya, itu semua hanya sebatas niat. Pada kenyataannya aku jarang belajar. Belajar kalo mau presentasi doang sama kalo ada tugas, eh, satu lagi, belajar karena ada quiz. Tapi, ini nggak berlaku sama semua mata kuliah, kadang ada aja dosen yang suka bikin quiz dadakan.  Udah biasa…

Jadi, apa aja yang udah dipersiapkan buat UTS, Rim? Belum ada.
Sebagai Mahasiswa yang teladan, aku udah berniat mau bikin rangkuman kecil gitu, untuk contekan..

Yakali. Nggak lah! Rangkumannya buat belajar. Belajar nyontek. Hehe. Bercanda. Tapi, aku sendiri nggak yakin kalo itu bakal terealisasi. Biarin, yang penting udah niat. Huahaha~

Kalo kalian gimana? Suka belajar nggak kalo mau UTS? Apa sama aja kayak aku? Jujur aja.. Nggak apa-apa kok. Nanti aku yang tanggung jawab.

Dan kegelisahanku yang kedua. Sebentar lagi akan ada kejurnas karate. Semacam pertandingan gitu. Insya Allah kalo aku lolos seleksi, aku ikut pertandingannya. Halah. Hahaha.

Untuk menghadapi kejurnas di bulan Mei tersebut, sang pelatih menyusun jadwal latihan yang lumayan agak sedikit padat. :))
Hari Selasa dan Rabu latihannya malam. Dan hari Kamis latihannya sore. Jadwal itu sudah disusun sesuai kesepakatan bersama. Jadi, harus ditaatin. Pret. :p

Intinya, sih, aku benar-benar mau serius latihan. Mengingat salah satu resolusi 2015 aku juga untuk mendapatkan medali di salah satu pertandingan karate. Doakeun, ya. Aamiin.

Baru juga hari kesekian aku latihan, eh, udah kena cidera aja. Keseleo di jempol kaki kiri. Kesalahan sendiri, sih. Tapi, tetap aja sakit. Bengkak. Akhirnya kaki ini diurut sampai 3 kali.
Pada urutan pertama, jempol kaki membengkak sampai ke punggung kaki.
Pada urutan kedua, bengkaknya semakin besar.
Pada urutan ketiga, bengkaknya makin berkembang biak dan menjalar ke hampir setengah punggung kaki.

Sakit nggak, Rim?
Kagaaak. Enak banget. Asli!

Waktu diurut nangis nggak, Rim?
Gilaaaak. Ya nggak laaah! Nggak mungkin Rima nangis. Cuma diurut doang mah keciiiil. Rima, kan, strong. HAHAHAHAHA. HA.

Sampai saat tulisan ini diketik pun, kondisi kaki masih membengkak. Sebelas duabelas lah sama kaki Hulk.

Kenapa? Penasaran, ya? Mau lihat kaki Hulk aku?
Nggak boleh, ah. Nanti kamu naksir. Kan repot..


Ya udah. Gitu aja. Nggak tau harus ngetik apa lagi.

Oh, iya, Princess cuma mau kasih pesan:
“Jangan lupa untuk terus belajar dan berlatih. Belajar dan berlatihlah di mana saja, tidak hanya di kampus atau di sekolah. Terus semangat! Pantang menyerah! Allahuakbar!”