Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Beberapa Hal Yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam



Sebelumnya, aku mau cerita dulu, ya.


Di suatu sore, menjelang adzan magrib....

Ada seorang anak yang sedang duduk di kursi sambil memainkan telepon pintarnya. Dengan posisi duduk setengah melorot dan kakinya yang dibiarkan selonjoran di kursi lainnya, ia sangat serius dengan telepon pintarnya, tapi otaknya tak kunjung pintar. Ya, meskipun otaknya tak kunjung pintar, tapi ia memiliki otak lainnya yang sangat jenius. Begitulah, otak anak itu terdiri dari berbagai jenis.
Ketika sedang serius, seseorang yang telah melahirkan seorang anak itu atau dalam kata lain yaitu; Ibunya, melontarkan sebuah pertanyaan.

“Lagi kenapa, Dek? Kok, diam aja?”
“….”
“Lagi kurang sajen, ya?”
“….”

Mendengar pertanyaan terakhir dari sang Ibu, sang anak hanya memalingkan wajahnya dan mengelus dada Justin Bieber. Justin Bieber pun mengelus dada anak itu. Lalu anak itu menampar pipi Justin Bieber. Justin Bieber merasa bersalah dan langsung minta maaf kepada anak itu.

“is it too late now to say sorry?
Cause I'm missing more than just your body
Is it too late now to say sorry?
Yeah I know that I let you down
Is it too late to say I'm sorry now?
I'm sorry, yeah
Sorry, yeah
Sorrbzbz… *%$#?>” Anak itu segera menyumpal mulut Justin dengan kue ongol-ongol.

Untuk mempersingkat cerita, si anak memaafkan Justin. Justin pun pergi ke tempat konsernya dengan tenang.

Ketika adzan magrib telah berkumandang, anak itu bangkit dari kursinya dengan tidak tergesa. Namun, entah mengapa sewaktu menurunkan kakinya dan hendak bangun, kakinya tergelincir. Dengan efek slow motion, adegan jatuh itu disaksikan oleh sang Ibu. Si anak yang telah ketiban kursi mengaduh dan memelas minta dibangunkan.

“Yaa Allah, kok, bisa jatuh, sih?” ujar sang Ibu yang masih berdiri sambil memegang centong nasinya.
“Duhhh, iyaa. Ini bantuin dulu dong, Buu. Berat ini kursinyaa.”

Sang Ibu pun menyingkirkan kursi yang bertengger di punggung anaknya dengan satu hembusan nafas. Hah! Setelah itu sang Ibu mengucapkan kalimat yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup si Anak….

“Ya ampuuun, barang-barang Ibu pada rusak kabeh.”
“Ih, Ibu maaah, yang habis jatoh ini anakmu loooh. Kok yang dipikirin malah kursinyaaa.”

Kemudian, si anak menceritakan kejadian itu di blog miliknya.
Tamat.

***

Begitulah. By the way, kamu pernah punya anak enggak?
Eh, maksudnya kamu pernah bikin anak enggak?
Astagfirullah… bukan-bukan… maksudku kamu pernah “diam” kayak anak yang diceritain di atas enggak? Atau kamu pernah bingung menghadapi anak yang lagi “kurang sajen”?
Kalau pernah, kira-kira apa aja, sih, yang menyebabkan si anak menjadi mendadak diam, bengong, melamun, dan fenomena lainnya yang menunjukkan bahwa “dia tidak seperti biasanya”?
Baiklah, karena aku yang berbudi pekerti luhur ini sedang berbaik hati, maka aku akan berbagi tentang beberapa hal yang menyebabkan seseorang tiba-tiba menjadi diam. Hal ini aku beritahu, agar kelak kamu tidak panik jika menghadapi seseorang yang biasanya berisik, tiba-tiba mendadak bisu. Oke langsung aja, ya~

Beberapa Hal Yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam

1.      Jatuh Cinta

Source: www.laksani.com

Diamnya orang yang lagi jatuh cinta bisa dibilang tidak menakutkan dan tidak berbahaya. Karena dia hanya akan diam dan tersenyum sambil mengingat someone-nya. Jadi, kalau kamu melihat ada orang yang lagi diam dan senyum-senyum sendiri, ya udah biarkan saja, kemungkinan dia sedang jatuh cinta. Kecuali kalau dia senyum-senyum sendirinya sambil mengacak-acak tempat sampah dan guling-gulingan di jalan, itu bukan jatuh cinta, tapi sakit jiwa. Dan yang harus kamu lakukan adalah menelepon Rumah Sakit Jiwa saat itu juga.


2.      Jatuh Hati

Source: kingkangkung.com
Kalau ini judul lagunya Raisa. Lagunya buat kamu banget.


3.      Menunggu Balasan Chat si Doi

Source: rebloggy.com

Nah, ini juga bisa jadi penyebab seseorang tiba-tiba menjadi diam. Entah “doi” yang dimaksud ini adalah ayah, ibu, kakak, adik, kakak-kakakan, atau adik-adikannya… yaa, siapa pun itu yang pasti dia sedang khawatir karena chat-nya belum dibalas-balas.

Lima menit…

Lima jam…

Lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia….


4.      Berantem Sama Seseorang

Source: http://kawankumagz.com/

Seseorang yang sedang diam bisa jadi sedang ada masalah dengan seseorang yang lainnya. Berantem dengan pacar atau gebetan, gitu, misalnya. Atau berantem dengan pacarnya gebetan. Yaa, ini kan cuma misalnya…. ._.
Penyebab berantemnya juga bisa berbagai hal. Bisa dari hal yang kecil hingga yang besar. Namun, sekecil apapun itu masalahnya, jangan disepelekan, juga jangan dibesar-besarkan, ya. Lebih baik cepat diselesaikan, cari solusinya. Bukankah damai itu lebih indah? :)


5.      Patah Hati

Source: www.hdwallpaper.nu

Merupakan salah satu resiko yang dihadapi seseorang ketika memutuskan untuk menaruh hatinya pada seseorang lainnya, baik ke lawan jenis maupun sesama jenis. Kalau kamu belum siap untuk menerima resiko yang satu ini, ya udah, aku saranin kamu jangan coba menaruh hati pada seseorang dulu.

Patah hati memang menyakitkan. Hal ini tidak hanya akan membuat seseorang menangis, tapi juga diam berhari-hari. Teruntuk hati yang sedang patah, jangan terlalu lama terpuruk, ya. Masih banyak hal yang membahagiakan di luar sana. Tidak menutup kemungkinan kamu juga akan menemukan cinta yang baru. Yuk, benahi hati dan diri. Jangan lupa tersenyum! Siapa tahu ada yang terpikat dengan senyumanmu~


6.      PMS

Source: www.webmd.com


PMS atau Pre-Menstruation Syndrome merupakan berbagai gejala fisik dan nonfisik yang dialami seorang perempuan, akibat reaksi tubuh terhadap fluktuasi kadar hormon yang terjadi menjelang menstruasi.

Gila. Keren banget penjelasannya. Kayak bukan kalimatnya Rima.
Emang bukan. ._.
Itu tadi sumbernya dari web ini. Hhh~


Karena gejala PMS ini ada berbagai macam, “diam”-nya seorang perempuan bisa jadi salah satunya. Perubahan mood yang tiba-tiba. Dari yang tadinya tertawa, tiba-tiba diam. Dari yang tadinya punya pacar, tiba-tiba jomblo. Eh, yang itu mah bukan. :(
Jadi, kalau kamu, terutama cowok menemukan fenomena perempuan yang lagi PMS ini, mending kamu coba ngertiin dia.
Kalau dia ngomel-ngomel, kamu iya-in aja.
Kalau dia sedih tanpa sebab, kamu usap kepalanya dengan lembut.
Kalau dia diam, kamu jangan ikutan diam, tapi cari hal yang bisa menyenangkan dia.
Kalau kamu enggak bisa melakukan semuanya, ya udah, kamu pura-pura mati aja.


7.      Kebelet BAB


Source: obatmelancarkanbab.com

Kalau kamu melihat seseorang tiba-tiba diam sambil memegang perutnya, dan wajahnya dibasahi oleh keringat dingin… udah, enggak salah lagi orang itu kebelet BAB, alias pengin boker. Cara mengatasinya : “etdah, buruan gotong dia ke WC!”


8.      Laper


Source: www.google.com

“Lo rese kalau lagi laper”.
Begitu tagline dari salah satu iklan di televisi. Orang kalau laper, udah deh, bahaya. Bukan hanya diam tiba-tiba, tapi bisa jadi sangat emosian.


9.      Belum Gajian

Source: www.usatoday.com

Udah laper, belum gajian pula. Duh, bikin seseorang makin bingung.
Pengin makan, tapi enggak ada uang.
Pengin jalan-jalan, tapi belum gajian.
Pengin gajian, tapi belum kerja.
Ada yang tiba-tiba diam karena hal ini? Ada… ada-in aja biar cepet.


10.  Sakit Gigi

Source: sehatalamiku.com

Sakit gigi itu, ya… ya ampuun… sakitnya sampai ke kepala. Jadi, kalau dia diamnya karena lagi sakit gigi, mending kamu bawain dia dokter gigi. Iya, kamu bawain dokter gigi buat dia. Dan kalau bisa dokter giginya yang cantik/ganteng, biar makin cepat sembuh.


11.  Kangen

Source: www.lovethispic.com

Kalau bukan karena sepuluh hal di atas, kemungkinan satu halnya lagi yang membuat dia tiba-tiba menjadi diam adalah ; kangen. Dia lagi kangen. Entah kangen dengan keluarga, gebetan, ataupun pacarnya. Intinya dia lagi kangen.
Solusi dari aku teruntuk para jiwa-jiwa yang sedang merindu, segera telepon dia, atau kalau bisa langsung temui saja. Karena, satu-satunya obat rindu yang paling ampuh yaitu ; temu.




Okeee. Jadi itu tadi Beberapa Hal yang Menyebabkan Seseorang Tiba-tiba Menjadi Diam versi blog www.rimiracle.me. Mungkin ada tambahan lagi dari kamu? Yuk, coba tulis di kolom komentar~ :)

11 Cara Mengatasi Homesick


Kamu tau homesick?
Nggak tau?
Waparaaah!
Masa nggak tau, sih.

Sama.

Nih, kata bapaknya bapak-bapak Bapak Tebe, homesick adalah sebuah fenomena dimana kamu merasa rindu akan suasana kehangatan keluarga di rumah.

Hmm. Gimana? Kamu pernah nggak merasa seperti itu? Biasanya nih, yang sering merasakan homesick ini para kaum yang sedang merantau. Baik itu karena pekerjaan, sekolah, kuliah, maupun menikah. Kalau aku, sih, termasuk ke dalam golongan kaum perantau yang menuntut ilmu di pulau seberang. Kuliah.

Aku memang kuliah di kota yang berbeda dari tempat asalku. Serang. Nggak jauh, cuma 7 jam dari rumah.

Awal-awal kuliah, aku terkena sindrom homesick tingkat Kecamatan. Tapi, Alhamdulillah makin lama sindrom itu mulai berkurang. Yaa, paling sesekali-duakali-tigakali-empatkali-limakali-lah homesick-homesick-annya.

Homesick itu bukan penyakit kok. Homesick itu baik, nggak jahat. Homesick anak baik-baik. Jadi, jangan takut sama homesick, ya. :)

Bagi kamu yang udah terlanjur terkena homesick, di sini aku ada 11 cara untuk mengatasi homesick kamu. Simak baik-baik, ya. Analisis. Telaah. Pahami. Resapi.

Check this out.

1. Beradaptasi

Source
Yang namanya merantau, pasti berhubungan dengan tempat yang baru, lingkungan baru. Sebagai manusia yang baik dan benar, tentu sudah seharusnya kita beradaptasi agar mendapatkan teman maupun gebetan.

Beradaptasi memang tidak mudah, tergantung pribadi setiap individunya. Rasanya aneh. Waktu itu aku mendapat status mahasiswa sekaligus anak kostan secara bersamaan. Sulit, untuk aku yang belum pernah merantau sama sekali. Untung aku orangnya mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Astagfirullah, Rima sombong. :(
Jadi, intinya beradaptasilah, Nak.


2. Sibukkan Diri

Source
Kalau udah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, lakukan berbagai kegiatan. Kamu bisa cari kegiatan lain selain kuliah atau kerja. Seperti ikut komunitas, organisasi dan sebagainya. Dengan banyak kegiatan, setidaknya kamu akan lebih sibuk dan tidak melulu kepikiran dengan rumah.

Aku sendiri ikut empat organisasi di kampus. Meskipun satu di antaranya nggak aktif lagi. Hehe. Setidaknya aku banyak kegiatan. Nggak jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Jadi mahasiswa kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) itu lebih baik. Iya nggak? Nggak, ya? Hahaha. Ya udah. Intinya sejak aku ikut banyak kegiatan, pikiran aku yang selalu ingin pulang itu perlahan mulai jarang muncul. :))


3. Curhat Dengan yang Mengerti

Source
Kalau udah berhasil beradaptasi, mau nggak mau pasti dapet teman dong. Kamu yang mau, temanmu yang nggak mau. Saran dari aku, sih, curhatlah dengan teman yang ‘senasib’. Sama-sama perantau dan mengerti rasanya homesick, ini untuk menghindari olok-olokan dari teman. Dan curhat dengan teman yang dapat mengerti ini lebih enak, kalian bisa berbagi pengalaman mengenai homesick.


4. Lakukan Sesuatu Agar Bisa Merasa Dekat Dengan Rumah

Source
Kalau lagi homesick, pasti ada aja hal-hal kecil yang bikin kamu ingat dengan rumah. Solusinya, nih, coba kamu bawa barang kesayangan kamu yang ada di rumah. Bisa itu gitar, boneka, bantal dan guling yang penuh dengan iler kamu, tutup panci, gayung atau apa pun. Dengan begitu, kamu akan merasa dekat dengan rumah.


5. Berpikiran Positif

Source
Homesick boleh, tapi jangan menjadikan itu sebuah alasan untuk sedih berkepanjangan. Coba alihkan pikiran itu pada pikiran yang positif. Berpikirlah tentang hal-hal yang membuatmu semangat lagi. Misalnya, berpikir tentang membahagiakan orangtua. Dengan berpikiran seperti itu, akan muncul motivasi dari dalam diri kamu untuk mewujudkannya. Kalau kamu Mahasiswa, yaa kuliah yang serius, jangan mengecewakan orangtua.


6. Jalan-jalan

Source
Cobalah untuk berjalan-jalan. Jangan hanya mengendap di kostan, di kontrakan, atau pun di kandang. Lihatlah sesuatu yang baru. Pergi ke tempat yang bisa menyegarkan kembali pikiran kamu. Nggak perlu jauh-jauh, jalan ke warung samping kostan juga boleh. Terus ngobrol deh sama babang atau mbaknya yang cakep. Niscaya pikiranmu akan segar kembali. :3


7. Manfaatkan Internet

Source
Ya elah. Sekarang zamannya udah enak kali. Teknologi sekarang udah canggih. Manfaatkan itu, sayang. Nggak bisa lihat langsung, ya, video call. Jangan henponnya aja yang pintar, tapi penggunanya juga harus lebih pintar. Kalau nggak ada video call-nya, chatting-an aja sama keluarga.

Atau bisa juga menuangkan rasa homesick dengan menulis di blog, seperti aku ini. Huahaha. Lumayan. Unek-uneknya keluar.


8. Telepon

Source
Ketika rindu menggebu, tapi tidak bisa bertemu, teleponlah~

Meskipun tidak bisa saling menatap mata, kita bisa saling mendengar suara. Mungkin rindu tidak akan hilang, tapi setidaknya berkurang.

Kendala di sini biasanya pulsa. Apalagi buat anak kostan yang belum dapat penghasilan. Ditambah lagi nomer orangtua yang berbeda operator. Sebenarnya itu bukan kendala. Toh, apa salahnya menyisihkan uang buat beli pulsa, hitung-hitung belajar menabung. Atau belilah nomer baru, yang satu operator dengan keluarga. Buat keluarga sendiri itu jangan perhitungan. Nggak baek. Masa untuk telepon gebetan aja dibela-belain sampe ngebegal orang, cuma buat beli pulsa. Tapi untuk keluarga sendiri, cari-cari alasan sampe ke Ujung Kulon, cuma biar nggak keluar uang buat telepon.

Kalau aku, sih, ada satu nomer yang operatornya sama kayak Ibu. Jadi, kalau mau teleponan enak. Kalau lagi nggak ada uang buat beli pulsa, dan tabungan pun habis, ya, tinggal SMS gini:

“Ibuu, telepon Rima dong~”

Kelar masalah.


9. Makan

Source
Kalau lagi bete karena homesick atau apa pun, biasanya aku melampiaskannya dengan makan. Apalagi kalau lagi laper. Apa aja aku makan. Kecuali makan temen. ._.

Melampiaskan homesick dengan makan itu sesuatu.

Sesuatu hal yang bisa mengurangi rindu, sekaligus bisa menambah berat badan. Yeah~


10. Tidur

Source
Kalau kamu lagi kangen sama keluarga, tapi nggak punya temen, nggak ada kegiatan, nggak punya uang buat beli pulsa dan makanan, mending tidur aja deh. Tidur adalah pilihan yang paling simple dan gratis.

Biasanya, kalau aku lagi homesick, terus dibawa tidur, ngantuknya hilang, homesick-nya masih. Apalagi kalau ternyata pas tidur mimpinya kumpul sama keluarga, homesick-nya makin menjadi. Oke. Ini memang bukan solusi. Huahaha.
Tapi, setidaknya dengan tidur, kamu bisa lupa sama rasa homesick tersebut. Meskipun cuma sementara.


11. Pulang

Source
Ketika rindu kemari, cuma temu yang bisa mengobati.
Pulanglah. Mungkin kamu sudah terlalu lama tidak pulang. Sempatkan itu. :)



Duh, lihat gambar yang terakhir jadi baper. Kangen keluarga. Upload foto, ah~ :')

Jangan dilihatin. Bikin pusing. -_-

Itu aja cara mengatasi homesick versi Rima. Mungkin ada yang punya pengalaman dan cara mengatasi homesick yang berbeda? Ayo kita berbagi di kolom komentar! Karena berbagi itu indah, kawan... Kecuali berbagi pacar. Hmm.