Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan

Zona Nyaman


Sourceenergysmartohio.com

Zona aman atau zona nyaman.

Adalah suatu keadaan dimana kita merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan atau kita kerjakan sekarang tanpa ada sesuatu yang “menantang”. Dan akan ada dua kemungkinan untuk kita yang sedang dalam kondisi tersebut. Pertama, kita tetap pada zona nyaman kita, tetapi kita tidak akan berkembang. Kedua, kita berusaha untuk keluar dari zona nyaman kita, meskipun itu sulit, tetapi hal tersebut akan membuat diri kita lebih berkembang lagi.

Tak ada salahnya jika kita memilih untuk tetap berada di zona nyaman. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita memberikan diri kita kesempatan untuk terus berkembang, tentunya berkembang ke arah yang lebih baik.

Banyak hal positif yang bisa kita lakukan di luar dari kegiatan kita sekarang. Coba beri kesempatan kepada diri kita untuk melihat dan terlibat dengan hal-hal positif itu di luar sana. Bisa saja kita mempelajari lebih dalam lagi mengenai passion kita. 

Passion is something that you do that make you feel strong and capable” – mas Ricky (CEO Impact Factory).  

Jika kita belum mengetahui passion kita dimana, justru kita harus lebih aktif lagi melakukan hal-hal baru. Passion itu sudah ada di diri kita masing-masing, tinggal kita saja yang berusaha untuk menggali dan membuatnya terlihat. Jadi, sebenarnya hanya diri kita sendiri yang tau passion kita apa. Itu menurut mas Ricky, salah satu pemateri di pelatihan yang pernah aku ikuti. Aku sendiri masih berusaha untuk menggali dan menemukannya.

Balik lagi ke zona nyaman. Tak bisa dipungkiri, aku juga sedang berada di dalam zona nyaman. Entah, aku merasa gelisah dan rasanya tak karuan, mungkin karena sudah terlalu lama berada di zona nyaman. Zona nyaman yang terlalu nyaman. Namun, beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk keluar dari zona nyaman itu. Memang tidak mudah. Banyak hal yang aku pertimbangkan dan kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan terjadi. Tapi tak apa, aku siap akan apapun resikonya. 

Seperti sekarang. Aku sedang menghadapi resiko itu. Yaa Allah kuatkan hamba-Mu ini….

Aku sadar, bahwa di dalam hidup itu perlu ada perubahan. Meskipun perubahan itu tidak melulu menjadi lebih baik, tetapi untuk menjadi lebih baik tentu harus ada perubahan. :)

Yuk, berubah!

Aku mau berubah.

Bismillahirrahmannirrahiim.

Berubah!

Jadi power ranger! Hiaaat!

Beberapa Hal Yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam



Sebelumnya, aku mau cerita dulu, ya.


Di suatu sore, menjelang adzan magrib....

Ada seorang anak yang sedang duduk di kursi sambil memainkan telepon pintarnya. Dengan posisi duduk setengah melorot dan kakinya yang dibiarkan selonjoran di kursi lainnya, ia sangat serius dengan telepon pintarnya, tapi otaknya tak kunjung pintar. Ya, meskipun otaknya tak kunjung pintar, tapi ia memiliki otak lainnya yang sangat jenius. Begitulah, otak anak itu terdiri dari berbagai jenis.
Ketika sedang serius, seseorang yang telah melahirkan seorang anak itu atau dalam kata lain yaitu; Ibunya, melontarkan sebuah pertanyaan.

“Lagi kenapa, Dek? Kok, diam aja?”
“….”
“Lagi kurang sajen, ya?”
“….”

Mendengar pertanyaan terakhir dari sang Ibu, sang anak hanya memalingkan wajahnya dan mengelus dada Justin Bieber. Justin Bieber pun mengelus dada anak itu. Lalu anak itu menampar pipi Justin Bieber. Justin Bieber merasa bersalah dan langsung minta maaf kepada anak itu.

“is it too late now to say sorry?
Cause I'm missing more than just your body
Is it too late now to say sorry?
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say I'm sorry now?
I'm sorry, yeah
Sorry, yeah
Sorrbzbz… *%$#?>” Anak itu segera menyumpal mulut Justin dengan kue ongol-ongol.

Untuk mempersingkat cerita, si anak memaafkan Justin. Justin pun pergi ke tempat konsernya dengan tenang.

Ketika adzan magrib telah berkumandang, anak itu bangkit dari kursinya dengan tidak tergesa. Namun, entah mengapa sewaktu menurunkan kakinya dan hendak bangun, kakinya tergelincir. Dengan efek slow motion, adegan jatuh itu disaksikan oleh sang Ibu. Si anak yang telah ketiban kursi mengaduh dan memelas minta dibangunkan.

“Yaa Allah, kok, bisa jatuh, sih?” ujar sang Ibu yang masih berdiri sambil memegang centong nasinya.
“Duhhh, iyaa. Ini bantuin dulu dong, Buu. Berat ini kursinyaa.”

Sang Ibu pun menyingkirkan kursi yang bertengger di punggung anaknya dengan satu hembusan nafas. Hah! Setelah itu sang Ibu mengucapkan kalimat yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup si Anak….

“Ya ampuuun, barang-barang Ibu pada rusak kabeh.”
“Ih, Ibu maaah, yang habis jatoh ini anakmu loooh. Kok yang dipikirin malah kursinyaaa.”

Kemudian, si anak menceritakan kejadian itu di blog miliknya.
Tamat.

***

Begitulah. By the way, kamu pernah punya anak enggak?
Eh, maksudnya kamu pernah bikin anak enggak?
Astagfirullah… bukan-bukan… maksudku kamu pernah “diam” kayak anak yang diceritain di atas enggak? Atau kamu pernah bingung menghadapi anak yang lagi “kurang sajen”?
Kalau pernah, kira-kira apa aja, sih, yang menyebabkan si anak menjadi mendadak diam, bengong, melamun, dan fenomena lainnya yang menunjukkan bahwa “dia tidak seperti biasanya”?
Baiklah, karena aku yang berbudi pekerti luhur ini sedang berbaik hati, maka aku akan berbagi tentang beberapa hal yang menyebabkan seseorang tiba-tiba menjadi diam. Hal ini aku beritahu, agar kelak kamu tidak panik jika menghadapi seseorang yang biasanya berisik, tiba-tiba mendadak bisu. Oke langsung aja, ya~

Beberapa Hal Yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam

1.      Jatuh Cinta

Source: www.laksani.com

Diamnya orang yang lagi jatuh cinta bisa dibilang tidak menakutkan dan tidak berbahaya. Karena dia hanya akan diam dan tersenyum sambil mengingat someone-nya. Jadi, kalau kamu melihat ada orang yang lagi diam dan senyum-senyum sendiri, ya udah biarkan saja, kemungkinan dia sedang jatuh cinta. Kecuali kalau dia senyum-senyum sendirinya sambil mengacak-acak tempat sampah dan guling-gulingan di jalan, itu bukan jatuh cinta, tapi sakit jiwa. Dan yang harus kamu lakukan adalah menelepon Rumah Sakit Jiwa saat itu juga.


2.      Jatuh Hati

Source: kingkangkung.com
Kalau ini judul lagunya Raisa. Lagunya buat kamu banget.


3.      Menunggu Balasan Chat si Doi

Source: rebloggy.com

Nah, ini juga bisa jadi penyebab seseorang tiba-tiba menjadi diam. Entah “doi” yang dimaksud ini adalah ayah, ibu, kakak, adik, kakak-kakakan, atau adik-adikannya… yaa, siapa pun itu yang pasti dia sedang khawatir karena chat-nya belum dibalas-balas.

Lima menit…

Lima jam…

Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia….


4.      Berantem Sama Seseorang

Source: http://kawankumagz.com/

Seseorang yang sedang diam bisa jadi sedang ada masalah dengan seseorang yang lainnya. Berantem dengan pacar atau gebetan, gitu, misalnya. Atau berantem dengan pacarnya gebetan. Yaa, ini kan cuma misalnya…. ._.
Penyebab berantemnya juga bisa berbagai hal. Bisa dari hal yang kecil hingga yang besar. Namun, sekecil apapun itu masalahnya, jangan disepelekan, juga jangan dibesar-besarkan, ya. Lebih baik cepat diselesaikan, cari solusinya. Bukankah damai itu lebih indah? :)


5.      Patah Hati

Source: www.hdwallpaper.nu

Merupakan salah satu resiko yang dihadapi seseorang ketika memutuskan untuk menaruh hatinya pada seseorang lainnya, baik ke lawan jenis maupun sesama jenis. Kalau kamu belum siap untuk menerima resiko yang satu ini, ya udah, aku saranin kamu jangan coba menaruh hati pada seseorang dulu.

Patah hati memang menyakitkan. Hal ini tidak hanya akan membuat seseorang menangis, tapi juga diam berhari-hari. Teruntuk hati yang sedang patah, jangan terlalu lama terpuruk, ya. Masih banyak hal yang membahagiakan di luar sana. Tidak menutup kemungkinan kamu juga akan menemukan cinta yang baru. Yuk, benahi hati dan diri. Jangan lupa tersenyum! Siapa tahu ada yang terpikat dengan senyumanmu~


6.      PMS

Source: www.webmd.com


PMS atau Pre-Menstruation Syndrome merupakan berbagai gejala fisik dan nonfisik yang dialami seorang perempuan, akibat reaksi tubuh terhadap fluktuasi kadar hormon yang terjadi menjelang menstruasi.

Gila. Keren banget penjelasannya. Kayak bukan kalimatnya Rima.
Emang bukan. ._.
Itu tadi sumbernya dari web ini. Hhh~


Karena gejala PMS ini ada berbagai macam, “diam”-nya seorang perempuan bisa jadi salah satunya. Perubahan mood yang tiba-tiba. Dari yang tadinya tertawa, tiba-tiba diam. Dari yang tadinya punya pacar, tiba-tiba jomblo. Eh, yang itu mah bukan. :(
Jadi, kalau kamu, terutama cowok menemukan fenomena perempuan yang lagi PMS ini, mending kamu coba ngertiin dia.
Kalau dia ngomel-ngomel, kamu iya-in aja.
Kalau dia sedih tanpa sebab, kamu usap kepalanya dengan lembut.
Kalau dia diam, kamu jangan ikutan diam, tapi cari hal yang bisa menyenangkan dia.
Kalau kamu enggak bisa melakukan semuanya, ya udah, kamu pura-pura mati aja.


7.      Kebelet BAB


Source: obatmelancarkanbab.com

Kalau kamu melihat seseorang tiba-tiba diam sambil memegang perutnya, dan wajahnya dibasahi oleh keringat dingin… udah, enggak salah lagi orang itu kebelet BAB, alias pengin boker. Cara mengatasinya : “etdah, buruan gotong dia ke WC!”


8.      Laper


Source: www.google.com

“Lo rese kalau lagi laper”.
Begitu tagline dari salah satu iklan di televisi. Orang kalau laper, udah deh, bahaya. Bukan hanya diam tiba-tiba, tapi bisa jadi sangat emosian.


9.      Belum Gajian

Source: www.usatoday.com

Udah laper, belum gajian pula. Duh, bikin seseorang makin bingung.
Pengin makan, tapi enggak ada uang.
Pengin jalan-jalan, tapi belum gajian.
Pengin gajian, tapi belum kerja.
Ada yang tiba-tiba diam karena hal ini? Ada… ada-in aja biar cepet.


10.  Sakit Gigi

Source: sehatalamiku.com

Sakit gigi itu, ya… ya ampuun… sakitnya sampai ke kepala. Jadi, kalau dia diamnya karena lagi sakit gigi, mending kamu bawain dia dokter gigi. Iya, kamu bawain dokter gigi buat dia. Dan kalau bisa dokter giginya yang cantik/ganteng, biar makin cepat sembuh.


11.  Kangen

Source: www.lovethispic.com

Kalau bukan karena sepuluh hal di atas, kemungkinan satu halnya lagi yang membuat dia tiba-tiba menjadi diam adalah ; kangen. Dia lagi kangen. Entah kangen dengan keluarga, gebetan, ataupun pacarnya. Intinya dia lagi kangen.
Solusi dari aku teruntuk para jiwa-jiwa yang sedang merindu, segera telepon dia, atau kalau bisa langsung temui saja. Karena, satu-satunya obat rindu yang paling ampuh yaitu ; temu.




Okeee. Jadi itu tadi Beberapa Hal yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam versi blog www.rimiracle.me. Mungkin ada tambahan lagi dari kamu? Yuk, coba tulis di kolom komentar~ :)

Menulis Lagi, Ah



Rim, kapan nulis blog lagi?
Blog? Blog siapa, ya? Perasaan aku enggak punya mantan yang namanya Blog, deh.
Jangan sok lupa, deh. Blog, yang kamu bilang udah kamu anggap sebagai anak kamu sendiri, looooh.
YAA ALLAAAAH. ANAKKUUUUUUUUUUUUUUUU!

Rima pun langsung lari ke hutan, lalu belok ke pantai. Tamat.

***

Drama abis.

Postingan aku yang satu ini juga drama abis. Siap-siap eneg, ya. Eneg sama tulisan yang meskipun kayaknya bakal pendek, tapi sulit banget untuk membuatnya. Sebenarnya kamu enggak perlu tau seberapa sulitnya aku memulai tulisan ini, tapi kalau kamu maksa… ya udah aku beri tau, deh.
Siklusnya, sih, begini:

Telur-telur – Ulat-ulat – Kepompong – Kupu-kupu – Kasihan deh lo

Eh, kenapa? Ada yang salah, ya? Enggg, pokoknya siklusnya gitu, deh.

Miris. Begitu lihat blog, postingan terakhir itu sebulan yang lalu. Rasanya ingin kuambil gitar dan mulai memainkan... dengan menohoknya ke tenggorokanku. Namun, niat itu kubatalkan. Sebab, aku takut kalau nanti tenggorokanku terluka, kamu tidak bisa mendengar suara indahku lagi. Pret. Entut biawak. Suara cempreng aja segala bilang suara indah!

Dengan segenap rasa cinta dan kasih sayangku terhadap blog ini, aku pun mulai menulis lagi. Entah ini tulisan layak atau tidak untuk dibaca kamu-kamu semua. Atau malah tidak ada yang baca, karena Rima terlalu lama menghilang dari peradaban umat blogger. Hhh. Tujuan aku membuat postingan ini, ya, karena aku ingin menulis. Hanya itu saja. Tidak ada yang lain.

Aku minta maaf.

Permintaan maaf yang aku tujukan pada diri aku sendiri. Banyak hal yang terjadi dan terlewati selama aku tidak menulis. Oh, itu sudah pasti, kan? :) Tapi, sekarang Rima mau balik nulis lagi. Entah kenapa aku enggak bisa melupakan blog ini. Ada segumpal rasa gelisah ketika aku tidak menulis. Semakin lama aku tidak menulis, maka rasa gelisah itu semakin besar. Aku seperti digerayangi para tokoh Teletubies setiap harinya. Seram.

Lagian, selama aku tidak membuat postingan, aku juga tetap masih menulis, kok. Iya, menulis makalah, proposal, laporan pertanggungjawaban, de el el elah. Wqwq.

Intinya, insyaAllah, se-sok-sibuk-sibuknya aku bakal berusaha buat luangin waktu untuk menulis. Sekalipun aku sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata). Iya, Rima minggu depan udah mulai KKN, loh~ Nanti aku cerita-cerita tentang KKN, deh… tapi bukan sekarang ya, soalnya kalau sekarang mah belum mulai KKN-nya. :p

Ngomong-ngomong, nih, ya… aku kangen tau sama kamu-kamu semua.
Bodo amat, Rim!
Eh, tapi serius ini kangen beneraaan.
Entut lu, Rim!
Serius….
Kau regas segenap pucuk harapanku, dan kau patahkan. Tidak, Hayati!
:’)

Ya udah enggak apa-apa, yang penting aku udah jujur. Jujur sum-sum. Ngobrol-ngobrol, yuk, ah, di kolom komentar! Aku tungguin pokoknya. Aku nongkrong di atas kolom komentar, ya~ Ngahahaha~


Regards,

Rima, menunggumu di antara dua sudut.

Hujan, So, What?

Tanah di Kotaku, Serang, akhir-akhir ini sering basah, karena menampung air dari langit.

Yelah. Bilang aja hujan, Rim. Ribet amat dah.

Iya-iya. Akhir-akhir ini langit di Kotaku sering menangis.

Setdah. "Hujan" aja, woi.

Iya... akhir-akhir ini...

AKHIR-AKHIR PALELUUU. BILANG "HUJAN" AJA, KARPET ALADIN! 

I-iya, hujan. :|

....

Nggak biasanya Serang hujan semalaman. Biasanya hujan turun di sore hari, dan malamnya berhenti. Iya, cuma sebentar. Alhasil, paginya aku disuguhi pemandangan seperti ini di depan kostan.


Yeah. Banjir. Pemandangan yang belum pernah aku lihat selama di Lampung. Terima kasih Serang. Kini aku tahu wujud banjir yang sesungguhnya.
Lagipula, kayaknya ini lebih cocok dibilang becekan daripada banjir, ya? Ya udahlah, biar lebay sebut aja banjir. ._.

Pertama kali lihat banjir?
Panik? Tidak.
Kaget? Tidak.
Jatuh cinta? Iya. Cinta pada pandangan pertama.... Lalu, kami jadian. Ucet.
Ya nggak lah. Aku cuma bingung. Bingung gimana berangkat ke kampusnya. Aku ada kuliah jam 07.30 WIB. 

Tumben banget aku udah siap. Aku panggil teman kuliahku yang kostannya di depan kostanku.
"KHAAAAAY!"
Tidak ada yang keluar. Oh, mungkin tidak ada yang tau dengan panggilan Khay. Aku coba panggil lagi.
"KHARIIIS! KHARIIIS!" teriakku sambil membawa bambu runcing.
Yang keluar malah temannya, yang kebetulan mau jemur handuk.
"Mon, Kharisnya ada?"
"Ada, Kak," jawabnya. Dan kepalanya menoleh ke dalam kostan, "Kak Khariiis, dipanggil temennya." Tak lama dari itu Kharis keluar.
"Heh! Kuliah kagak luuu?" tanyaku, dengan setengah berteriak.
"Nggaak, Riiiim."
"Iihh, kenapaa?"
"Mageeer tauuu." 
Aku merengut. Iya. Kelihatan banget magernya. Si Kharis belum mandi. Sial. Aku pun dilema... jenis kelamin apa yang akan kucantumkan di KTP.

Aaaaaaak! Tidaaaak!

Udah terlambat, nih. Kuliah nggak, ya? Ah, kuliah aja kali, ya. Dosennya kan nggak serem ini.
Duh, tapi, kan, lagi banjir....
Elah, kan bisa naik becak.
Tapi males. Kharis aja nggak kuliah.
Tapi udah siap gini. Sayang sabunnya... eh, sayang absennya, Rim.
Absen mah bisa nitip.
GILA LU. BAYAR KULIAH MAHAL, RIM. INGET KERINGET ORANGTUA.
Waaiyaaa, parah lu, Rim. Inget keringet orangtuaaa!
LAH? LU, PIHAK MANA, SIH?!
YEEE. SUKA-SUKA, DONG!

Aaaaaaak! Berisiiiik!

Akhirnya, karena aku masih inget keringet orangtua beserta baunya, aku memutuskan untuk berangkat kuliah. Aku lihat jam di henponku menunjukkan pukul 08.00 WIB. Aku segera pakai sepatu dan memanggil becak yang lewat.

Baru ini aku berangkat kuliah naik becak. Mau bagaimana lagi, daripada sepatu aku kelelep, kan? Sebenarnya bisa saja aku jalan kaki. Iya, bisa basah celananya. -_- Jadi, aku memutuskan untuk pulangnya saja nanti yang jalan kaki. Toh, hari ini kebanyakan memang berangkatnya pada naik becak. Tak apalah... sesekali. Mungkin untuk sebagian orang, banjir ini menyusahkan. Namun, bagi mamang becak, banjir ini memberinya rezeki. :)


Ini nggak dalam, kok, cuma sebetis.
Betis buaya.
Buaya darat.

"Assalamualaikum. Pak, boleh masuk?"
"Iya, silakan."
Fyuuuuh. Terlambat tiga puluh menit, atau malah lebih? Tapi untung masih diperbolehkan masuk. Yaa, selama masih mampu untuk berangkat kuliah, kantor, atau sekolah yang memang masih sekolah, berangkatlah. Sesulit apapun, selama masih ada niat, semangat, dan harapan... yakinlah akan selalu ada jalan. InsyaAllaaah~ InsyaAllaaah~ InsyaAllaaah~ Adaa jaalaaan~
Super.

***

Udah, sih, gitu aja ceritanya. Nggak jelas, memang. Kapan coba Rima pernah jelasnya? :'
Hmm... btw, beneran nggak ada info lomba yang hadiahnya laptop, nih? Bhahahahaha.
BOSEN, RIM, BACANYAA! LAPTOP MULU, BOSEN!
Maaf. :(

Sebagai penutup yang manis, aku mau ngucapin: terima kasiiiih kamu udah baca postingan akuuu. Jangan bosaaan. Aku sebenarnya rindu main-main ke blog kamu. Maaf, ya, sekarang-sekarang ini jadi menghilang. Gimana atuh, yaa. Haha. Nggak. Aku nggak mau alasan apa-apa, kok. Apalagi beralasan hemat kuota, karena perekonomian sedang sulit. Nggaklah.

Nggak salah lagi. Hiks. 
Nanti aku main lagi, kok. Jangan ditunggu, ya. Nanti aku senang. Mumumu~ :3

Melati Pengantin

Cikulur, Rangkas, Banten. Tepat pada tanggal 5 Februari 2016 ketiga kalinya aku ke sana dan ke rumah yang sama, seingatku begitu. Yang pertama tujuannya untuk jalan-jalan, yang kedua untuk ikut lebaran haji di sana, dan yang ketiga untuk menghadiri akad nikah teman satu kostan aku... Linita Haida Sagitarius. Oke, ralat. Itu tadi nama fesbuknya. Yang benar, Linita Haida. Aku biasa memanggilnya...

"NTAAAAA! INI... DIBUKANYA NANTI AJA, YAA!" Kataku sambil menyerahkan sebuah kotak besar dan lumayan berat dengan antusias yang menggebu-gebu.
"IYAA. POKOKNYA HARUS ELU YANG BUKA. NGGAK BOLEH ORANG LAIN!" kata Nia dengan tidak kalah antusiasnya. Ya, kotak itu dari kami berdua.
"Hahaha. Emang kenapa? Kalo Chepy yang buka?"
"NGGAK BOLEEEH!" jawab aku dan Nia bersamaan.

Bagaimana kami tidak kekeuh supaya harus Linita yang buka? Sekalipun itu Chepy, calon suaminya pun tidak kami izinkan. Hahaha. Membayangkannya saja sudah membuat kami tertawa geli. Mengingat malamnya kami begadang untuk membungkus kotak besar yang baru saja kami serahkan. Kotak besar yang penuh dengan misteri. Kamu penasaran? Nggak? Sama. Aku juga nggak panasaran.

"Ayo, Neng, pada makan dulu...," kata mamahnya Linita.
"Iya, Mah," jawabku dengan gesit. Yoi. Karena sesungguhnya... Anak kostan sejati tidak akan menyia-nyiakan kesempatan makan gratis.

APA INI, YAA ALLAH?! RUSAK SUDAH NAMA BAIK RIMA.

Biarlah. Sudah terlanjur rusak. Mari kita rusak bersama-sama.

Aku melirik ke piring mereka. Nggak jauh beda juga sama punya aku. Dalam hati aku bergumam, yaa Allah anak kostan gini amat bringasnya. Biar nggak terlihat terlalu bringas, aku perlambat tempo makanku dari biasanya. Namun, ternyata percuma... tetap aku yang selesai pertama. Aku nggak tahu lagi. Ini aku yang makannya masih terlalu cepat atau mereka yang terlalu lama? :(

"Aaaaaak! Nta cantik bangeet," teriakku dengan gemasnya.

Iya. Linita beda dari biasanya. Lebih cantik. Aura pengantin memang beda, ya? Lebih "wow" gitu.
Aku memperhatikan setiap polesan yang diulaskan sang perias pada wajah pengantin. Menyenangkan. Membayangkan diriku sedang berada di posisi itu. Entah bagaimana rasanya, yang pasti bahagia, bukan? :)

Linita yang riasannya hampir selesai pun segera melaksanakan kewajibannya, salat Dzuhur setelah yang Jumatan selesai. Ini judulnya salat cantik. Salat dengan make up di wajah.

Selesai salat Dzuhur. Linita lanjut ganti pakaiannya dengan gaun pengantin. Terakhir, sang perias memasangkan rangkaian bunga melati sebagai hiasan di jilbabnya.

"Eh, tau nggak?" tanya Linita. Tanpa menunggu jawaban, dia langsung melanjutkan kalimatnya, "Katanya, kalo bawa pulang melati pengantin, nanti bakal nyusul nikah juga, loh."
"Oh, yaa?" Mataku terbelalak.
"Iya. Saya kan waktu itu sempet ke nikahan temen, terus sengaja bawa pulang melatinya."
"Wih, kalo gitu mau lah bawa pulang melatinya," kata Nia.
"Saya juga mau, Nta," aku menyambar.
"Gue juga."
"Ih, gue juga, dong."

Kemudian, semuanya, termasuk kaum undur-undur pun menginginkan melati pengantin itu. Bersyukur tidak ada mantan preman di antara kami. Kalau ada, bisa-bisa bukannya terjadi pernikahan, yang ada malah perkelahian. Kami pun memutuskan untuk membagi-bagi melati itu setelah acara akad nikah selesai.

Oiya, ngomong-ngomong soal mantan.... Aku dan Nia sempat ngobrol dengan mamahnya Linita. Bertanya tentang bagaimana Linita bisa bertemu dengan Chepy, karena setahuku, semester yang lalu Linita sempat berpacaran lama. Namun, bukan dengan Chepy. Sebut saja Joko. Ternyata, Linita dan Chepy sudah lebih dulu berpacaran saat Linita SMA. Iya, mantan pacar. Mereka sempat pacaran dan putus. Lalu, menghilang tidak ada kabar satu sama lain. Namun, karena Tuhan memang sudah melukiskan garis jodoh di antara mereka, Linita dan Chepy dipertemukan lagi. Chepy menghubungi Linita kembali. Tuhan memang penuh dengan kejutan, ya. :)

"Eh, Chepy udah di depan tuh katanya."
"Ciyeee, Spongebob mau menikah, ciyeee. Gimana perasaannya, Nta?" kataku kepada si penggila Spongebob Squarepants.

Linita tidak menjawab. Hanya senyum gugup yang membuat pipinya makin merona. Aku jadi ikutan gugup. Entahlah. Ini memang pertama kalinya aku menghadiri pernikahan teman. Teman yang bisa dikatakan lumayan dekat. Aku masih tidak menyangka Linita yang sepantaran denganku menikah di usia 19 tahun dengan Chepy yang berusia 28 tahun. Jarak usia yang cukup lumayan jauh. Aku jadi memikirkan 'di umur berapa nanti aku menikahnya?' 

Pada saatnya sang pengantin Pria mengucapkan ijab qabul dengan bahasa arab, lalu semua bilang sah. Linita langsung dibawa ke depan dan disandingkan dengan suaminya. Ya, sekarang Linita Haida sah menjadi istrinya Chepy Kusnandar.

Moment yang paling membekas adalah saat mereka bersungkeman dengan orangtua dan mertuanya. Orangtua dan mertuanya mendoakan dan mengelus kepala mereka. Pengantin perempuannya menangis di sana. Aku yang termasuk tidak mudah menangis, ikut merasakan haru itu dan entah mengapa mataku jadi basah. Merinding bercampur bahagia sekali melihatnya. Ah... aku tak bisa membayangkan berada di posisi Linita. Ya, gimana mau membayangkan? Pasangannya saja belum ada. Tapi, sampai pada aku mengetik kalimat ini, aku hanya teringat pada satu nama, yang kemudian kubuyarkan lagi karena melihat keadaan sekarang saja sudah seperti ini.... Akankah? Entahlah.

Hei! Serius sekali membacanya! Hahahahaha. :p

Hari semakin sore. Karena kami tidak ada niatan untuk menginap, kami pun langsung berpamitan. Mamahnya Linita memberikan makanan satu dus untuk kami berenam. "Aaaah, makasih mamaaah~ Mamah emang paling mengerti anak kostan~"

Di tengah perjalanan pulang....
"Eh, ada yang kelupaan, ya?"
"Apaa?"
"Melatinya, guys...."
"AAAAAH, IYAAAA!"
Oke-oke. Cukup tau. Mungkin kita memang belum saatnya, guys. Sabar, ya.... Hahaha.

***

Malamnya, di multichat....
Linita: Njiir. Rima, Nia, jail amat kadonya.
Lili: Apa apa apa?
Nicky: Apa kadonya, Lin? Haha.
Linita: Do'a biar cepet dapet momongan. Hahaha.

Hahaha. Iya, hadiahnya memang do'a malam pertama pengantin, yang aku dan Nia tulis di surat. Tapi, hadiah intinya ada di dalam kotak yang kami lapis dengan 2 kotak lagi di dalamnya. Isinya, ehm, kostum untuk Linita bertarung dengan Chepy (?).

HAHAHAHA. AKHIR KALIMAT,
HAPPY WEDDING LINITA DAN CHEPY. SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU. SEMOGA MENJADI KELUARGA YANG SAMAWA~ SAKINAH~ MAWADDAH~ WARAHMAH~ AAMIIN~ DITUNGGU HASIL DARI KADO RIMA DAN NIA, YA~

~~~\o/

Tragedi Say It With Line

"Besok hari Senin. Dan besok libur."

Sebagai Mahasiswi yang sering berdoa, "Yaa Allah, semoga Senin libur, Yaa Allah," seharusnya aku senang. Namun, untuk kali ini tidak. Karena...

AKU BOCAN, YAA ALLAH! AKU BOCAN...

BOsan CANtik. Ahehehe.

(Kemudian Rima tewas dibakar massa... massa lalu.)

Dih. Mitamit. Kalimat pembuka macam apa itu?! Kebanyakan libur, kok, otak jadi ikutan libur juga, Rim?!

Iya, maaf. :(
Habisnya... mending liburnya dipakai jalan-jalan gitu, kan enak. Ini mah boro-boro. Waktunya, sih, ada, bisa gitu buat jalan-jalan... tapi anggaran dananya itu, loh. Ora nduwe. Hiks. Jadi terpaksa, deh, habis bimbingan akademik aku mengendap di kostan sampai masuk kuliah. Alhasil, bukannya fresh malah kayak orang stress. HEHEHE. HE HE HE.

Di sela-sela menikmati otak yang lumutan karena kebanyakan libur ini, aku asyik dengan henpon. Dari mulai update status dan ngetwit nggak jelas, sampai dengan ngerusuh di group chat. Apa banget deh pokoknya. Ewh~
Lalu, ada chat masuk dari Line Indonesia.


"Hmm... hmm... dapet sticker, ya. Leh uga... tapi, telepon siapa, ya?"


Aku bingung. Kata mamang Line "Telepon orang terdekatmu". Lah, siapa coba?
Ayah? Nggak punya Line. Boro. Henpon aja masih yang pencetannya keras kek batu itu. :(
Ibu? Jarang pake.
Pacar? Nggak punya. Ehm, maksudnya nggak punya pacar.
Mantan? Nggak deh. Ntar aku digrebek sama pacar barunya.
Sahabat? Yak! Ini diaaa.

Aku pun memutuskan untuk menelepon sahabat. Namun, karena sahabat aku banyak, aku bingung kembali mau menelepon yang mana. Gileee. Udah songong banget belum? Bhahaha.

Berhubung waktu pulang ke Lampung kemarin nggak ketemu sama Amel, sahabatku yang masih sibuk sama urusan kuliahnya di Bandung, aku pun meneleponnya. 'Kangen juga sama anak itu.'

Tenoonet~ tenoonet~ tenoonet~
Suara sambungan telepon di Line menggema di telingaku.

"Halo. Assalamualaikum," sapaku setelah bunyi tenoonet tenoonet tenoonet itu berhenti.

"Waalaikumsalam," jawab Amel yang logatnya mulai ke-sunda-sundaan. Halus pisan euy. Beda banget sama aku yang... yang gitulah pokoknya. Hhh~ "Ada apa, Rim?"

Belum sempat aku jawab, dia langsung menodong dengan pertanyaan... "Oh! Mau dapetin sticker, yaaaa?" Terdengar nada mengejek. Aku tau banget ekspresi menyebalkan seperti apa yang ada di seberang sana.

Kemudian, tidak perlu jeda lama. Hanya jeda 2 detik, tawa kami langsung pecah bersamaan.
"HAHAHAHAHAHA!"
"HAHAHAHAHAHA!"
"HAHAHAHAHAHA!"
"HAHAHAHAHAHA!"

Masih dengan dialog tawa yang sama. Lama sekali. Sampai air mataku keluar. Tertawa yang tidak kontrol di tengah malam begini. 
"HAHAHAHAHAHA! GILA! GILA! GILA!" Aku tertawa sampai guling-guling di lantai kamar kost yang tidak terlalu besar, dan... BRAAAAAAK!

YAK.
SURPRISE!
Aku shock seketika, tapi masih terus tertawa. Malah makin tidak terkontrol.
"AH! GILAAAA! SAYA SAMPE NENDANG KIPAS ANGIN, NIH, MEL!" 
"HAH? KIPAS ANGIN? AHAHAHAHA."

Aku pun bangun dari posisi tidurku, dan menengok ke luar pintu...
"ASTAGFIRULLAH! TUTUPAN KIPASNYA SAMPE LEPAS GINI. TANGGUNG JAWAB, MEEEL! GEGARA KAMU, NIH."
"LAH, KOK, SAYA? HAHAHAHA. HAYO, LOH!"

Sambil memegang henpon, aku mencoba memasangkan kembali tutupan kipasnya. Nia, teman sekamarku yang juga belum tidur hanya bisa menggelengkan kepala. Antara sudah ngantuk, malas meladeni kelakuanku, atau sedang memikirkan rencana untuk mengusirku dari kamar ini nanti pagi. Alhamdulillah, kipas anginnya tidak jadi tewas dan Nia tidak jadi mengusirku dari kamar kost.

"Ada apa, Rim?" kata Yuana, teman kostanku yang lain, sambil membuka pintu kamarnya.

"Nggak ada apa-apa, Yun. Ini tadi kipasnya ketendang. Hehehe. Silakan tidur lagi, Yun. Hehehe." Yuana pun masuk lagi ke kamarnya.

Memang benar-benar si Rima ini. Rusuh maksimal! Ganggu orang tidur, iya. Hampir ngerusakin barang lagi, iya. Efek kebanyakan libur nggak gini juga kali. 

Maaf. :(

"Kok, tau, sih, Mel?"
"Taulaah."
"Ya, kalo tau juga mustinya pura-pura nggak tau aja gitu. Padahal saya udah nyiapin dialog tadi. Huft."
"Hahaha."
"Jangan-jangan ada yang habis telepon kamu juga, ya? Iya, kaaan?"
"Iya. Sama kamu jadi yang kedua kalinya, nih."

Meskipun niat awalnya udah ketahuan, aku tetap lanjut ngobrol. Tidak ada salahnya. Toh aku juga ingin melepas rindu. Obrolan kami pun ke mana-mana. Membahas kuliah dan pacarnya. Ada perasaan bahagia ketika mendengarkan cerita dari seseorang. Sebab aku tahu, di tiap cerita mereka selalu ada kepercayaan yang tersirat untukku. Aku bahagia diberi kepercayaan yang mereka miliki. Ya, kepercayaan itu mahal, gengs.... Maka dari itu aku selalu menjaganya. 

"Eh, kan kalo telepon pake Line selama 7 hari gitu bakal dapet Line Credit 20.000 tau," kata Amel.
"Iya tah?"
"Iya. Nggak percaya amat. Ntar saya kirim skrinsyutannya, deh."
"Hahaha. Oke. Eh, Mel, kok, suaranya menggema, sih? Lagi di kamar mandi, ya?"
"Iya, nih, mau eek."
"Hahaha." Bercanda mulu ini anak, batinku.
"Hahaha."
"Kok, masih menggema? Beneran mau eek, tah?"
"Iya, beneran." Kemudian di seberang telepon aku mendengar suara air.
"EDAAAAN. YA UDAH. UDAHAN DEH, YA."
"HAHAHA. IYA."
"ASSALAMUALAIKUM. DAAH."
"WAALAIKUMSALAM."

Telepon pun berakhir karena Amel mau eek. Penutupan yang tidak elegan sama sekali. Terima kasih, Amel.

Selesai mengakhiri telepon, henponku langsung berteriak, "LINE~" Suara yang menandakan ada chat masuk. Aku pun membukanya. Ternyata dari mamang Line lagi.

Wuiiih. Ternyata beneran.

"LINE~" Kali ini dari Amel.


Amel, kok, kita gini banget, ya? Hahaha. -___- #kamipecintagratisan #kamitidakakanmenyerah #kamipastibisa

Jadi, ada yang mau bantu aku dapet pulsa gratis? Malaikat Tak Bersayap ini akan meneleponmu~ Namun, kalau kamu sedang tidak beruntung, Malaikat Izroil yang akan meneleponmu~ :p

Terima kasih sudah membaca curhatan anak kost yang lagi gabut. Ada yang iseng telepon juga demi dapet sticker gratis kayak aku? Cerita, doong~ Aku tunggu, ya, di kolom komentar. \o/

Oiya. Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakan~ \^^/

***

(Diketik, diedit, dan diposting dengan henpon. Fyuuuh~ #RimaButuhLaptop #BeriRimaLaptopGratis #RimaPecintaGratisan)